
Liuzhen mulai berdiri dan mengeluarkan sebuah pedang hitam pekat miliknya, "Sepertinya aku harus serius melawanmu," ucap Liuzhen membara.
Aura Liuzhen kembali keluar bahkan lebih kuat dari sebelumnya, tidak sedikit dari prajurit bandit yang merasakan ancaman.
"Sekarang majulah aku akan melawanmu lagi," gumam pelan Liuzhen sambil tersenyum.
Ketua kelompok itu juga sudah siap untuk mengeluarkan kembali jurus, tetapi instingnya mengatakan kalau Liuzhen tidak memiliki celah, "Kalian semua, serang dia!" Teriaknya sambil mengamati.
Liuzhen kembali mengeluarkan Langkah Tidak Berbayang diiringi tebasan pedang, dalam waktu singkat dia berhasil membunuh banyak orang.
Tidak sedikit para bandit mulai khawatir dengan nyawa mereka, tetapi ketua kelompoknya memberikan isyarat agar terus menyerang.
Liuzhen terus mengurangi jumlah musuh dia membunuh dengan begitu cepat, bahkan Yu Fei mulai khawatir terhadap Liuzhen.
"Adik Lii.... Berhenti!" Teriak Yu Fei mendekat.
Yu Fei khawatir jika Liuzhen terus membunuh maka aura pembunuh Liuzhen akan semakin pekat, hal ini menandakan seseorang berasal dari aliran hitam.
Aliran hitam adalah kumpulan pembunuh berdarah dingin, tidak sedikit aura pembunuh mereka begitu kental berbeda halnya dengan aliran putih.
Aliran putih lebih mengedepankan rasa kemanusiaan sehingga banyak musuh yang hidup setelah kalah pertarungan.
Yu Fei sangat sulit untuk mendekat, ada begitu banyak musuh yang mengelilinginya, "Sial! Ini tidak ada habis-habisnya, jika terus seperti ini dia akan menikmati pertarungan," gumam Yu Fei dalam hati.
Saat Yu Fei masih larut dalam pemikirannya tiba-tiba seseorang muncul membantu, "Kakak kau tidak apa-apa kan," ucap Changyi menghajar para bandit.
Tidak ketinggalan Xiao Mei dan beberapa prajurit lainnya ikut muncul membantu Yu Fei, "Ketua maaf membuatmu menunggu," seru Xiao Mei sambil menendang bandit.
Yu Fei hanya bisa tersenyum melihat rekan-rekannya itu, "Changyi. Bantu aku membuka jalan, jangan biarkan dia membunuh lebih banyak," ucap Yu Fei.
Para bandit mulai terpukul mundur dengan bantuan yang datang, tetapi jumlah mereka masih terlalu banyak.
Liuzhen merasakan tubuhnya bergerak sendiri seiring alunan pedang, "Ahhh... tampaknya aku mulai terbiasa dengan ini," ucap Liuzhen lebih bersemangat.
Sesaat Liuzhen ingin menebas kepala salah seorang bandit, mendadak dia mendapatkan Yu Fei sedang menahan pedangnya, "Apa yang kau lakukan senior," ucap Liuzhen spontan.
"Harusnya aku yang bertanya padamu, apa yang sedang kau lakukan?" Teriak Yu Fei dari dekat, "dari tadi aku memanggilmu tapi kau tidak menyahut samasekali," lanjut Yu Fei memperjelas.
Kata-kata Yu Fei cukup menyakitkan untuk didengar sehingga Changyi dan Xiao Mei lebih fokus dalam bertarung.
Ketika Changyi dan Xiao Mei sibuk melawan para bandit, mereka tidak sadar pendekar tingkat Raja telah menyiapkan serangan.
"Lightning Strike!" Teriak seseorang dari kejauhan.
Teriakan itu membuat semua orang memperhatikan ke arah pria tersebut, Changyi dan Xiao Mei yang melihat tidak sempat menghentikannya.
Bahkan para bandit dijadikan korban untuk melancarkan serangan sembunyi, kekuatan yang dikeluarkan ketua kelompok itu lebih besar dari sebelumnya.
Serangan tersebut begitu cepat hingga menembus tubuh Yu Fei, tidak hanya itu Liuzhen yang berhadapan dengan Yu Fei juga ikut terkena.
"Kakak...." Teriak Changyi menjerit.
Changyi dan Xiao Mei yang melihat langsung bergegas menyelamatkan Yu Fei, bahkan mereka tidak memperdulikan banyaknya musuh.
Mata Liuzhen melebar ketika melihat Yu Fei terjatuh ke tanah, tubuhnya mengeluarkan banyak darah, "Adik Li...." gumam pelan Yu Fei sambil mengangkat tangannya.
**
Di suatu ruangan salah seorang menyampaikan sebuah informasi, "Lapor tuan. Tuan muda Yu Fei dan rekannya dikepung oleh banyak kelompok," ucap salah seorang penjaga melaporkan.
"Apa? Bagaimana bisa secepat ini," kaget Yu Wen yang mendengar berita tersebut, "sampaikan perintahku, segera kumpulkan pendekar Ahli hingga Pejuang sekarang! Aku ingin lihat kelompok mana yang berani main-main dengan saudaraku." Tegas Yu Wen.
Tidak butuh waktu lama untuk para pendekar berkumpul, Yu Wen yang memimpin pasukan segera menuju ke lokasi.
Banyak warga yang melihat jumlah gerakan Yu Wen sehingga menimbulkan tanda tanya, "Ada apa ini, kenapa tuan muda Yu Wen dari Rumah Pelelangan Sakti membawa banyak prajurit," gumam salah satu warga.
Ketika Yu Wen dan prajurit sampai ke lokasi, mereka melihat begitu banyak mayat berserakan tetapi jumlah itu masih sedikit bila dibandingkan musuh yang hidup.
Yu Wen kemudian melihat posisi Yu Fei dan Liuzhen sedang mamandang satu sama lain dan mencoba mendekati, baru saja dia ingin mendekat sebuah serangan melesat kuat ke arah Liuzhen dan Yu Fei.
Yu Wen hanya bisa melihat dari jauh kejadian itu, dia kemudian bergegas berlari cepat ke arah Yu Fei dan lainnya.
Pasukan yang dibawa Yu Wen langsung berinisiatif memberikan jalan pada tuan muda mereka, para bandit dipukul habis oleh para pendekar Yu Wen.