
Yuwen melihat seekor monyet putih yang diberikan Yu Fei kepadanya, dia lalu bertanya kepada pria itu, "Monyet ini, aku seperti pernah melihatnya," gumam Yuwen sambil melihat lebih teliti.
Yu Fei kemudian menjawab, "Kau tidak perlu memikirkannya, itu adalah hadiah untuk adik Li... jadi berhati-hatilah membawanya," ucap Yu Fei kepada Yuwen.
Yuwen merasa dirinya seperti sedang dimanfaatkan, tetapi dia tidak memperdulikan hal tersebut dan melanjutkan mengikuti mereka.
Changyi dan Xiao Mei memperingati Yu Fei agar menyembunyikan wajah mereka jika ingin berkunjung, mereka paham betul jika Liuzhen tidak ingin menarik perhatian banyak orang.
Yu Fei lalu memutuskan untuk mampir ke sebuah toko, mereka membeli beberapa topeng yang dapat menutupi saparuh wajah .
Xiao Mei memilih topeng yang terlihat imut, sedangkan ketiga laki-laki lebih memilih topeng hewan.
Hanya tersisa tiga jenis topeng berbentuk hewan di toko tersebut, Yu Fei lalu mengambil inisiatif dan membagi rata kepada mereka.
Yu Fei menggunakan topeng kuda, Yuwen topeng keledai, dan Changyi memakai topeng babi.
Changyi tidak menerima topeng tersebut, tetapi Yu Fei terlanjur memperingati jika mereka harus cepat sehingga pria itu tidak memiliki pilihan lain.
Yuwen juga ingin protes tetapi melihat Changyi yang mendapatkan topeng babi, pria itu memutuskan untuk menerima apa adanya.
**
Setelah sampai ke Perguruan Elang Putih mereka dihadang oleh para penjaga, mereka meminta identitas ketiga pria dan satu wanita itu.
Saking terburu-burunya Yu Fei dan yang lainnya lupa membawa identitas mereka, begitu juga dengan Changyi dan Xiao Mei, pria itu lalu terpikir sesuatu.
Yu Fei kemudian sedikit batuk beberapa kali, dia lalu membuka sedikit topengnya dan menggunakan wajahnya sebagai identitas.
Yu Fei berharap wajahnya bisa sebagai identitas untuk dirinya memasuki Perguruan Elang Putih, tetapi para penjaga tidak mengenalinya.
Yuwen yang melihat reaksi para penjaga tertawa lebar, begitu juga dengan Changyi dan Xiao Mei mereka tidak dapat menahan rasa tawa mereka pada saat itu.
Para penjaga heran melihat yang lainnya tertawa, mereka lalu berkata, "Jika tidak ada identitas silahkan pergi," ucap para pengawal gerbang.
Yu Fei tidak bisa menggunakan kekerasan, hal tersebut bisa membuat dirinya menarik perhatian lebih banyak.
Yu Fei lalu berkata kepada penjaga, "Perhatikan dengan baik-baik wajahku, apa kalian tidak bisa mengingatnya?" Gumam Yu Fei sedikit kesal.
Pria itu menunjuk ke arah wajahnya sendiri dengan geram, tetapi para pengawal yang melihat Yu Fei semakin marah.
**
Setelah itu Liuzhen mengambil Kitab Lima Jari tersebut dia mencoba membuka halaman demi halaman, tetapi pria itu tidak dapat membaca tulisan.
Liuzhen lalu mencoba menyatukan kitab dengan robekan kertas, tiba-tiba hal yang tidak terduga terjadi.
Tulisan yang awalnya tidak dapat dibaca, berubah menjadi bahasa sehari-hari mereka.
Liuzhen kebingungan apa yang harus dia lakukan, meskipun pria itu dapat membacanya tetapi buku itu tidak mengakuinya.
Wu Yong tidak mengerti apa yang dipikirkan Liuzhen setelah sekian waktu, dia lalu bertanya, "Apa kau baik-baik saja?" Tanya Wu Yong.
Wu Yong melihat Liuzhen larut dalam sebuah pemikiran yang dalam, sehingga bertanya kepada pria itu lebih tegas.
Tetapi Liuzhen tidak meresponnya, Wu Yong kembali menegurnya lebih keras sehingga membuat Liuzhen tersadar dari lamunan.
Ketika Liuzhen sadardia melihat tangannya bergetar sendirinya, "Buku ini...." Keringat Liuzhen mengucur dari atas.
Mata Liuzhen lebih tegang dari sebelumnya, Wu Yong semakin khawatir ketika melihat Liuzhen seperti itu.
"Aku tidak apa-apa," ucap Liuzhen kepada Wu Yong yang seolah tahu rasa khawatir pria di sebelahnya itu.
Liuzhen merasakan jika dirinya baru saja dipermainkan oleh buku itu, dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
"Wu Yong... apa yang terjadi barusan?" Tanya Liuzhen kembali kepada Wu Yong.
Wu Yong lalu menjawab, "Tidak ada yang terjadi, aku hanya melihatmu menatap buku itu terlalu lama dan kemudian aku menegurmu," balas Wu Yong memperjelas, "sebenarnya aku sudah memanggilmu berkali-kali sebelumnya, tapi kau tidak merespon," sambung pria itu.
Liuzhen sedikit tersenyum mendengar penjelasan Wu yong, dia sadar jika dirinya baru memasuki dunia ilusi.
Di dalam sana Liuzhen sedang berlatih Kitab Lima Jari, tetapi dirinya tidak berhasil mempelajari ilmu dari buku itu.
Di dalam ilus Kitab Lima Jari seolah memberikan isyarat kepada Liuzhen, jika pria itu tidak mendapat pengakuan dari pemilik sebelumnya.
**
Sebagai permintaan maaf penulis yang telat update, penulis memberikan sedikit informasi tentang Kitab Lima Jari.
Kitab Lima Jari ini nantinya yang akan menemani Liuzhen mengarungi banyak negara demi mencari Kitab Seni Langit lainnya.
Kitab Lima Jari terdiri dari lima tingkatan
1. Kitab Lima Jari Jurus Satu Jari
2. Kitab Lima Jari Jurus Dua Jari
3. Kitab Lima Jari Jurus Tiga Jari
4. Kitab Lima Jari Jurus Empat Jari
5. Kitab Lima Jari Jurus Lima Jari
Teknik ini mampu mengeluarkan jari hingga tangan dewa dari langit yang dapat menghancurkan apa saja disekitarnya, konon kabarnya pemilik terakhir Kitab Lima Jari dimiliki oleh seorang wanita.