Pendekar Penentang Langit

Pendekar Penentang Langit
Ch. 45 - Pagoda I


Seluruh peserta berdiri di tengah lapangan dan mengelilingi sebuah panggung besar, mereka berbaris berbanjar ke belakang.


Pemandangan tersebut nampak biasa saja, tetapi kelompok peserta lulus tambahan sedikit berbeda.


Mereka berbaris diposisi yang berbeda dari peserta lainnya, tidak ada informasi mengenai alasan tersebut.


**


Salah seorang tetua muncul di atas panggung dan berkata, "Selamat untuk kalian semua. Setelah perjalanan yang panjang, sekarang kalian bisa menginjakkan kaki di Perguruan Elang Putih."


Ucapan tetua itu pelan, tetapi suaranya mengandung tenaga dalam yang begitu hebat.


Liuzhen sendiri sulit untuk menakar kekuatan sesepuh itu, dia hanya bisa berdecak kagum merasakan kekuatannya.


Pria tua itu kemudian kembali berbicara, "Sebagai bentuk apresiasi kelulusan kalian, Perguruan Elang Putih memberikan kesempatan kepada pemuda-pemudi yang bertalenta untuk memilih senjata pusakanya masing-masing."


Informasi seperti ini yang ditunggu-tunggu oleh semua orang, mereka menginginkan artefak untuk meningkatkan kekuatan tempur.


Setelah pidato yang cukup menguras waktu, akhirnya para peserta diberikan kesempatan untuk memasuki suatu ruangan.


Pria sepuh itu mengarahkan seluruh murid baru untuk memasuki sebuah pagoda, di dalam sana terdapat banyak harta.


Bagi yang beruntung mereka akan mendapatkan harta yang bagus, bagi yang kurang beruntung mereka hanya menghabisi waktu.


**


Liuzhen dan Wu Yong segera memasuki pagoda tersebut, Wu Yong begitu bersemangat sedangkan Liuzhen tidak terlalu menunjukkannya.


Liuzhen tidak berharap banyak dari pagoda itu karena dia telah memiliki pedang pemberian Yin, tetapi Liuzhen juga tidak berniat untuk menyianyiakan kesempatan.


Pagoda yang mereka masuki memiliki lima tingkatan, masing-masing dari tingkatan terdapat kesulitannya tersendiri.


Ketika para peserta memasuki pagoda, mereka menemukan pil obat tingkat rendah dan beberapa koin emas.


Tidak sedikit yang mengantonginya dan melanjutkan ke lantai kedua, baru saja melangkahkan kaki di anak tangga pertama tiba-tiba sebuah tekanan membebani tubuh mereka.


"Sial... aku tidak berharap kekuatan ini membebaniku," ucap salah satu peserta yang berhasil melangkahkan kaki di beberapa anak tangga.


Hanya beberapa peserta yang merasakan tindasan kuat dari lantai pertama, sedangkan yang lainnya masih berjalan dengan santai.


Tidak hanya Li Liang tetapi beberapa murid lain juga berjalan seperti tidak merasakan apa-apa, tidak ketinggalan Annchi juga berada tepat di belakang Li Liang.


Di sisi lain Liuzhen dan Wu Yong juga berjalan tanpa hambatan, mereka berdua mengincar lantai tertinggi bersama-sama.


Baru saja sampai di lantai kedua Wu Yong sedikit terengah-engah, tetapi di lantai ini Wu Yong dapat merasakan sensasi energi yang berkumpul di sekitar mereka.


Di lantai kedua ini Liuzhen melihat hanya tinggal setengah peserta yang dapat menaikinya, dia lalu melirik Wu Yong dan berkata, "Apa kau begitu capek?" Tanya Liuzhen bingung.


"Tidak... aku hanya sedang berkonsentrasi mengambil energi di sini," sangkal Wu Yong.


Liuzhen tidak begitu tertarik dengan energi di lantai kedua, meskipun energinya berbeda dengan yang ada di bawah.


Pria itu kemudian mengingatkan Wu Yong agar bergegas, karena Liuzhen melihat tidak sedikit orang yang berusaha menaiki lantai ketiga.


Sebelum menaiki lantai ketiga Wu Yong memakan sebuah pil, dia menawari Liuzhen tetapi pria itu menolaknya.


"Jika kau tidak sanggup lagi, beristirahatlah di sini," ucap Liuzhen berinisiatif.


"Apa kau meremehkanku, ayo jalan!" Timpal Wu Yong kepada liuzhen.


Wu Yong dan Liuzhen hanya beristirahat sebentar di lantai kedua, mereka berdua lalu melanjutkan kembali langkah.


Ketika Wu Yong menginjakkan kakinya di anak tangga pertama, dia merasakan tubuhnya ditimpa sesuatu yang besar.


Napas Wu Yong kembali memburu tetapi dia mencoba menahannya, sedangkan Liuzhen hanya mengucapkan, "Sepertinya di sini sudah mulai terasa," gumam pelan Liuzhen.


Pria itu lalu melirik ke arah Wu Yong dia mendapati rekannya itu berwajah tegang, "Apa kau baik-baik saja?" Tanya Liuzhen.


Wu Yong tidak bisa menjawab perkataan Liuzhen, dia hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan.


Liuzhen tersenyum kecil melihat wajah rekannya itu, dia lalu menepuk pundak Wu Yong dan seketika wajah Wu Yong nampak lebih ceria.


Liuzhen menggunakan sedikit trik formasi kepada Wu Yong, dia melihat pria itu sangat kesulitan menaiki.


Orang yang melihat Wu Yong kesulitan seketika kebingungan, mereka tidak mengerti kenapa Wu Yong tiba-tiba bisa dengan mudah mengangkat kakinya.