
Chan Juan memberikan informasi kepada A Fan dengan cukup baik, bahkan A Fan harus mengeluarkan uang banyak.
Ketika mereka sampai diujung pembicaraan, Chan Juan mengingatkan agar A Fan berhati-hati.
A Fan mengerti maksud ucapan wanita itu, sehingga dia menerima nasihat dari chan Juan.
Setelah mendapatkan informasi yang cukup A Fan berpamitan kepada Chan Juan, "Nona, berbicara denganmu membuatku tidak sadar akan waktu, apalagi informasi yang kudapati sudah lebih dari cukup, kalau begitu aku mohon pamit dulu," ucap A Fan santai.
Di pertengahan jalan A Fan melihat Anzhu bertarung dengan banyak orang, bahkan kemampuan mereka jauh diatas Anzhu.
Sang Kakek yang melihat hal tersebut mencoba mendekat dan memperhatikan, tetapi semakin lama dilihat Anzhu semakin banyak menerima luka.
A Fan memutuskan untuk membantu wanita kecil tersebut, "Maaf nona sekalian, biarkan pria tua ini menjadi penengah bagi kalian." Sapa Sang Kakek menghampiri.
Yu Yan yang melihat Sang Kakek menjadi lebih geram, "Heii orang tua, apakah kau tidak memiliki pekerjaan lain selain mengganggu kami?" Balas Yu Yan agresif.
Anzhu yang mendengar hal tersebut ingin menghajar kembali wanita itu, hanya saja tubuhnya sudah mencapai batas.
Melawan empat orang senior sekaligus dengan kemampuan puncak Pendekar Ahli cukup menguras tenaga Anzhu.
Sang Kakek yang melihat reaksi Anzhu tersenyum tipis sebelum mengeluarkan aura sejati miliknya.
Empat orang senior sekaligus terpental menjauh seketika, kemudian Sang Kakek langsung membawa Anzhu pergi.
Setelah kejadian itu Anzhu lebih giat berlatih sedangkan Sang Kakek rutin mencari informasi Naga Hitam dan keberadaan Liuzhen.
Berbulan-bulan berlalu Anzhu kini menjadi perwakilan sekte Gunung Persik untuk membuka pertandingan dua tahun sekali. Pemenang akan mendapatkan tiket menjadi murid sekte luar Gunung Persik.
Disisi lain Sang Kakek mulai merasakan keberadaan Liuzhen samar hanya saja aura tersebut terlalu tipis.
**
Disisi lain Liuzhen merasakan dirinya sudah cukup membaik, dia bahkan seharusnya bisa kabur dengan mudah.
Xiao Mei memperingati Liuzhen agar tidak memiliki niat buruk jika dia ingin melanjutkan kehidupannya dengan baik.
Liuzhen tidak bisa berbuat apa-apa meskipun telah pulih, dia harus mempertimbangkan keberadaan barangnya dan kebaikan mereka.
Baru saja Xiao Mei memperingati Liuzhen, tiba-tiba pintu rumah hancur bersamaan dengan terlemparnya Yu Fei.
Kejadian begitu cepat, bahkan Xiao Mei dan Changyi tidak dapat mencerna apa yang telah terjadi.
Mereka berdua mulai memahami ketika seseorang berbicara tentang tugas penyelidikan tempo hari.
"Bagus! Kau berani menyembunyikan seorang tahanan di sini," gumam Wang Wei menepuk tangan.
Changyi yang melihat Yu Fei tak berdaya tanpa pikir panjang langsung menyerang Wang Wei, tetapi tindakannya dengan mudah dilumpuhkan oleh tim Penegak Hukum.
Wajah yang ditunjukkan oleh Xiao Mei membuat Wang Wei merasa tidak puas, malah dengan mudahnya dia ingin menendang wanita tersebut.
Xiao Mei cukup pasrah dengan keadaan, dia tidak bisa melawan Wang Wei ditambah keberadaan tim Penegak Hukum di sampingnya.
Baru saja Wang Wei mengangkat kaki ke arah Xiao Mei, sebuah batu kerikil menghantam tubuhnya dengan keras.
"Aku tidak pernah melihat seseorang yang begitu keras untuk menghancurkan harga dirinya," ucap Liuzhen beranjak dari tempat tidur.
"Malah seekor anjing akan lebih pintar untuk menahan diri," sambung Liuzhen.
"Kurang ajar, bocah sepertimu berani melawan," ucap salah seorang Penegak Hukum.
Liuzhen kembali melempar sebuah roti kecil di tangannya, dan beberapa orang prajurit langsung terjatuh, "Padahal makanan itu sangat lezat bagiku," gumam Liuzhen menyesal.
"Bocah sialan, Kau berani melawan kami sama saja kau melawan pemerintah Chu." Timpal salah seorang Penegak Hukum Chu.
"Bahkan sampai sekarang aku tidak mengerti apa yang kalian ucapkan, tapi yang ku tahu seorang wanita sedang membutuhkan pertolongan," ucap Liuzhen menggerakkan lehernya yang tidak bunyi.
Liuzhen berjalan mendekati Changyi, "Senior aku masih memerlukan bantuanmu, bisakah kau menyampaikan perkataanku pada mereka," ucap Liuzhen sambil membantu Changyi berdiri.
Changyi cuma bisa mengangguk dengan perkataan Liuzhen, dia justru tidak mengerti lagi siapa sebenarnya yang senior diantara mereka.
"Bocah sialan!" Teriak Wang Wei mengeluarkan kekuatan terbaiknya.
Liuzhen yang melihat hal tersebut berpindah lebih cepat dan langsung menjatuhkan Wang Wei dalam sekali gerakan, bahkan tim Penegak Hukum tidak dapat melihat kecepatan Liuzhen.
"Katakan pada mereka, jika tidak pergi maka tidak akan bisa pergi lagi selamanya," ucap Liuzhen geram.
Changyi langsung menyampaikan pesan Liuzhen pada mereka, tentu dengan bahasa yang lebih sopan.
Xiao Mei yang melihat tindakan Liuzhen cuma bisa diam seribu bahasa, dia kemudian teringat dengan beberapa ucapannya.
Setelah Changyi menyampaikan pesan Liuzhen tim Penegak Hukum dan Wang Wei kembali dengan terpaksa, mereka tidak bisa memprovokasi Yu Fei dalam waktu dekat.
Kekuatan yang ditunjukkan Liuzhen menjadi tanda bahaya bagi tim Penegak Hukum Chu untuk melanjutkan.
"Aku khawatir mereka akan kembali dalam waktu dekat," ucap Yu Fei dalam keadaan terbatuk-batuk.
Penegak Hukum merupakan tim yang dibentuk pemerintahan Negara Chu untuk menyelesaikan suatu perkara, mereka terbagi menjadi beberapa divisi berdasarkan kekuatan.
Sedangkan Wang Wei bukanlah tim Penegak Hukum, hanya saja karena kekuasaan keluarganya dia bisa memanipulasi perintah.
Yu Fei mencoba menjelaskan keadaan yang terjadi, tetapi Wang Wei memang sudah menargetkan dirinya sejak awal.
Yu Fei juga berterimakasih kepada Liuzhen yang telah membantu, namun Liuzhen harus menolak hal tersebut. Dia sadar jika hal ini terjadi karena dirinya masih berada di dalam rumah mereka.