Pendekar Penentang Langit

Pendekar Penentang Langit
Ch. 36 - Bantuan I


Sebenarnya Annchi memiliki paras yang tidak kalah indah, hanya saja sifat yang begitu dingin membuat orang enggan mendekati.


Ditambah ada beberapa konflik diantara Annchi dan Liuzhen sebelumnya, tetapi sampai sekarang Liuzhen masih tidak mengerti selain keributan Wu Yong di kamar.


Annchi juga tidak beniat membuat Liuzhen menguntitnya berlama-lama, hanya saja dia harus fokus dengan latihan sehingga tidak bisa menegur Liuzhen lebih dahulu.


Di sisi lain Liuzhen penasaran dengan gerakan wanita itu, dia ingin melihat sekeras apa Annchi melatih gerakan tersebut.


Tidak ada maksud lain dari Liuzhen, tetapi semakin dia melihat dirinya teringat akan seseorang.


**


Ayunan pedang Annchi hampir saja mengenai Liuzhen, pria itu masih menyempatkan diri melamun.


"Kauu... kau kira hanya karena pukulanmu bisa menggeserkan besi tua itu lalu membuatmu meremehkanku," geram Annchi.


Liuzhen kemudian mencoba menenangkan wanita di hadapannya, tetapi tidak ada satu katapun digubris.


"Nona... maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu marah. Biarlah kejadian di kamar menjadi sebuah masa lalu," ucap Liuzhen sambil menghindari serangan Annchi.


Perkataan Liuzhen tidak membuat Annchi semakin tenang, melainkan sebaliknya dia meningkatkan kecepatan serangan.


"Dasar bodoh! Jangan berbicara lagi, kau membuatnya terdengar aneh...."


Liuzhen bertanya-tanya dalam hati, "Apa yang salah? Wanita ini apa dia memiliki dendam kesumat padaku."


Di sisi lain Annchi juga bergumam, "Pria ini... bahkan bisa menghindari seranganku dengan mudah," ucap Annchi dalam hati.


Setelah mengeluarkan beberapa puluh serangan, Annchi kemudian memutuskan untuk berhenti.


"Kauu... apa semua orang sepertimu cuma bisa menghindar? Kau begitu memalukan, bagaimana bisa kau mendaftar di Elang Putih," gerutu Annchi kesal.


"Aku tidak tau orang seperti apa yang merekomendasikanmu, tetapi yang pasti dia terlalu bodoh," sambung Annchi.


Liuzhen yang mendengar perkataan Annchi kemudian berhenti dan menggubris wanita itu, "Nona... tidak. Namamu Annchi bukan? Aku tidak tahu permasalahanmu padaku, aku sudah meminta maaf untuk kesekian kalinya jika itu tentang temanku dan kamar, jika hal tersebut mengenai hari ini aku juga meminta maaf telah membuatmu terganggu selama latihan."


"Tapi... ada batasan-batasan ketika kau harus berbicara tentang seseorang," ucap Liuzhen pelan.


Tanpa disadari perkataan Liuzhen membuat sedikit tekanan auranya keluar, sehingga Annchi merasakan aura pembunuh sesaat.


"Kau... auramu." Annchi bersiap menyerang kembali, tetapi tekanan Liuzhen membuatnya patah semangat.


**


Wu Yong berlari begitu cepat dia tidak ingin berurusan dengan mereka berdua, "Hampir saja wanita itu membunuhku," gumam pelan Wu Yong sambil menepuk dadanya.


Dari jauh Wu Yong melihat peserta lainnya sibuk berlatih, dia berpikir apakah dirinya yang terlalu santai.


"Sial... bagaimana caraku mendekati saudara Li ya?" Tanya Wu Yong dalam hati, "jika seperti ini terus, aku tidak akan bisa mengalahkan seseorang," sambung Wu Yong khawatir.


Perlahan Wu Yong berjalan dan mengintip pertarungan Liuzhen, tidak lama dari itu dia melihat Annchi sedikit tersudut.


Padahal awalnya Annchi yang menyerang begitu banyak, tetapi sekarang wanita kecil tersebut terlihat tidak berdaya.


Wu Yong lalu mencoba mendekat dan berteriak, "Saudara Li!" Kata Wu Yong sambil melambaikan tangan.


Baru saja Liuzhen menoleh ke arah Wu Yong, wanita itu langsung mengambil kesempatan dan pergi menjauh dari Liuzhen.


Wu Yong terlihat bingung, tetapi sekarang dirinya sudah di hadapan Liuzhen, "Saudara Li, wanita itu...." Belum Wu Yong menyelesaikan perkataannya Liuzhen menimpal, "Biarkan saja."


Wu Yong kemudian tidak mempertanyakan apa yang sedang dilakukan mereka berdua, melainkan dia ingin Liuzhen membantunya.


"Saudara Li... sebenarnya aku tidak tau harus berbicara pada siapa lagi, tetapi melihat kemampuan bertarungmu barusan dan yang lalu, aku yakin kau mampu membantuku," ucap Wu Yong memelas.


"Ada apa? Katakanlah," balas Liuzhen menyipitkan mata.


Wu Yong kemudian menjelaskan jika dirinya ingin agar Liuzhen membantunya di pengujian besok, pria itu berkata jika Liuzhen bersedia membantunya dia akan melakukan apapun.


Awalnya Liuzhen menolak, setelah Wu Yong mengatakan apapun Liuzhen kemudian memberikan syarat, "Alkimia! Bagaimana jika kau mengajariku tentang itu."


Wu Yong tidak memiliki pilihan lain, dirinya terpaksa menyanggupi perkataan Liuzhen.


Liuzhen kemudian memberikan sebuah kristal putih kepada pria tersebut, Wu Yong terlihat bingung dengan benda pemberian Liuzhen lalu dia bertanya, "Apa ini?"


Liuzhen menjelaskan secara singkat jika benda ini akan membantu kultivasinya, Liuzhen sedikit mengarahkan tenaganya ke dalam kristal dan formasi terbuka.


Wu Yong terkejut bukan main ketika merasakan pancaran energi dari kristal tersebut, dia lalu memutuskan untuk berkultivasi langsung.


**


Guyss kali ini Pendekar Penentang Langit update 2 chapter sekaligus, silahkan dinikmati... jika kalian menyukai silahkan memberikan dukungannya dengan cara Like dan Coment


Tingkatan Pendekar


1. Pendekar Muda (pemula) 1-9


2. Pendekar Ahli 1-9


3. Pendekar Pejuang 1-9


4. Pendekar Raja 1-9


5. Pendekar Roh 1-9


6. Alam Suci 1-9