Pendekar Penentang Langit

Pendekar Penentang Langit
Ch. 37 - Bantuan II


Setelah beberapa saat Wu Yong berkultivasi, dia merasakan tubuhnya dipenuhi banyak energi murni.


Bahkan hanya beberapa yang dapat diserap oleh Wu Yong saking banyaknya, tubuh pria itu tidak sanggup untuk menampung seluruh energi kristal.


Wu Yong tidak sadar jika dia sudah berkultivasi sampai larut malam, setelah Wu Yong itu dia mencoba mencari Liuzhen yang meninggalkannya.


Meskipun hanya sebentar dia berkultivasi tetapi manfaat yang didapatkan begitu luar biasa, sekarang dia telah menaiki satu tingkatan, Ahli Ke-7.


Wu Yong lalu pergi mencari Liuzhen, dia ingin memberitahu kabar gembira tersebut.


Pria itu berlari begitu cepat saking cepatnya dia melwati begitu saja seseorang, Li Liang yang merasakan hembusan napas Wu Yong sedikit terkejut.


Pancaran aura Wu Yong begitu berbeda dirasakan oleh Li Liang, "Apa aku salah mengira?" Tanya Li Liang dalam hati.


"Bahkan hembusan napasnya begitu stabil, dia... apakah naik tingkat?" Sambung Li Liang penasaran.


Wu Yong kemudian memasuki kamar Liuzhen tanpa menggedornya, "Saudara Li...." Teriak Wu Yong menerobos.


Annchi yang merasakan kedatangan perusuh langsung menghepas pedangnya ke lantai bawah, untung saja Wu Yong mampu menghindarinya dengan baik.


Wu Yong tidak begitu memperdulikan tindakan Annchi hal itu sudah biasa baginya, dia lalu melihat sekitarnya tapi tidak menemukan Liuzhen.


"Kemana saudara Li ya," gumam Wu Yong sambil menggaruk kepalanya.


Dia kemudian berteriak ke arah datangnya pedang, "Nona Annchi, apakau mengetahui saudaraku kemana?"


Annchi yang mendengar membalas teriakan Wu Yong dengan lemparan sebuah pedang lagi, kali ini pedang itu lebih cepat.


Wu Yong menghindari pedang tersebut dan berkata, "Nona semakin hari pedang di kamar saudaraku semakin banyak," ucap Wu Yong sambil pergi.


**


Di sisi lain Liuzhen mencoba mencari tempat untuk menenangkan diri, dia khawatir Wu Yong akan segera akan menganggunya.


Liuzhen kemudian mencoba melatih gerakan berpedangnya, satu demi satu tusukan dan tebasan dia keluarkan.


Pria itu masih ingat betul pembelajaran dari Yin, dia menggerakkan pedang hitamnya dengan perlahan.


Ayunan pedang Liuzhen semakin lama semakin cepat, dia mencoba menggabungkan gerakan Annchi yang didapatkan dengan seni pedang yang dia miliki.


Liuzhen begitu bersemangat memainkan pedangnya, meskipun berat pedang itu tidak main-main.


"Pedang Penghancur Malam!" Ucap Liuzhen yang mengarahkan tebasannya ke beberapa pohon.


Tidak hanya itu ayunan kedua Liuzhen mengeluarkan aura berwarna hitam dan menghancurkan lebih banyak kayu besar.


Ketika Liuzhen ingin mengayunkan teknik Pedang Penghancur Malam untuk ketiga kalinya, dia merasakan tulang tangannya seperti retak.


"Ahhh... mungkin ini batasanku," ucap Liuzhen murung.


"Tapi gerakan wanita itu, sangat cocok dengan teknik berpedangku... mungkin nanti akan kucoba mengembangkannya," sambung Liuzhen.


Baru beberapa saat Liuzhen berhenti tiba-tiba dia merasakan kehadiran seseorang, "Siapa?" Tanya Liuzhen berhati-hati.


Pria itu kemudian menampakkan diri, "Hehe... kau langsung bisa merasakanku," sahut Wu Yong menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Saudara Li... kau begitu luar biasa! Lihatlah, pepohonan itu kau hancurkan begitu saja... luar biasa sekali kau dalam menghancurkan tumbuhan itu," sindir Wu Yong.


"Uhukk...." Liuzhen tidak dapat menyangkalnya, dia kemudian mengisyaratkan kepada Wu Yong untuk tidak memberitahukan kepada orang lain.


Wo Yong menerima perkataan Liuzhen, dia juga bercerita tantang benda pemberian Liuzhen tadi sore.


"Saudara Li, benda itu sangat luar biasa kau memberikan padaku begitu saja, bagaimana bisa aku memberitahukan kepada orang lain masalah sesepele ini," ucap Wu Yong yang menghilangkan sifat cinta alamnya sementara.


Liuzhen sedikit tersenyum dan berkata, "Apakau tidak penasaran dari mana aku mendapatkannya?" Tanya Liuzhen.


"Itu rahasiamu, jika kau ingin memberitahu pasti akan kau telah mengatakannya padaku," balas Wu Yong kembali.


Mereka berdua kemudian berbincang sambil berjalan pulang, Liuzhen mengatakan kepada Wu Yong jika dia sudah menyusun sebuah strategi untuk besok pagi.


**


Tingkatan Pendekar


1. Pendekar Muda (pemula) 1-9


2. Pendekar Ahli 1-9


3. Pendekar Pejuang 1-9


4. Pendekar Raja 1-9


5. Pendekar Roh 1-9


6. Alam Suci 1-9