
Yu Fei dan yang lainnya mampu mengikuti musuh tanpa diketahui, mereka bahkan telah masuk ke dalam gua dan sedang berada di suatu ruangan.
Sebelum mereka memasuki lebih dalam Xiao Mei menyampaikan saran, dia berkata, "Ketua... bagaimana dengan adik Li?" Perkataan Xiao Mei membuat yang lain tertegun.
"Dua orang tingkat Pejuang mati begitu saja saat terkena jebakan, bukankah ini sangat berbahaya?" Sambung Xiao Mei.
Ucapan Xiao Mei memang benar adanya, saat tim di depan Yu Fei memasuki gua salah satu diantara mereka langsung terkena jebakan dan mati di tempat.
Yu Fei cukup terkejut ketika menyaksikan hal itu, padahal musuh saat itu sedang berada pada tahap Pendekar Pejuang tingkat akhir.
Tidak berselang lama dari kematian musuh, satu lagi dari tim mereka juga ikut terkena jebakan dan berujung kematian.
Yu Fei dan rekannya yang melihat hal itu harus berpikir ulang, bukan harta berlimpah atau kemakmuran di dalam sana tetapi mereka harus mengetahui tentang nyawa.
Meskipun kejadian itu mereka saksikan bersama tetapi Yuwen berusaha meyakinkan, pria itu mencoba agar yang lainnya tidak ragu-ragu.
Yuwen mengatakan, "Seorang petarung dilahirkan untuk menjadi petarung bukan pecundang, kematian adalah makanan sehari-hari kita, bagaimana bisa kalian melupakannya? Bahkan sebenarnya nyawa kita tidak seberapa bila dibandingkan dengan sedikit manfaat di dalam sana."
"Peta Makam Kaisar Pertama sangat sulit ditemukan, membutuhkan banyak keluarga besar untuk bersatu, dan hari ini mereka menyatukan seluruh peta, moment seperti ini tidak akan terulang untuk kedua kalinya," ucap Yuwen kepada yang lainnya, "pendekar tidak akan pernah menjadi pendekar jika kematian saja dia takuti," sambung Yuwen menyemangati.
Hati Yu Fei dan Changyi ikut tergerak dengan kata-kata Yuwen, tetapi Xiao Mei masih berpikir realistis.
Wanita itu berpendapat jika nyawa adalah segalanya, dan jika seorang pendekar mati apalah artinya menjadi pendekar itu.
Tetapi perkataan itu hanya sebatas pikiran Xiao Mei, dia tidak ingin menjatuhkan keyakinan Yu Fei dan Changyi.
Setelah memutuskan untuk memasuki gua, Yu Fei dan yang lainnya kehilangan jejak musuh.
Bahkan bagian peta yang musuh pegang berada di lantai ruangan, Yuwen kemudian mengambilnya dan memperlihatkan kepada yang lainnya.
Firasat buruk Yuwen mulai timbul, tetapi dia tidak bisa kembali lagi setelah sejauh ini melangkah.
Gua itu terlihat seperti gua pada umumnya tetapi di dalam sana sangat jauh berbeda, saat pertama kali menginjakkan kaki aura yang menjijikkan dapat mereka rasakan.
Tidak hanya itu suasana di dalam begitu dingin, padahal tidak ada angin yang bertiup.
**
Dalam hitungan detik seluruh pohon menjadi musuh Liuzhen, kemampuan yang diperlihatkan oleh Mi adalah kekuatan sesungguhnya.
Liuzhen ingin mengumpat pada dirinya tetapi hal itu percuma dilakukannya, sekarang yang terpenting adalah bagaimana menghentikan kemampuan musuh.
Tidak lama sebuah pedang ditarik oleh Liuzhen dari dalam kotak kecil, pedang itu memberikan tekanan berbeda di sekitarnya.
Mengangkatnya saja membutuhkan usaha ekstra bagi banyak pendekar, tetapi untuk Liuzhen hal itu berbeda.
Liuzhen mampu menggunakan pedang hitam miliknya dengan leluasa, setiap ayunan yang dia mainkan mampu memberikan getaran kuat bagi lingkungan.
Pria tua yang melihat Liuzhen mengeluarkan senjata kembali bersuara, "Hahaha... seratus bahkan ribuan pedang sekalipun, tidak akan berarti dimataku," ucap pria sepuh sambil memainkan telunjuknya, tiba-tiba satu pohon besar runcing mengarah cepat ke arah Liuzhen.
Mata Liuzhen melebar ketika melihat kayu yang sangat besar dan tajam datang ke arahnya, bahkan kecepatan pohon itu terbilang sangat cepat.
Saat Liuzhen ingin menghindarinya, tiba-tiba kakinya tersangkut oleh sebuah akar menjalar.
Pria itu tidak dapat bergerak dengan leluasa, Liuzhen sudah mencoba untuk memotongnya tetapi akar-akar itu tidak ada habis-habisnya.
Di sisi lain dia juga sedang berhadapan dengan pohon besar, kayu itu melesat kuat padanya.
Liuzhen tidak bisa menghindari pohon itu lagi, dia hanya memiliki satu cara yaitu menghancurkannya.
"Pedang Penghancur Malam!" Gumam Liuzhen sambil mengayunkan pedangnya.
Dalam beberapa saat energi kuat terkumpul pada pedang Liuzhen, kemudian energi itu menyatu membentuk warna hitam pekat.
Ayunan pedang Liuzhen meruntuhkan udara di sekitar, bahkan membuat layu akar yang mengikat kaki pria itu.
Teknik Pedang Penghancur Malam milik Liuzhen sudah mengalami peningkatan, semakin kuat fisik Liuzhen maka teknik tersebut semakin kuat.
Hempasan angin yang memotong angin lainnya, kira-kira seperti itu area di sekitar Liuzhen.