
"Ehm ...," Mira menggeliat dan mengerjapkan matanya karena terusik oleh sinar mentari yang telah menerangi kamar Lingga.
"Selamat pagi putri tidur," ucap Lingga dengan tersenyum ke arah wanita yang baru saja bangun itu.
Lingga saat ini tengah berbaring dengan posisi menyamping. Sebelah lengannya tertekuk dan menopang kepalanya, sambil terus memandangi wajah Mira yang masih terlihat kelelahan.
"Pagi ...," ucap Mira yang membalas senyum Lingga.
"Apa tidurmu nyenyak, hem?" tanya Lingga sambil mengusap lembut pipi wanita di depannya.
"Kak, apa aku pingsan semalam?" tanya Mira yang tiba-tiba merona.
"Maaf ya. Aku terlalu bersemangat untuk menghukummu," sahut Lingga dengan sebuah kecupan di kening.
"Jangan ingetin lagi deh," keluh Mira sambil menyembunyikan wajahnya dalam dada Lingga.
Wanita itu meringsek masuk ke dalam pelukan Lingga dengan sendirinya, membuat sang casanova tergelak.
"Akhirnya, aku bisa mengalahkan si pel*cur yang tak bisa mendesah, hahahaha …," ucap Lingga yang membuat Mira semakin mengeratkan pelukannya.
"Nyebelin," gerutu Mira.
Pagi yang indah untuk mereka berdua. Mira merasa badannya remuk, seakan semua tulang lepas dari tempatmya.
Bahkan, untuk berjalan ke kamar mandi pun, pinggangnya serasa lemas hingga membuatnya hampir terjatuh.
Lingga merasa khawatir melihatnya, namun ia pun tak bisa menahan senyumnya kala melihat hasil perbuatannya semalam.
Dia pun kemudian membopong Mira ke dalam kamar mandi dan mendudukkannya di atas closet duduk.
"Apa kau bisa sendiri?" tanya Lingga.
"Iya, Kak. Aku bisa kok mandi sendiri," jawab Mira yang masih terlihat lemas.
"Beneran? Aku bantu aja yah. Takutnya kamu pingsan lagi," tawar Lingga.
"Nggak papa. Udah sana kamu keluar aja, Kak," seru Mira sambil mendorong Lingga yang terus berdiri di hadapannya.
"Ya udah. Tapi kalau ada apa-apa, panggil aku ya," ucap Lingga pada akhirnya.
Mira pun mengangguk, disusul dengan Lingga yang menutup pintu kamar mandi.
Cukup lama Mira mandi, sekitar setengah jam, hingga akhirnya wanita itu membuka pintu.
Lingga segera berjalan cepat menghampiri Mira yang terlihat kesusahan berjalan.
Lingga mengambil sebuah handuk kering dari lemari, dan mengelap rambut wanitanya yang masih basah.
"Aku bisa sendiri, Kak," ucap Mira yang berusaha meraih handuk dari tangan Lingga.
"Udah, biar aku aja. Kamu diem aja sambil mandangin wajahku dari cermin," sahut Lingga yang tersenyum ke arah pantulan Mira.
Wanita itu pun kemudian diam dan menikmati perlakuan lembut prianya pagi ini. Sungguh tak pernah ia duga sebelumnya, jika dirinya bisa merasakan kehangatan dan perhatian dari seseorang.
Sempat terbersit di benak Mira, akankah masa indah ini berlalu suatu hari nanti. Tiba-tiba, raut wajahnya berubah muram. Namun ia cepat-cepat menepis pikiran itu dari otaknya.
Nikmati saja yang ada sekarang. Toh hubungan ini dari awal juga sebatas pekerjaan kan, batin Mira yang terasa perih saat mengingatnya kembali.
Lingga meletakkan handuk di meja, dan meraih hair dryer yang ada di dalam laci. Ia menyambungkan kabelnya ke stop kontak, dan menekan tombol On. Dengan begitu telaten, pria itu mengeringkan surai hitam Mira.
"Selesai," ucap Lingga saat berhasil menyelesaikannya.
Mira mengulas senyum tipis, dan memandang ke arah pantulan Lingga di cermin.
"Kamu mandi gih. Aku bisa lanjutin sendiri kok," ucapnya.
"Ya udah. Aku mandi dulu ya. Tapi kalau ada apa-apa, beneran cepat panggil aku," seru Lingga.
Mira pun hanya mengangguk sembari tersenyum.
.
.
.
.
gimana nggak lemes nyai, bang galingnya ganas bener, kek singa laper🤣🤣🤣
Mira : thor, dah pernah kena santet online belum?🤬
sebelum lu nyantet othor, othor tamatin nih nupel, hayo lho🤣🤣🤣🤣
garing, abaikan aja nggak penting😅😅😅
Jangan lupa like dan komen yah😊 kembang ma kopi juga boleh banget😁