Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 95 MASAL (Malik & Sabila) Tumbuh Benih Cinta


Malik langsung melempar ponselnya ke atas meja kerjanya dengan kasar setelah melihat pesan yang dikirim oleh Sabila sambil tersenyum sinis. 


"Pintar sekali kamu merangkai kata-kata, dan untuk saat ini aku tidak akan tersentuh oleh kata-kata mu lagi Sabila Rahman" ucap Malik ketika dirinya mengingat kembali pesan yang dikirim oleh Sabila untuknya. 


Sore hari setelah Malik pulang dari kantor entah mengapa dirinya melajukan motor yang dibawanya menuju jalan dimana rumah Sabila berada dan berhenti tepat di halaman rumah Sabila. 


Tok………tok………..tok


"Assalamualaikum" ujar Malik memberi salam sambil mengetuk pintu rumah Sabila. 


"Waalaikumussalam" jawab ibu Leli, ibu dari Sabila sambil membuka pintu dan menjabat tangan Malik saat Malik mengulurkan tangannya ke hadapan mertuanya. "Nak Malik, silahkan masuk" ujar ibu Leli mempersilahkan Malik masuk. 


"Apa dek Malik datang sendiri?, kemana Sabila kenapa tidak diajak sekalian?" tanya ibu Leli membuat Malik langsung mengangkat kedua alisnya merasa bingung. 


"Bukannya Sabila berada disini bu?" 


"Tidak nak Sabila tidak berada disini, apa kalian sedang bertengkar?" 


"Tidak bu kami baik-baik saja, aku kira Sabila berada disini" ujar Malik yang langsung beranjak dari tempat duduknya. 


"Nak mau kemana?" 


"Aku lupa bu, ada urusan kantor yang belum aku selesaikan" bohong Malik kemudian dirinya langsung berpamitan untuk pulang. 


"Teganya dirimu mempermainkanku Sabila, kamu bilang kamu ingin mengunjungi ibu, tapi apa, kamu malah membohongiku, apa ini alasan kamu agar kamu bisa pergi dengan kekasihmu, menjijikan sekali dirimu, aku kira kamu wanita baik-baik" ucap Malik ketika dirinya sudah keluar dari rumah Sabila menuju motor miliknya yang terparkir di halaman rumah Sabila. 


Malik yang sudah sampai rumah langsung menuju kamarnya dan dirinya langsung menatap sinis ke arah Sabila yang sedang berada di depan meja rias sambil menyisir rambutnya ketika dirinya baru selesai membersihkan badannya. 


"Mas Malik sudah pulang" ujar Sabila sambil tersenyum dan menghampiri Malik sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Malik, tapi Malik tidak peduli pada Sabila yang sedang mengulurkan tangannya, Malik malah menepis tangan Sabila membuat Sabila langsung terkejut. 


"Mas apa yang mas Malik lakukan, ini tidak benar seharusnya mas Malik balik menjabat tanganku seperti ini" ujar Sabila sambil meraih tangan Malik dan dirinya langsung mencium punggung tangan Malik. 


"Dari mana saja kamu?" tanya Malik setelah Sabila melepas tangannya. 


"Kenapa mas……….."


"Apa kamu habis pergi dengan kekasihmu itu, setelah kamu pulang dari mengajar, pintar sekali kamu beralasan ingin mengunjungi ibu tapi ternyata kamu pergi dengan kekasihmu itu" ujar Malik dengan kesal membuat Sabila langsung tersenyum. 


"Apa mas Malik cemburu?, kalau mas Malik cemburu artinya mas Malik sudah mulai menyukaiku" ujar Sabila sambil tersenyum kearah Malik yang sedang menatap tajam kearah Sabila.


"Omong kosong, untuk apa aku cemburu kepada istri seperti dirimu yang suka membohongi suaminya sendiri" ujar Malik sambil membelakangi Sabila. 


"Terima kasih mas Malik sudah menganggap aku sebagai istri mas Malik" ujar Sabila sambil tersenyum kemudian dirinya langsung memeluk tubuh Malik dari belakang, membuat Malik langsung melepaskan tangan Sabila yang masih memeluknya dan Malik langsung membalik tubuhnya menghadap Sabila yang sedang tersenyum manis ke arah Malik. 


"Jangan menggodaku, aku tidak akan pernah mempan dengan rayuan yang keluar dari mulut manismu itu." 


"Aku tidak merayu mas, aku hanya merasa senang akhirnya mas Malik menganggapku sebagai istri mas Malik." 


"Cih istri macam apa, kalau kamu pergi dengan laki-laki lain."


"Siapa yang pergi dengan laki-laki lain?" 


"Aku tidak pernah membohongi mas Malik, dan aku tidak pernah pergi dengan laki-laki lain," ujar Sabila sambil tersenyum manis. "Aku memang meminta izin kepada mas Malik untuk mengunjungi ibu, tapi mas Malik tidak menjawab pesanku, jadi aku urungkan mengunjungi ibu mas, aku takut mas Malik tidak mengijinkan aku, karena aku tidak ingin pergi kemanapun tanpa seizin mas Malik yang sekarang menjadi suamiku, karena hanya mas Malik yang sekarang berhak penuh atas diriku." jelas Sabila sambil tersenyum manis ke arah Malik yang sedang menatapnya. "Dan tadi aku langsung pulang kerumah, setelah pulang mengajar, kemudian aku ikut bapak dan ibu menghadiri acara pengajian" jelas Sabila lagi tapi Malik tidak menghiraukan penjelasan Sabila karena dirinya langsung masuk kedalam kamar mandi.


"Aku akan membuat mas Malik mencintaiku, dan kita akan menjalani rumah tangga yang diridhoi oleh Allah mas" gumam Sabila dalam hati saat Malik sudah masuk kedalam kamar mandi. 


"Mas Malik makan malam sudah siap, mari kita makan malam bersama, bapak dan ibu sudah menunggu kita" ujar Sabila ketika dirinya baru selesai menyiapkan makan malam, kemudian Sabila langsung masuk kedalam kamar untuk memanggil Malik yang masih berada didalam kamar. 


"Pakailah jaket ini," ujar Malik sambil memberikan jaket kepada Sabila. 


"Kita mau kemana mas?" tanya Sabila sambil mengambil jaket yang diberikan oleh Malik dan melihat Malik sudah siap dengan jaketnya. 


"Kita pergi ke rumahmu, kamu merindukan ibumu bukan?" tanya Malik membuat Sabila langsung tersenyum manis ke arah Malik. 


"Ter………….." 


"Tidak usah bicara lagi" ucap Malik memotong perkataan Sabila dan dirinya langsung keluar dari kamar diikuti Sabila dari belakangnya, yang tersenyum bahagia.


"Mau kemana kalian?" tanya pak Sofyan ketika melihat Malik dan Sabila keluar dari kamar dengan jaket yang sudah melekat di tubuh keduanya.


"Kami ingin pergi kerumah ibu, pak," terang Sabila menjawab pertanyaan dari mertuanya. 


"Apa kalian tidak makan malam terlebih dahulu," 


"Tidak, nanti kita kemalaman" sambung Malik dengan singkat. 


"Tapi………"


"Baiklah kalau begitu hati-hati dijalan yah nak, salam untuk ibu," ujar pak Sofyan memotong perkataan istrinya. 


"Baik terima kasih, kami permisi dulu pak, bu" ujar Sabila kemudian dirinya langsung berpamitan kepada kedua mertuanya sambil bersalaman dan mencium punggung tangan keduanya, dan Sabila langsung menyusul Malik yang sudah keluar rumah terlebih dahulu. 


"Pak kenapa bapak memotong perkataan ibu?" tanya ibu Sofyan kepada suaminya ketika Sabila sudah keluar dari rumah. 


"Biarkan mereka menjadi lebih dekat, agar tumbuh benih cinta diantara keduanya bu," jelas pak Sofyan kepada istrinya. "Agar ibu tidak menyalahkan Berlian terus atas perilaku Malik terhadap Sabila" ucap pak Sofyan lagi menyindir istrinya. 


"Maaf pak," ujar bu Sofyan sambil tertunduk malu menyesali apa yang dirinya lakukan kepada Berlian. 


*


*


*


Bersambung.........................


Like, komen jangan ditinggal, kalau mau ngasih bunga otor terima, apalagi kalau sama kebonnya, otor lebih seneng lagi 😂😂😂😂😂😂


Ada yang kangen sama pasangan somplak g? Komen ya😂😂😂😂😂😂