Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 118 Resepsi Pernikahan


Dua bulan kemudian 


"Bagaimana sayang, gaunnya tidak membuat kamu susah bergerak dan tidak menyakiti cucu mamah bukan?" tanya Veronica saat Berlian selesai di make up, dan desainer tersebut sedang mengenakan gaun pengantin di tubuh Berlian. 


"Maaf ya mah, gaun yang sudah mamah belikan untukku tidak ada yang muat satupun, dan akhirnya mamah harus memesan gaun pengantin ini untuk aku kenalan," ucap Berlian sambil mengenakan gaun pengantin dengan dibantu oleh desainer. 


"Tidak masalah sayang, kita simpan saja untuk kenang-kenangan cucu mamah, kalau mommy nya tidak muat memakai gaun tersebut saat akan mengadakan acara resepsi pernikahannya," ujar Veronica sambil tertawa saat dirinya sudah rapi dengan gaun yang dikenakan, dengan polesan make up yang begitu elegan. 


"Mamah bisa saja," 


"Oh ya sayang, Varo kemana? Sejak mamah masuk kedalam kamar, mamah tidak melihatnya?" tanya Veronica sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kamar hotel dimana Berlian dan juga Varo akan menyelenggarakan resepsi pernikahan nya. 


"Sedari tadi dia keluar masuk kamar mandi mah, katanya dia merasa gugup," 


"Iya mah, apa yang harus aku lakukan aku begitu gugup?" sambung Varo yang baru keluar dari kamar mandi. 


"Seperti anak sekolah dasar saja gugup, di bawa santai saja seperti yang kamu sering katakan," 


"Aku mengatakan apa mah?" 


"Jangan pura-pura tidak tahu, kalau kamu suka mengatakan bahwa dunia ini hanya milik kita berdua mommy yang lain ngontrak," ucap Veronica sambil menirukan gaya bicara Varo. 


"Mamah bisa saja," ujar Varo yang langsung menghampiri Berlian dan langsung menciumi perut Berlian yang sudah membesar. 


"Baby twins, kalian jangan membuat mommy kerepotan ya, mommy ingin menjadi ratu sehari untuk orang lain tapi bagi daddy, mommy kalian ratu untuk selamanya untuk daddy," ucap Varo sambil mengelus dan juga mencium perut Berlian diakhiri dengan mencium singkat bibir Berlian. 


"Berlian, Varo, apa kalian sudah siap? acara akan segera dimulai," ucap bibi Ami yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Berlian dengan menggunakan kebaya yang begitu luwes yang menempel di tubuhnya. 


"Siap bi," jawab Varo singkat dan langsung menggandeng tangan Berlian saat WO juga menghampiri kamar Varo dan juga Berlian memberi tahu bahwa acara akan segera dimulai. 


Semua mata tamu undangan yang menghadiri acara resepsi pernikahan Varo dan juga Berlian, yang diadakan di ballroom hotel bintang lima, yang ternama di pusat ibu kota langsung tertuju pada deretan pasangan, yang akan memasuki ballroom menuju panggung pelaminan. 


Di deretan paling depan begitu mencolok karena mempelai wanita yang sedang memeluk lengan mempelai laki-laki sambil berjalan menuju panggung pelaminan, dengan perut yang sudah membesar, menjadi tatapan utama para tamu undangan, yang belum mengenal terlalu jauh siapa Berlian, karena mereka pikir pasangan pengantin tersebut sudah hamil diluar nikah, tapi berbeda dengan tamu undangan yang sudah mengenal jauh siapa Berlian, mereka langsung melempar senyum ke arah Berlian, saat Berlian mengedarkan pandangannya ke seluruh para tamu undangan yang berada di sisi kanan dan kiri Berlian dan juga Varo, saat keduanya melewati karpet merah yang penuh dengan taburan bunga menuju panggung pelaminan. Diikuti pasangan paruh baya yang begitu bahagia dengan senyum mengembang di kedua sudut bibirnya menyaksikan sendiri kebahagiaan anak dan juga menantunya yang berjalan tepat di depannya. Dan bahagia lagi karena tidak akan lama lagi keduanya akan memiliki cucu tidak hanya satu tapi dua sekaligus, dan keduanya langsung melempar senyum keseluruhan para tamu undangan khususnya para rekan bisnis Iskandar, yang jauh-jauh datang dari berbagai daerah di Indonesia maupun yang jauh-jauh datang dari luar negri. 


Tidak lupa di belakang Iskandar dan juga Veronica, terdapat pasangan yang berjalan begitu luwes sambil bergandengan tangan karena keduanya memakai pakaian tradisional batik dan juga kebaya yang melekat di tubuh pak Cul dan juga bibi Ami, apalagi dengan senyum kedauanya membuat juliddun dan juliddah komplek sederhana tempat keduanya tinggal yang menghadiri acara resepsi tersebut begitu iri melihat keserasian pak Cul dan juga bibi Ami yang sudah tidak muda lagi. 


Di urutan keempat ada Malik dan juga Sabila yang juga berjalan dengan bergandengan tangan sambil tersenyum, walaupun di hati keduanya merasakan sedih yang luar biasa karena sudah berpuluh-puluh dokter yang mereka datangi, tapi tetap saja mengatakan kalau dirinya susah untuk mendapat momongan. 


Dan di urutan terakhir berjalan dengan santai dan sesekali pak Sofyan melempar senyum kepada seluruh tamu undangan, tapi tidak dengan bu Sofyan yang memasang muka datar bagaikan papan triplek, membuat pak Sofyan menyenggol lengan istrinya mengisyaratkan untuk tersenyum tapi tidak dihiraukan oleh bu Sofyan yang masih memasang muka datar, membuat pak Sofyan hanya bisa menggelengkan kepalanya. 


Acara pun dimulai dengan sambutan-sambutan yang berjalan sesuai rencana. Berlian yang sedang duduk di kursi pelaminan begitu terharu saat dirinya menatap layar lebar yang memutar perjalanan dirinya dan juga Varo yang diperankan oleh peran pengganti dari dirinya, bertemu dengan Varo, menikah karena desakan, seperti anjing dan kucing di awal pernikahan dan berakhir dengan ke bucinan yang hakiki. Dan Berlian tersenyum saat di akhir pemutaran video tersebut memperlihatkan keseharian dirinya dan juga Varo yang membuat para tamu undangan langsung tersenyum melihat keharmonisan Berlian dan juga Varo yang membuat semua orang ingin menjalani kehidupan seperti Berlian dan juga Varo. 


"Siapa yang mengambil video yang terakhir?" tanya Berlian pada Varo setelah pemutaran video tersebut selesai. 


"Daddy Varo tentunya," ucap bangga Varo sambil mencium singkat bibi Berlian, tanpa mempedulikan ratusan pasang mata yang melihat keduanya ketika sedang duduk di kursi pelaminan. 


"Terima kasih daddy, kamu sudah membuat aku tidak bisa mengatakan apapun kecuali I love you,"


"I love you to mommy," ucap Varo sambil mencium singkat bibir Berlian. 


"Apa kamu merasa lelah?" 


"Apa! Pegal," ucap Varo yang langsung mengangkat kaki Berlian dan menaruh di pangkuannya kemudian Varo melepas high heel yang masih melekat di kedua telapak kaki Berlian, dan dengan segera Varo langsung memijat laki Berlian. 


"Varo hentikan, ini bukan dikamar ini di acara resepsi kita, lepaskan tidak!" 


"Tapi mommy," 


"Baiklah kalau kamu…"


"Baiklah aku akan melepaskan," ujar Varo memotong perkataan Berlian sudah tahu apa yang ingin dikatakan oleh Berlian, kemudian Varo langsung menaruh kaki Berlian dengan pelan. 


"Mommy sepertinya ada yang aneh denganmu," 


"Aneh bagaimana?" 


"Kenapa kamu berkeringat seperti ini," ucap Varo yang langsung mengelap keringat yang berada di kening Berlian dengan punggung tangannya. 


"Sepertinya pendingin di ruangan ini tidak berfungsi, jadi aku merasa kepanasan," ujar Berlian membuat Varo langsung beranjak dari tempat duduknya. 


"Varo kamu mau kemana?" 


"Memanggil WO untuk membenarkan pendingin disini," 


"Varo tunggu!" 


*


*


*


Bersambung.........


Detik


Detik


Terakhir


Dengan


Pasangan


Somplak


😂😂😂😂😂😂😂😂😂


Yuk ramiakan novel teman otor dibawah ini, dijamin seru dan bahasa mudah dipahami selamat membaca.