Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 43 Serigala Berbulu Domba


"mamah" ujar Varo saat wanita paruh baya dengan menggunakan dress selutut keluaran baru dari butik ternama dan juga tas branded di tangganya, dengan kecantikan yang tidak akan pernah pudar dengan perawatan yang mumpuni menghampiri Varo sambil memeluk tubuh Varo dan mencium pipi kanan dan kiri Varo. 


"kapan mamah datang ke Indonesia?, kenapa mamah tidak memberitahu diriku jika mamah ingin datang ke Indonesia" ucap Varo ketika Veronica sudah melepas pelukannya. 


"untuk apa mamah memberitahu kamu, suka-suka mamah, mamah mau pergi kemana, papah kamu saja tidak pernah melarang mamah" ujar Veronica sambil menatap Berlian dengan sinis yang berada di samping Varo. 


"oh ya ma perkenalkan ini istriku namanya……….."


"Berlian Ayunda, sudahlah tidak penting" ujar Veronica sambil mengibaskan tangannya tidak menghiraukan saat Berlian mengulurkan tangannya untuk bersalaman. "apa kamu ingin makan siang, kalau iya mamah ikut" ujar Veronica lagi kemudian dirinya langsung masuk kedalam mobil. 


"sabar, mamah memang seperti itu dengan orang yang baru dikenalnya" ujar Varo pada Berlian sambil tersenyum saat Veronica sudah masuk kedalam mobil.


"masuklah" ujar Varo sambil membuka pintu mobil untuk Berlian. 


"Berlian kamu masuk ke dalam terlebih dahulu bersama mamah, aku ingin ke toilet sebentar" ujar Varo saat ketiganya sudah sampai di sebuah restoran. 


"baik" ucap Berlian sambil tersenyum kepada Varo. "silahkan mah ayo kita masuk" ucap Berlian mempersilahkan ibu mertuanya untuk masuk terlebih dahulu. 


"oh ya, mamah ingin pesan apa?" tanya Berlian kepada Veronica ketika keduanya sudah duduk di kursi. 


"Siapa kamu memanggilku mamah" ujar Veronica sambil tersenyum sinis kepada Berlian, membuat Berlian langsung mengangkat kedua alisnya tidak percaya pada apa yang telah didengarnya. "mungkin Varo dan juga Iskandar menerima dirimu tapi jangan harap dengan diriku" ujar Veronica lagi kemudian dirinya langsung memanggil pelayan restoran untuk memesan makanan. 


Mendengar pernyataan ibu mertuanya Berlian hanya menggeleng gelengkan kepalanya kepalanya tidak percaya. 


"astagfirullah ada ya ibu mertua seperti ini, sabar, sabar ini ujian" gumam Berlian dalam hati sambil menatap Veronica yang sedang berbicara kepada pelayan restoran. 


"apa kamu sudah memesan makanan?" tanya Varo kepada Berlian saat dirinya baru kembali dari toilet dan duduk disamping Berlian. 


"Aku senang mamah bisa bersikap baik dengan orang yang baru mamah kenal, seperti Berlian istriku ini" ujar Varo sambil menatap Berlian dan mengusap belakang kepala Berlian. 


"tentu saja, mamah tahu pilihan kamu tidak pernah salah" ucap Veronica sambil tersenyum ke arah Varo. 


"jangan harap mamah menerima Berlian, Berlian tidak termasuk daftar menantu pilihan mamah, yang sudah mamah pilihkan untukmu dari golongan atas dan berkelas" gumam Veronica dalam hati sambil melotot ke arah Berlian ketika tidak sengaja mata Berlian bertemu dengan mata Veronica. 


"wek, benar-benar serigala berbulu domba, bisa-bisanya bersikap manis saat ada Varo" gumam Berlian dalam hati sambil tersenyum sinis ketika Veronica melotot kearahnya. 


"makanlah yang banyak" ucap Varo sambil mengambil beberapa makanan dan meletakkannya di piring Berlian. "biar kita bisa mencangkul kembali nanti malam" bisik Varo sambil menggigit kecil telinga Berlian, membuat Berlian langsung tersenyum dan mencubit perut Varo. 


"seharusnya istri yang melayani suami bukan suami yang melayani istri" ujar Veronica kesal, ketika dirinya melihat kemesraan Varo dan juga Berlian yang tepat berada di hadapannya. 


"kenapa mamah berkata seperti itu?" tanya Varo sambil mengangkat kedua alisnya ketika Veronica berkata dengan kesal. 


"mungkin mamah ingin dilayani juga" ucap Berlian menjawab pertanyaan Varo yang ditunjukkan pada Veronica. "baiklah aku yang akan melayani mamah" ucap Berlian yang langsung mengambilkan makanan untuk Veronica. "silahkan mamah, selamat menikmati, orang yang sudah lanjut usia harus makan yang banyak agar tetap sehat" ucap Berlian sambil tersenyum ke arah Veronica yang sedang membuka mulutnya tidak percaya melihat makanan yang berada di hadapannya, ketika Berlian menaruh begitu banyak makanan di piring Veronica.


"benar bukan?, mamah harus makan yang banyak" ucap Berlian pada Varo sambil tersenyum ketika dirinya sudah duduk kembali di kursinya. 


"benar apa yang dikatakan Berlian mah, jadi kita mulai makan siangnya" ujar Varo yang langsung menyantap makan siangnya dan sesekali menyuapi Berlian. 


"lihat saja apa pembalasanku nanti" gumam Veronica sambil tersenyum sinis menatap Varo dan juga Berlian di hadapannya yang sedang bermesraan sambil menyantap makan siangnya. 


Bersambung.............