Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 58 Bukan Hukuman Tapi Kenikmatan


"Baiklah kita bermain di kamar mandi, kita belum pernah melakukanya bukan?, aku akan membuatmu melayang berulang kali" ujar Varo sambil tersenyum dan mengikuti Berlian menuju kamar mandi. 


"Melayang, melayang apanya yang melayang, tuh kran kamar mandi bocor" ujar Berlian ketika sudah masuk kedalam kamar mandi membuat Varo langsung menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal. 


"Sebelum itu kita main dulu yuk?" ajak Varo sambil memeluk pinggang Berlian dengan segera Berlian langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Varo. 


"Banyak setan" bisik Berlian di telinga Varo sambil tersenyum dan melepas kedua tangannya yang masih melingkar di leher Varo dan meninggalkan Varo didalam kamar mandi, membuat Varo langsung menghembuskan nafasnya kasar, saat dirinya sudah berfantasi liar ingin bermain di kamar mandi seperti di novel-novel romantis yang pernah dirinya lihat saat Berlian sedang membacanya. 


"Gatot, maning…………." ujar Varo saat Berlian sudah keluar dari kamar mandi. 


Berlian yang baru keluar dari kamar mandi langsung menuju pintu depan saat ada seseorang memberi salam sambil mengetuk pintu berulang kali. 


"Waalaikumussalam" ucap Berlian menjawab salam sambil membuka pintunya. "Malik" ucap Berlian lagi saat yang berkunjung kerumahnya adalah Malik. 


"Apa boleh aku masuk?" tanya Malik membuat Berlian langsung mempersilahkan Malik untuk masuk kedalam. 


"Ibu menyuruhku untuk memberikan ini" ucap Malik sambil menaruh rantang diatas meja. 


"Terima kasih" ucap Berlian. 


"Apa Varo sudah pulang?" tanya Malik penasaran. "Aku dengar dia sekarang bekerja sebagai supir pribadi?" tanya Malik lagi.


"Memangnya kenapa kalau Varo hanya bekerja sebagai supir pribadi?, tanya Berlian sambil mengangkat kedua alisnya. 


"Pasti kebutuhan kamu dan juga bibi Ami jauh dari kata cukup bukan?, dengan keadaan ekonomi kalian yang hanya mengandalkan gaji Varo yang tidak seberapa sebagai supir pribadi, ini untuk kamu" ujar Malik sambil memberikan sebuah amplop di tangan Berlian. 


"Hei apa yang kamu lakukan singkirkan tanganmu dari tangan Berlian" ujar Varo yang sudah berada di ruang tamu sambil menyingkirkan tangan Malik yang masih berada ditangan Berlian. "Apa ini?" tanya Varo sambil membuka amplop yang berada di tangan Berlian sambil tersenyum sinis saat mengetahui apa isi di dalam amplop. 


"Ini aku balikan kepadamu, aku bisa memberikan lebih banyak dari pada ini kepada Berlian" ujar Varo lagi sambil menaruh amplop ke dalam kantong kemeja yang Malik gunakan. "Jangan harap kamu bisa jadi pembinor untuk hubungan aku Dan juga Berlian, sekarang pulanglah" ujar Varo lagi sambil menepuk dada Malik kemudian membalik tubuh Malik dan mendorong nya untuk segera keluar dari rumah bibi Ami. 


"Varo…" panggil Berlian, tapi Varo tidak mempedulikan Berlian. "Varo apa kamu tidak mendengarku, Varo….." teriak Berlian ketika keduanya sudah sampai di dalam kamar, membuat Varo langsung membalik badannya dan menarik tangan Berlian menuju wastafel yang berada di kamar mandi. "Apa yang kamu lakukan Varo." ucap Berlian saat Varo menarik tangannya yang tadi dipegang oleh Malik dan mencucinya dengan sabun berulang kali. 


"Aku tidak ingin ada yang memegang tanganmu ini kecuali diriku" ucap Varo sambil menciumi tangan Berlian setelah mencucinya bersih. 


"Apa kamu cemburu?" 


"Jelas saja aku cemburu" 


"Tapi aku tidak melakukan apapun" 


"Siapa bilang, kamu membuat diriku terbakar cemburu, karena ada laki-laki lain selain diriku yang memegang tanganmu. 


"Awwww, Varo apa yang akan kamu lakukan?" tanya Berlian saat Varo mengangkat tubuh Berlian keluar dari kamar mandi. 


"Aku akan menghukummu" ujar Varo sambil mel*mat bibir Berlian dan merebahkan tubuh Berlian di atas tempat tidur ketika Varo sudah melepas tautan bibirnya. 


"Apa kamu siap menerima hukuman?" tanya Varo sambil menindih tubuh Berlian dan menciumi seluruh wajah Berlian. 


"Ini namanya bukan hukuman tapi kenikmatan, aku juga ingin setiap hari kamu hukum kalau seperti ini hukumannya" ucap Berlian sambil tersenyum dan membalik posisinya dan sekarang dirinya yang menindih tubuh Varo. Membuat Varo langsung melepas bra yang digunakan untuk menutupi gunung kembar Berlian, dan dengan segera mel*mat chocochip di kedua gunung kembar Berlian bergantian, membuat Berlian meracau tidak jelas menikmati setiap l*matan yang Varo lakukan, dan membuat gairah di tubuh Varo semakin meningkat. 


*


*


*


Bersambung.............