
"Varo…………….." teriak Berlian saat Varo berdiri dan sarung yang Varo kenakan lepas dari tempatnya memperlihatkan kain segitiga yang depannya terdapat tonjolan yang begitu nyata membuat ibu-ibu langsung histeris melihatnya, tapi tidak dengan bapak-bapak yang hanya menggeleng gelengkan kepalanya mendapati istri-istri yang begitu heboh.
Varo yang diteriaki Berlian langsung menaikkan sarungnya sambil tersenyum dan menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Maaf ibu-ibu, bapak-bapak saya tidak bisa menggunakan sarung" ucap Varo sambil tersenyum membuat ibu-ibu langsung menghambur ke arah Varo ingin membantu Varo menggunakan sarung.
"Apa yang ibu-ibu ingin lakukan?" tanya Varo sambil memegangi sarungnya, dan sekarang Varo sudah berdiri dibelakang Berlian.
"Saya ingin membantu dek Varo menggunakan sarung, sini saya bantu" ucap salah satu ibu-ibu sambil tersenyum.
"Saya juga ingin membantu dek Varo, bosan kalau harus membantu suami dirumah menggunakan sarung, itunya kecil" ucap ibu-ibu yang lainnya membuat Varo langsung melongo sambil mengangkat kedua alisnya.
"Ibu…………….awas saja uang bulanan bapak potong" teriak seorang laki-laki suami dari ibu tersebut membuat ibu tersebut langsung menatap suaminya sambil nyengir kuda dan langsung kembali ke tempat duduknya.
"Bubar-bubar semuanya biar saya saja yang membantu cogan satu ini" ucap salah satu wanita menerobos kerumunan ibu-ibu, dengan pakaian ketat yang membungkus tubuhnya, yang akan membuat laki-laki yang melihatnya akan menelan salivanya melihat betapa aduhainya wanita tersebut.
"Kenalkan namaku Sari" ucap Sari dengan suara yang begitu mempesona membuat siapapun laki-laki akan klepek-klepek hanya mendengar suaranya.
"Berlian" ucap Berlian sambil tersenyum dan menjabat tangan Sari.
"Aku tidak berkenalan denganmu" ucap sari yang langsung melepas tangannya dari Berlian. "Sini aku bantu mengenakan sarung, aku sudah berpengalaman loh" ucap sari lagi sambil menatap Varo dan tersenyum manggoda membuat Varo langsung menegakkan tubuhnya yang masih berada dibelakang Berlian.
"Tidak perlu, aku tidak suka dengan yang sudah berpengalaman" ucap Varo yang langsung menarik tangan Berlian dengan satu tangan karena tangan yang lainnya sedang memegangi sarungnya. Dan menuju di mana pak Sofyan dan bu Sofyan berada.
"Neng Sari saya mau dong dipakaikan sarung sama neng Sari" ucap salah satu bapak-bapak.
"Saya juga…….."
"Saya juga mau……."
"Saya juga mau neng……" ucap bapak-bapak saling bersahutan sambil merayu Sari yang dijuluki janda aduhai di lingkungan komplek tersebut.
"Bapak…………." teriak istri-istri mereka berbarengan.
"Baik saya akan teruskan ceramah saya yang belum selesai" ucap pak Sofyan ketika dirinya sudah selesai membantu Varo mengenakan sarungnya.
"Kita memang harus menikmati apa yang telah Allah berikan kepada kita, lewat pancaindera yang telah Allah berikan, tapi itu pun juga ada batasnya dan ada yang boleh kita nikmati dan ada yang tidak boleh kita nikmati, contohnya tadi ketika sarung dek Varo lepas, kita tidak boleh menikmatinya walaupun itu anugerah dari Allah……"
"Kenapa tidak boleh pak Sofyan?, itukan keindahan?" tanya salah satu ibu-ibu memotong perkataan pak Sofyan.
"Karena ibu sudah bisa menikmati punya bapak" ucap suami ibu tersebut, membuat semua yang berada di tempat acara langsung tertawa tidak terkecuali Berlian dan juga Varo yang juga ikut tertawa mendapati semua penghuni komplek yang dirinya tempati somplak semua.
"Tenang, tenang semua, jadi begini bu, kenapa kita tidak boleh menikmatinya, karena hukumnya haram, melihat aurat seseorang walaupun itu juga sesama jenis……."
"Pak Sofyan tapi kalau kita melihat aurat suami kita sendiri boleh tidak pak, masa kita kalau melakukan pertarungan harus menutup mata?" tanya salah satu ibu-ibu memotong perkataan pak Sofyan.
"Iya pak nanti nyasar lagi" sahut ibu-ibu yang lainnya membuat pak Sofyan langsung menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum mendengar pertanyaan dari ibu-ibu komplek tempatnya tinggal.
"Baik saya akan menjelaskan perihal itu, tidak masalah bagi suami istri ketika sedang melakukan pertarungan saling melihat alat vital, tapi lebih baik lagi bila kita menutup dengan selimut atau mematikan lampu ketika sedang melakukan pertarungan, kerana malaikat melihat kita dan malaikat akan mencatat pahala kita dengan berhubungan suami istri karena itu termasuk kewajiban dalam berumah tangga" jelas pak Sofyan membuat semua yang menghadiri pengajian langsung mengangguk anggukan kepalanya. "Sekian yang bisa saya sampaikan, selebihnya saya minta maaf, bila ada pertanyaan bisa langsung tanyanya kepada saya, terima kasih" ucap pak Sofyan diakhiri dengan salam.
"Tuh dengar kata pak Sofyan, harus matikan lampu dan juga menutup dengan selimut" bisik Berlian kepada Varo sambil menikmati hidangan yang disediakan oleh pemilik rumah.
"Ya aku tahu, tapi jangan harap aku melakukannya, kalau aku melakukannya aku tidak bisa mengeksplor keindahan yang Allah berikan kepadaku" ucap Varo sambil tersenyum dan tangannya sudah menyusup kedalam melewati kerudung yang digunakan Berlian dan meremas gunung kembar Berlian.
"Varo………."
*
*
*
Bersambung....................