
"Varo aku masih sakit" ujar Berlian ketika sudah masuk kedalam kamar membuat Varo langsung menatap kearah Berlian sambil mengangkat kedua alisnya.
"apa yang kamu katakan, memangnya aku akan menyakitimu aku hanya ingin kamu mengajariku bagaimana caranya shalat dan juga mengaji, aku akan menjadi imam yang baik untuk kamu mulai sekarang" ujar Varo sambil tersenyum kearah Berlian, membuat Berlian tersipu malu karena dikira Berlian, Varo akan meminta haknya lagi.
Hingga Berlian mengajari apa yang Varo ingin pelajari, membuat Berlian tersenyum melihat keseriusan di diri Varo, dan baru malam ini Varo dan juga Berlian terlibat percakapan seperti suami istri yang sesungguhnya untuk pertama kalinya.
"terima kasih kamu sudah mengajariku" ujar Varo ketika keduanya akan menuju tempat tidur dan Varo langsung mengambil bedcover dan menaruh bedcover di atas lantai untuk dirinya tidur.
"Varo naik lah aku akan berbagi tempat tidur denganmu mulai hari ini" ujar Berlian membuat Varo langsung tersenyum senang dan naik ketempat tidur yang tidak terlalu besar dibandingkan tempat tidur di apartemen Varo.
"apa kamu sudah menerima cintaku Berlian?" tanya Varo ketika dirinya sudah merebahkan tubuhnya dan memiringkan tubuhnya ke samping menatap Berlian yang juga sedang memiringkan tubuhnya menghadap Varo, membuat mereka saling berhadapan dan tatapan mereka bertemu.
"Aku tahu cinta tidak bisa dipaksakan, aku harap kamu akan tahu keseriusan dalam diriku ini" ujar Varo lagi. "apa aku boleh menggenggam tangan kamu?" tanya Varo pada Berlian membuat Berlian langsung mengangguk.
"aku akan mencoba untuk menerimamu, tapi sekali saja kamu melakukan kesalahan aku akan pergi darimu untuk selamanya" ucap Berlian serius.
"terima kasih aku tidak akan melakukan kesalahan aku berjanji kepadamu" ujar Varo sambil mencium punggung tangan Berlian.
"apa aku boleh memelukmu?" tanya Varo lagi membuat Berlian langsung mengangkat kedua alisnya menatap Varo yang sedang tersenyum.
"terus habis ini kamu akan meminta lebih, iya kan?, dasar se……", perkataan Berlian terhenti saat Varo mel*mat bibir ranum Berlian dan Berlian pun tidak menolaknya Berlian langsung membuka mulutnya membuat Varo langsung mengabsen deretan gigi dan bermain didalamnya membuat Berlian langsung melepas tautan bibirnya karena kehabisan oksigen.
"maaf" ucap Varo ketika Berlian melepas tautan bibirnya. "jangan menolaknya kamu akan berdosa bila menolaknya" ucap Varo lagi ditelinga Berlian dan langsung mengungkung Berlian di bawahnya sambil menanggalkan pakaian atasnya dan bermain di ceruk leher Berlian memberi tanda kepemilikan membuat Berlian memejamkan matanya menikmati sentuhan demi sentuhan dari Varo yang tidak pernah dirinya rasakan.
"darah" ucap Varo membuat Berlian yang sedang menikmati sentuhan Varo langsung menatap kearah Varo, dan dirinya langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi sambil berlari.
"Berlian apa yang terjadi kenapa ada darah?" tanya Varo panik sambil mengetuk pintu kamar mandi yang di kunci oleh Berlian dari dalam.
"tidak ada, aku hanya sedang datang bulan" jawab Berlian dari dalam kamar mandi. "Varo tolong ambilkan pembalut dan juga cel*na dal*m yang berada dilemari sebelah kanan" perintah Berlian membuat Varo langsung cekatan menuruti perintah Berlian dan memberikan pada Berlian yang langsung diambil oleh Berlian dari balik pintu kamar mandi.
"sabar junior belum saatnya kamu beraksi kembali, sekarang tidurlah dulu tenang-tenang disini" gumam Varo sambil mengusap-usap juniornya yang sudah berdiri tegak dan mengenakan kembali pakaiannya yang tercecer di lantai.
"maaf" ujar Berlian ketika sudah keluar dari kamar mandi dan menghampiri Varo yang sudah merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, dengan segera Varo langsung memeluk tubuh Berlian ketika Berlian baru saja ingin merebahkan tubuhnya.
"jangan menolak, aku hanya ingin tidur sambil memeluk dirimu" ujar Varo yang sudah memeluk tubuh Berlian sambil mencium singkat kening Berlian.
"sekali lagi maafkan aku" ucap Berlian tapi tidak ada tanggapan dari Varo membuat Berlian langsung mengeratkan pelukannya .
"Varo kenapa basah apa kamu mengompol?" tanya Berlian saat lututnya tidak sengaja menyenggol junior Varo.
"sudah diam saja, tidurlah" ucap Varo singkat dan mengeratkan pelukannya sambil memejamkan matanya.
Bersambung..............