
"Enak saja, kalau aku selalu berada disampingmu, aku mau kamu kasih makan apa?"
"Tidak usah makan, kita seharian di kamar saja olahraga diranjang" ucap Varo semakin erat memeluk Berlian sambil menciumi ceruk leher Berlian.
"Olahraga apa bang?" tanya sopir taxi online sambil tersenyum.
"Abang seperti tidak tahu saja olahraga diranjang yang bagaimana" ucap Varo sambil menepuk pundak sopir taxi online, "Abang ingin tahu bagaimana?, nih aku contohkan" ujar Varo yang langsung memeluk tubuh Berlian sambil merebahkan Berlian di jok mobil.
"Varo…………" teriak Berlian sambil mendorong tubuh Varo menjauh darinya. "tidak disini juga kali, kita bisa melakukannya nanti"
"Oh ya baiklah kita teruskan pertempuran yang semalem" ujar Varo yang langsung menarik tangan Berlian lalu memeluknya dengan erat. "Abang jangan ngiri habis ini abang langsung pulang ya cari istrinya jangan sampai ditahan rasanya tidak enak, losin aja, ha ha ha" ujar Varo sambil tertawa pada sopir taxi online yang hanya menggeleng gelengkan kepalanya mendapat penumpang yang bucin akut dan tidak tahu diri.
"Sabar, sabar, fokus nyetir ben ora nabrak" ucap sopir taxi online saat melihat Varo dan juga Berlian dari kaca spion yang sedang bercumbu tidak tahu tempat.
"Tidak bang kita tidak ingin beli martabak, abang fokus saja menyetir, jangan ganggu kami" ujar Varo saat mendengar ucapan sopir taxi online.
"Dasar sableng orang nabrak dibilang martabak" gumam sopir taxi online sambil tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya dan kembali fokus menyetir.
Sampailah keduanya tepat di depan halaman rumah bibi Ami setelah menempuh perjalanan yang begitu menyita waktu dengan kemacetan yang sudah menjadi makanan sehari hari di pusat kota.
"Terima kasih bang, ini uangnya" ucap Varo ketika sopir taxi online sudah selesai menurunkan koper mereka.
"Matur suwun bang" ucap sopir taxi online sambil memasukkan uangnya ke kantong kemejanya, membuat Varo langsung mengangkat kedua alisnya mendengar kata asing yang diucapkan oleh sopir taxi online.
"Kenapa abang mengajak aku main catur?, aku ingin olahraga malam tidak ingin main catur dengan abang" ucap Varo bertanya kepada sopir taxi online, membuat sopir taxi online langsung menepuk jidatnya.
"Permisi neng, ajak abangnya olahraga malam secepatnya sepertinya sudah tidak tahan lagi dan sudah diubun-ubun" ujar sopir taxi online sambil tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya.
"Terima kasih bang, maafkan suamiku yang rada-rada" ucap Berlian sambil tersenyum malu membuat sopir taxi online hanya mengangkat kedua ibu jarinya dan langsung masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya.
"Wortel, kol dicampur bersama tepung lalu digoreng" ujar Berlian asal dan langsung melangkahkan kakinya menuju pintu rumah bibi Ami.
"Assalamualaikum" ucap Berlian sambil mengetuk pintu rumah bibi Ami tapi tidak ada jawaban dari dalam rumah, hingga Berlian sudah mengetuk beberapa kali tetap saja tidak ada jawaban.
"Eh ada dek Berlian, bibi Ami sedang pergi berlibur ke puncak dek, bersama dengan rombongan pengajian komplek ini" ujar pak Cul menghampiri Berlian dan juga Varo ketika dirinya sedang berkeliling komplek.
"Oh begitu baik pak Cul terima kasih, sepertinya aku masih menyimpan kunci rumah bibi Ami ditasku" ujar Berlian sambil mencari kunci rumah bibi Ami di tasnya. "Syukurlah aku masih menyimpannya" ucap Berlian ketika sudah memegang kunci rumah bibi Ami yang dirinya simpan didalam tasnya.
"Kalau begitu saya permisi dulu dek Berlian dan juga dek Varo, sudah sana burungnya masukin kandang dulu" ujar pak Cul tersenyum sambil menunjuk junior Varo yang sudah berdiri tegak tidak tahu tempat, kemudian pak Cul pergi meninggalkan keduanya.
Berlian hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum menatap Varo yang sudah gelisah, dan dengan segera Varo langsung menarik tangan Berlian ketika Berlian sudah membuka pintu, lalu Varo menarik Berlian menuju kamar tidurnya.
"Sabar aku ingin buang air kecil dulu"
"Bagaimana aku bisa sabar mataku, sedari tadi kamu memancing juniorku untuk berdiri tegak"
"Siapa yang memancing, aku hanya ingin memegangnya apa tidak boleh" ujar Berlian sambil tersenyum dan menuju kamar mandi.
"Jangan lama-lama dikamar mandi, aku sudah tidak tahan" ujar Varo sambil mondar-mandir di depan pintu kamar mandi hanya menggunakan celana boxer setelah dirinya menanggalkan semua pakaian yang dikenakannya.
"Maling……………. Maling………."
Brukkk…..
Bersambung..............