Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 103 Terpentok


"Memang apa yang aku inginkan? aku hanya ingin kita kerumah sakit melakukan USG, aku sudah tidak sabar mengetahui baby yang berada didalam sini perempuan atau laki-laki," ujar Varo sambil membopong tubuh Berlian menuju mobil Varo yang diparkir di jalanan depan rumah bibi Ami, ketika halaman rumah bibi Ami telah disulap menjadi tempat prasmanan, untuk menjamu warga komplek yang menghadiri acara pernikahan bibi Ami dan juga pak Cul yang diadakan dengan sederhana. 


"Woy siang bolong jangan mesum," ujar bapak-bapak saat melihat melihat Varo membopong tubuh Berlian. 


"Aku tidak mesum pak, aku hanya tidak ingin istriku berjalan menggunakan kakinya saat aku bisa menumpu tubuhnya dan kakiku yang akan berjalan," sahut Varo. 


"Jangan lebay, dasar impor lebay," ujar bapak tersebut sambil tertawa. 


"Masa bodo, kaki, kaki sendiri dasar bapak-bapak julidun," ujar Varo yang langsung di bekap mulutnya oleh Berlian saat Varo ingin mengatakan sesuatu. 


"Varo, bisa diam tidak?" 


"Baik mommy, daddy akan diam," ujar Varo yang langsung membuka pintu mobilnya dan mendudukan Berlian dengan hati-hati di jok mobil depan dekat kursi pengemudi, dan Varo langsung mengemudikan mobilnya dengan pelan menuju rumah sakit. 


"Varo?" 


"Iya mommy?" 


"Kapan kita akan sampai rumah sakit kalau kamu mengendarai mobil sepelan ini?" 


"Tenang mommy kita akan sampai nanti, aku tidak ingin mengemudikan mobilnya dengan kencang, aku takut terjadi sesuatu padamu dan juga baby kita mommy," ujar Varo sambil tersenyum manis ke arah Berlian, membuat Berlian langsung menghembuskan nafasnya, pasalnya Varo mengendarai mobilnya dengan kecepatan di bawah sepuluh kilometer per jam. 


Benar saja Varo dan Berlian menempuh perjalanan sekitar dua jam untuk sampai rumah sakit, yang bisanya hanya membutuhkan waktu kurang lebih empat puluh lima menit itu pun dalam keadaan jalanan yang penuh kendaraan. 


Sesampainya di rumah sakit, Berlian hanya pasrah mendapat perlakuan Varo kepadanya, alasannya tetap saja tidak ingin terjadi sesuatu kepada Berlian dan juga bayi yang dikandungnya. Saat Varo juga membopong tubuh Berlian menuju ruang kerja dokter Fitri. 


"Varo?" 


"Iya mommy?" 


"Kamu tahu aku baik-baik saja bukan?" 


"Iya, terus?" 


"Turunkan aku, aku malu semua orang menatap kearah kita Varo,"


"Biarkan saja mereka menatap kita, mereka tidak ada urusannya dengan kita, aku tidak ingin kamu kelelahan yang akan berdampak buruk untuk kesehatanmu. Kamu tahu aku tidak bisa bernafas saat kamu merasa kesakitan seperti terakhir kalinya kamu dirawat dirumah sakit," ucap Varo sambil menatap Berlian yang sedang dibopongnya.


"Tapi itu dulu, dan sekarang aku baik-baik saja da…….."


"Mau apapun alasanmu aku tidak akan pernah menuruti kemauanmu mommy titik!" ujar Varo memotong perkataan Berlian dan masih tetap dengan pendiriannya sendiri. 


"Dasar posesif," 


"Tidak masalah karena itu yang terbaik untukmu dan juga baby kita mommy."


"Bodo amat," ujar Berlian yang masih di bopong Varo sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Varo. 


Sesampai ruang kerja dokter Fitri. Varo langsung masuk kedalam tidak peduli masih banyaknya pasien dokter Fitri yang sedang menunggu antrian, dan suster jaga yang bertugas di depan ruangan dokter Fitri juga tidak bisa melarang Varo, saat dokter Fitri menyuruh suster jaga, untuk mendahulukan Varo dan juga Berlian pasien eksekutif dokter Fitri. 


"Selamat siang pasangan yang selalu saya nanti kehadirannya. Sudah satu bulan lebih ya kita tidak bertemu? Silahkan duduk, saya jadi lupa untuk mempersilahkan kalian untuk duduk," ucap dokter Fitri sambil tersenyum ramah kepada Varo dan juga Berlian. 


"Ada apa kalian datang ke rumah sakit mendadak begini? Biasanya kalian membuat janji terlebih dahulu. Apa ada masalah dengan kandungan ibu Berlian? Oh ya saya tahu pasti kandungan ibu Berlian bermasalah lagi karena habis digempur ya, mengingat kandungan ibu Berlian sudah memasuki bulan keempat, dan kalian sudah bisa melakukan wik-wik. Bagaimana rasanya setelah menunggu sekian lama? Pasti rasanya lebih nikmat bukan?" ucap dokter Fitri seperti kereta api tidak hentinya melayangkan pertanyaan kepada Berlian dan juga Varo bertubi-tubi. 


"Dok…."


"Dokter!" bentak Varo kesal saat dokter Fitri tidak hentinya berceloteh. 


"Maaf memang mulut saya ini tidak bisa di k*nt*l, eh maaf maksud saya dikontrol," ucap dokter Fitri sambil tertawa. 


"Kandungan ibu Berlian baik-baik saja kan? Tidak ada masalah?" tanya dokter Fitri sudah kembali ke mode serius. 


"Nah begitu dong jadi dokter ada wibawanya sedikit," ucap Varo tidak peduli pada pertanyaan dokter Fitri yang ditujukan kepada Berlian. 


"Hahahah bisa saja pak Varo," ujar dokter Fitri sambil tertawa. "Bagaimana ibu Berlian? Dengan pertanyaan saya tadi?" tanya dokter Fitri lagi. 


"Aku baik-baik saja dok saya kemari ingin…….."


"Kami ingin dokter melakukan USG kepada istri saya. Dokter pernah bilang bukan? Kalau istri saya boleh melakukan USG di umur kehamilannya menginjak usia empat bulan?" ucap Varo bertanya kepada dokter Fitri memotong perkataan Berlian. 


"Oh itu, baik mari ikut saya bu Berlian." ujar dokter Fitri menyuruh Berlian untuk berbaring di ranjang tempat dokter Fitri memeriksa pasien, membuat Varo langsung sigap mengangkat tubuh Berlian dan membaringkan tubuh Berlian dengan-pelan. 


Varo selalu berada disamping Berlian dan memegang tangan Berlian dengan erat saat dokter Fitri sedang melakukan USG kepada Berlian, tanpa menjelaskan apapun hingga hasil USG sudah berada ditangan dokter Fitri. Dan dokter Fitri langsung duduk di kursi kerja berhadapan dengan Varo dan juga Berlian yang sudah duduk tepat di hadapannya dengan ekspresi penasaran saat muka dokter Fitri terlihat datar tanpa ekspresi. 


"Dok bagaimana hasil USG istri saya?" tanya Varo penasaran. 


"Maaf sebelumnya saya harus memberitahu kalian kalau………"


"Dokter…………"


*


*


*


Bersambung.............


Ada info terbaru nih dari otor abal-abal ini, mengenai hadiah untuk Rangking umum 1-5, yang akan otor berikan diepisode terakhir nanti, tidak tahu kapan yang pasti bulan ini sudah and, maaf ya kalau tidak banyak, walaupun tidak banyak tapi otor ikhlas suer 😂😂😂😂😂😂


Rangking 1 \= 100.000


Rangking 2 \= 75.000


Rangking 3 \= 50.000


Rangking 4 \= 25.000


Rangking 5 \= 25.000


Hadiah berupa uang, pulsa, isi saldo shopee pay, ovo, dan juga go-pay, terserah bagi pemenang mau yang mana.


Dan jangan lupa follow akun IG otor abal-abal ini bagi siapapun nanti yang akan menang.


Di @harumini_12


Jadi yuk banyak-banyak like, beri hadiah dan juga vote novel otor abal-abal ini, sebanyak-banyaknya karena peluang masih terbuka lebar untuk kalian semuanya.


Sekian info yang tidak penting dari otor abal-abal ini terima kasih 😂😂😂😂😂😘😘😘😘😘