Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 51 Memanfaatkan Situasi Dan Kondisi


Pak Lun memukul tubuh Varo dari belakang mengunakan tongkat T yang biasa dirinya bawa ketika sedang berkeliling komplek, membuat Berlian langsung segera keluar dari kamar mandi saat ada seseorang yang berteriak maling. 


"Varo…….." teriak Berlian ketika dirinya baru keluar dari kamar mandi dan mendapati Varo sudah tergeletak di lantai sambil tengkurap, dan mendapati pak Lun berada di belakang Varo sambil mengangkat tongkat T, dan pak Lun langsung menurunkan tongkat T saat melihat Berlian. 


"Dek Berlian?" tanya pak Lun terkejut. 


"Apa yang pak Lun lakukan kepada Varo?" tanya Berlian sambil menggoyang goyangkan tubuh Varo yang sudah tergeletak dilantai dengan mata terpejam. 


"Maaf, dek tadi aku kira maling soalnya pintu depan belum tertutup rapat, setau saya bu Ami sedang tidak berada dirumah" jelas pak Lun sambil membantu Berlian mengangkat tubuh Varo dan membaringkannya di atas tempat tidur. 


Berlian tidak menghiraukan penjelasan pak Lun dirinya masih sibuk membangunkan Varo yang terpejam dengan mengoleskan minyak kayu putih di hidung Varo. 


"Ini bagaimana pak kenapa Varo belum membuka matanya, aku takut terjadi apa-apa padanya?" tanya Berlian pada pak Lun yang sedang mondar-mandir memikirkan cara bagaimana membuat Varo cepat membuka matanya. 


"Oh aku ada ide dek, pasti ini akan lebih efektif" ucap pak Lun sambil membuka sepatu yang digunakan kemudian pak Lun melepas kaos kakinya.


"Pak Lun…… menjijikan sekali jauhkan itu dari Varo" teriak Berlian saat pak Lun akan menaruh kaos kaki yang digunakannya kehadapan Varo. 


"Ini cara yang efektif dek" 


"Itu bukan efektif tapi pencemaran pernapasan, jauhkan benda itu dari Varo" ucap Berlian kesal membuat pak Lun langsung menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal. 


"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya pak Cul yang ikut masuk kedalam rumah bu Ami, saat dirinya melewati depan rumah bu Ami dan mendengar keributan dari dalam rumah.


"Lun kenapa kamu berada disini mengganggu orang yang sedang in the hoy saja" ujar pak Cul ketika melihat ada pak Lun di dalam rumah bu Ami. 


"Lihat pak Cul, apa yang kembaran bapak lakukan kepada suami saya" ucap kesal Berlian sambil menunjuk Varo yang terbaring diatas tempat tidurnya membuat pak Cul menatap tajam kearah pak Lun yang pura-pura tidak melihat kalau kembarannya sedang menatapnya. 


"Maaf dek Berlian, biar saya bantu" ujar pak Cul yang langsung menuju kamar mandi untuk mengambil air. 


"Pak Cul apa yang ingin pak Cul lakukan kepada suamiku, jangan……" ucap Berlian saat pak Cul keluar dari kamar mandi sambil membawa gayung berisi air didalamnya. 


"Jangan…………" ucap Berlian sambil berteriak saat pak Lun dengan sengaja menyenggol lengan pak Cul yang sedang membawa gayung dan langsung mengguyur wajah Varo. 


"Khukk….khukk…..khukk" Varo terbatuk sambil membuka matanya dan mendapati wajahnya basah kuyup. 


"Maaf dek Varo saya tidak sengaja ini semua gara-gara pak Lun yang dengan sengaja menyenggol lenganku" ujar pak Lun sambil melipat kedua tangannya dan membungkukan badannya ke hadapan Varo, membuat Varo langsung mengangkat kedua alisnya bingung sambil memegangi punggungnya  yang masih terasa sakit. 


"Hatiku, kamu sudah sadar?" tanya Berlian yang langsung membersihkan wajah Varo menggunakan handuk yang kebetulan masih berada diatas tempat tidur saat tadi Berlian melemparnya ketika keluar dari kamar mandi. 


"Kenapa ada kalian?" tanya Varo kepada pak Cul dan pak Lun di kamarnya. 


"Maaf tadi saya tidak sengaja dek, memukul punggung dek Varo dengan tongkat T, aku kira tadi dek Varo maling yang masuk kedalam rumah bu Ami" jelas pak Lun membuat Varo langsung mengangkat kedua alisnya sambil tersenyum. 


"Kenapa kamu tersenyum" bisik Berlian saat melihat Varo tersenyum.


"Aku merasa lapar, kita manfaatkan situasi ini" bisik Varo sambil tersenyum membuat Berlian juga ikut tersenyum sambil mengangguk anggukan kepalanya. 


"Aku tidak akan memaafkan kalian" ucap Varo membuat kedua security di hadapannya hanya menunduk. 


"Saya mohon dek maafkan saya, saya akan melakukan apapun yang dek Varo mau" ucap pak Lun membuat Varo langsung tersenyum lebar. 


"Baik aku merasa lapar, aku akan memaafkan kalian asalkan kalian membelikan makanan untuk kita" ujar Varo sambil tersenyum lebar membuat pak Cul dan Lun langsung menganggukan kepalanya menyetujui permintaan Varo. 


"Ha ha ha, pintar sekali hatiku yang satu ini, jadi kita bisa berhemat dengan memanfaatkan situasi ini" ujar Berlian sambil tertawa. 


"Jangan tertawa, mulai sekarang kita harus pintar-pintar memanfaatkan situasi dan kondisi, oh ya kita lanjutkan lagi pertarungan kita" ujar Varo sambil memeluk tubuh Berlian dan menciumi leher Berlian yang berada di atas tubuh Varo, membuat Varo bersemangat saat Berlian tidak biasanya begitu mahir saat sudah mel*mat bibirnya, dan tanpa aba-aba Varo langsung meremas gunung kembar Barlian. 


"Astagfirullah hal azim……….." 


Bersambung.................