Kesucian Wanita Malam

Kesucian Wanita Malam
BAB 39 Sunnah Rasul


"Varo baiklah kita lanjutkan lagi belajarnya" ujar pak Sofyan ketika semuanya sudah selesai menyantap makan malam. 


"paman besok lagi saja belajarnya, ini sudah sangat larut malam aku dan juga Berlian akan mengunjungi bibi Ami juga" ucap Varo sambil beranjak menuju paman Sofyan dan juga bibi Sofyan untuk berpamitan. 


"bilang saja, sudah tidak tahan lagi kan, kamu ingin melaksana kan kewajibanmu sebagai seorang suami dan menjalankan sunnah Rasul" bisik pak Sofyan di telinga Varo membuat Varo terkejut mendengar perkataan yang begitu asing yang keluar dari mulut pamannya. 


"sunnah Rasul?, apa lagi itu paman, apa aku harus menjalankannya lima kali sehari juga?" tanya Varo dengan bodohnya membuat pak Sofyan langsung menepuk jidatnya, dan bu Sofyan hanya tersenyum sambil menatap Varo dan juga Berlian bergantian. 


Berlian yang merasa malu langsung menarik tangan Varo untuk keluar rumah setelah keduanya berpamitan kepada pak Sofyan dan bu Sofyan. 


"kenapa kamu menarik tanganku, aku belum mendengar penjelasan dari paman apa itu sunnah Rasul" ujar Varo ketika dirinya dan juga Berlian sudah keluar dari rumah pak Sofyan menuju rumah bibi Ami dengan berjalan kaki karena rumah keduanya hanya berjarak dua rumah. 


"cie cie yang mau sunnah Rasul, kuat berapa kali nih dek Varo?" goda pak Lun yang kebetulan mendengar pembicaraan Varo, ketika pak Lun sedang berkeliling komplek. "jangan lupa minum obat kuat, biar stamina on terus dan gas pol, biar cepat dapat momongan" ujar pak Lun lagi sambil menepuk punggung Varo dan meninggalkan Varo yang mengangkat kedua alisnya, baru sadar apa yang dimaksud sunnah Rasul yang paman Sofyan katakan tadi. 


"Berlian apa maksud sunnah Rasul itu adalah………."


"membaca Al'quran, bersholawat, bertasbih dan masih banyak lagi sunnah Rasul yang harus kita laksanakan agar kita mendapat pahala" ucap Berlian memotong perkataan Varo dan langsung berjalan menuju rumah bibi Ami membuat Varo hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan langsung mengikuti Berlian dari belakangnya. 


Akhirnya keduanya sampai dirumah bibi Ami dan disambut oleh bibi Ami dengan senang, mendapati keponakannya dan juga suami keponakannya mengunjungi dirinya lagi.


"apa bibi baik-baik saja, bagaimana keadaan bibi Ami, apa bibi  sudah tidak pernah kambuh lagi?" ucap Berlian ketika sudah masuk ke rumah bibi Ami dan duduk di ruang tamu. 


"alhamdulillah bibi baik-baik saja, seperti yang kamu lihat sekarang" ujar bibi Ami sambil tersenyum kepada Berlian keponakannya yang sudah dianggap anak sendiri oleh bibi Ami. 


"bibi mau kemana?" tanya Berlian ketika bibi Ami beranjak dari tempat duduknya. 


"bibi akan mengambilkan kalian minum" 


"bi ada yang ingin aku tanyakan kepada bibi Ami" ujar Varo ketika Berlian sudah pergi menuju dapur. 


"apa yang ingin kamu tanyakan nak, silahkan tanyakan saja" ucap bibi Ami sambil tersenyum kearah Varo. 


"ini tentang sunnah Rasul bi, apa sunnah Rasul itu kita berhubungan badan dengan istri kita bi?" tanya Varo kepada bibi Ami membuat bibi Ami langsung tersenyum kearah Varo. 


"kalau berhubungan badan dengan pasangan yang sudah sah menjadi suami istri itu sudah kewajiban bagi pasangan melaksanakan kewajiban batin, karena itu termasuk ibadah, orang sering salah mengartikan dengan sunnah Rasul, padahal sunah Rasul sebenarnya itu dengan kita beribadah menjalankan sunnah-sunnah selain dari kewajiban kita sebagai umat muslim" jelas bibi Ami membuat Varo hanya mengangguk anggukan kepalanya. 


"berarti kalau berhubungan badan dengan pasangan yang sudah sah, berarti kita mendapat pahala bi?" tanya Varo lagi membuat bibi Ami hanya tersenyum. 


"betul tapi……." 


"apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Berlian penasaran memotong perkataan bibi Ami, ketika melihat Varo terus tersenyum.


"ssssttttttttt" Varo menaruh jari telunjuk di bibirnya sendiri mengisyaratkan bibi Ami untuk tidak menceritakan apa yang tadi dirinya dan juga bibi Ami bicarakan, membuat bibi Ami langsung tersenyum sambil menganggukan kepalanya. 


"oh ya Berlian apa malam ini kamu akan menginap disini lagi?" tanya bibi Ami ketika Berlian sudah duduk dan ikut bergabung dengan keduanya lagi. 


"jelas kita akan menginap disini lagi bi" ujar Varo mendahului Berlian yang akan berbicara. 


"baiklah ini sudah malam bibi masuk kedalam kamar terlebih dahulu" ujar bibi Ami yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju kamarnya. 


"baiklah ayo kita melaksanakan sunnah Rasul" ujar Varo tersenyum sambil menarik tangan Berlian menuju kamar, membuat Berlian langsung mengangkat kedua alisnya. 


Bersambung............