Istri Reinkarnasi Presdir Kejam

Istri Reinkarnasi Presdir Kejam
End


Gege membuka kaca mata hitam dan kembali menggebrak meja kerja Gabriel. "Kau tau kesalahan mu?"


"Iya tidak tau," jawab Gabriel dengan tegas.


Brak


Gabriel meringis, api di dalam tubuh Gege berkobar. "Kau memberi cekah pada mantan kekasih mu dan pergi menemuinya, lalu kau datang dan pergi begitu saja dalam hidup kakak ku. Kau ingin membuang kakak ku, aku akan membawanya dan tidak akan pernah mengijinkan mu untu menemui Lucio dan aku Gerarda Lewis akan pastikan tidak akan pernah membuat mu bertemu dengan kakak ku. Aku tidak akan pernah memberi celah seekalipun seperti lubang semut. Aku pastikan kau tidak akan pernah menemuinya. Sekalipun kau menyesalinya, tidak akan ada penyesalan untuk mu. Aku tidak akan memberikannya kau tau aku bukan?"


Brak


"Iya tau," jawab Gabriel langsung berdiri. Nafasnya ngos-ngosan seperti lari maraton. Kedua telinganya seperti keluar asap mengepul. "Adik ipar,"


"Jordan, cepat bawakan jus untuk adik ipar ku." Teriak Gabriel. Jordan berlari seribu bayangan membawakan jus.


"Huft." Gege menghembuskan nafas lega. "Kalau kau tidak bisa tegas, akan aku pastikan bagaimana cara mu menyesalinya."


"Kau bisa bersikap tegas tidak? Awas saja kalau terjadi sesuatu pada kakak ku dan Lucio." Gege memakai kaca matanya kembali. Ia langsung pergi setelah mengeluarkan unek-uneknya. Sedangkan Gabriel langsung terduduk lesu.


"Tuan aku sudah membawakannya."


"Kemarilah, biar aku yang minum. Sepertinya aku yang butuh ketenangan."


Gabriel menegus es jeruk itu, ia tidak ingin mencegah kepergian adik iparnya. Sepertinya akan baik kalau adik iparnya pergi untuk kesehatan jantung dan indra pendengarannya.


Di sisi lain.


Setelah pulang dari perusahaan Gabriel. Gege langsung menuju ke rumah sakit dengan di temani oleh Joe.


Tidak butuh waktu lama, Joe yang mengendari mobilnya dengan mengebut dalam hitungan menit sudah sampai.


"Ayo Joe, aku harus membereskan dua wanita ini."


Gege langsung menanyakan ruangan nenek Amora. Kini keduanya telah sampai di ruangan itu. Dia pun masuk dan melihat dua wanita.


Amelia menghampiri Gege, ia tidak tau dengan wanita di depannya.


"Kau Amelia dan dia Nenek mu?" tanya Gege.


Amelia mengangguk dengan cepat. "Maaf anda siapa?"


"Aku adalah Gege adik dari Rara istrinya Gabriel." Gege melepaskan kaca mata hitamnya. Tanpa permisi dia menghampiri nenek Amora.


"Nenek bagaimana kabar mu?" tanya Gege dengan lembut, ia kasihan pada wanita di depannya, tapi bukan saatnya kasihan. Dia melirik Ameli dan tesenyum menyeringai.


"Tolong jangan sakiti nenek saya." Amelia tidak ingin neneknya di tekan oleh keluarga Lewis lagi.


"Aku tidak begitu gila menyakiti orang tanpa sebuah kesalahan." Gege mengatakannya dengan santai.


"Apa mau anda? Apa keluarga Lewis begitu senang menyakiti orang lain yang lemah? Apa keluarga Lewis ...."


Syut


Gege menutup mulut nenek Amora dengan jari telunjuk tangan kanannya. "Tidak begitu menyakiti. Saya datang kesini hanya memberi peringatan. Jangan coba-coba menyakiti kakak ku."


"Mereka menikah hanya kesalahan."


"Betul, tapi kedatangan Lucio bukan kesalahan. Sama seperti mu, kau hadir di dunia ini bukan karena kesalahan."


Gege tertawa sebelum wanita di depannya berteriak ia harus menyelesaikannya. "Amelia kau harus tau siapa dirimu, kau lahir dari seorang pria yang sudah beristri dan kau tau siapa ayah mu? Tidak kau pasti tidak tau, karena ibu mu seorang wanita malam yang merayu suami wanita lain dan ayah mu meninggal karena ibu mu."


"Cukup!!!" Bentak nenek Amora. Bertahun-tahun dia merahasiakan.


"Aku akan pergi, Amelia sepertinya kau harus mengetahuinya dari orang lain bukan dari nenek mu. Kalau kau mencintai Gabriel, kau akan berkorban untuk kebahagiannya, jangan sampai ibu mu menyakiti ayah mu lagi sama seperti mu yang menyakiti Gabirel."


Gege langsung bergegas pergi membuat Amelia mematung. Dia menatap nenek satu-satunya dengan penuh harap.


"Apa maksud Nek?"


"Maafkan Nenek, nenek akan menceritakannya ...."


"Sudah selesai Nyonya?" tanya Joe. Gege mengangguk. "Terimakasih Joe, karena dirimu."


"Sebagai tanda terimakasih, bagaiman kalau nona Krystal jadi istri saya saja Nyonya."


"Apa?"


Joe cengengesan, ia hanya bercanda dan tidak sungguhan.


Di tempat lain.


Setelah pulang dari rumah sakit. Rara menuju perusahaan Gabriel. Ia akan menceritakan semuanya tentang pertemuan tadi.


"Sayang."


Gabriel langsung berlari memeluk Rara. "Sayang, syukurlah kau datang. Tadi adik mu datang dan kau tau, dia menyeramkan." Adu Gabriel.


Rara tersenyum, ia sudah menebak kalau adiknya yang spesial itu pasti sudah tau.


Drt


Rara melepaskan pelukannya dan menganbil ponsel pintarnya di tasnya.


"Kak, kau tidak perlu khawatir. Aku sudah menyelesaikannya, tinggal suami mu yang bodoh itu."


Bip


"Dia sudah tau, Gege tidak akan tinggal diam apapun yang terjadi pada ku."


"Aku iri, kau memiliki saudara yang perhatian, tapi tidak dengan ku. Aku tidak memiliki siapa-siapa." Gabriel anak tunggal, ia tidak merasakan apa dan bagaimana persaudaraan.


Rara menghela nafas. "Kau masih memiliki aku. Aku akan menceritakan semuanya pada mu."


"Tidak sayaang, aku percaya pada mu. Bagaimana kalau kita buat adik lagi untuk Lucio. Kita harus barusaha."


"Tidak Lucio masih kecil, tunggi lima tahun atau tiga tahun lagi."


"Baiklah, tapi sekarang tagihannya." Gabriel langsung menggendong tubuh Rara ala bride style. Dia membawa Rara ke kamar pribadinya yang berada ruang kerjanya itu.


End...


Hallo salam hangat, terimakasih sudah baca karya Author. Semoga karya Author ini menyenangkan di hati kalian. Kalau tidak senang, maaf ya 😁😁😁 jangan lupa baca karya author lainnya ya.