
Ueeemmm
Gege menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya. Ia merasa lelah dan ingin tidur lagi. Namun kedua netranya terbuka ketika merasakan nafas hangat menerpa wajahnya.
Sebuah pahatan indah, wajah mulus dan tampan itu serta dada sexy yang mempesona membuatnya tersenyum. Ia berpikir setiap harinya akan melihat seperti ini, melihat wajah Elmer, pria yang ia cintai.
"Sayang sudah bangun." Elmer mendekat dan mencium kening Gege.
"Selamat pagi sayang ku, cinta ku, honey ku." Elmer menuruni pipi Gege dan menciumnya. "Tidur lagi, pasti capek kan. Apa mau aku tambah lagi."
"Udara dingin, sepertinya cocok." Elmer menaik dan menurunkan kedua alisnya dengan tatapan menggoda.
Entah semenjak kapan, tubuh Elmer kini menidih tubuh Gege. Kedua tatapan itu saling mengaitkan gairah yang semakin dalam.
Elmer kembali menyerang bibir Gege. Mengecupnya dengan singkat dan lembut, lalu menuruni lagi leher yang begitu mulus itu. Sebelah tangannya mengangkat pinggang Gege. Kemudian menaruh kedua kakinya di atas bahunya.
Elmer menekan kacungnya masuk ke dalam. Gege menarik nafasnya saat sesuatu mulai masuk ke dalamnya.
Elmer menghentikan kacungnya, dia kembali menyerang Gege dengan bibirnya secara brutal. Setiap inci tubuh Gege tak luput dari lidah lembut Elmer. Beberapa lukisan indah ia tambahkan.
"Elmer...." Gege merasakan sesuatu menusuk di dalam perutnya. Maju lalu mundur. Tubuhnya menganga, siap meluncurkan suara merduanya.
"Ah ...." Gege meremas surai hitam milik Elmer. Mulutnya begitu lihai dan dalam bagaikan anak kecil yang meminum Asi sang ibu dengan rakus.
"Oh, ....."
Elmer menyedotnya secara rakus, sebelah tangannnya memainkan salah satu bukit Gege.
Di bawah sana, ia ajukan dengan lembut. Hawa panas di sekujur tubuhnya semakin membara.
Elmer semakin di buat gila dengan suara merdu wanita di bawah tubuhnya itu.
"Sayang ..." Elmer menurunkan kedua kaki Gege. Wajahnya mendekat ke arah leher Gege. Dia menenggelamkan kepalanya ke ceruk leher Gege. Hingga kacungnya terasa ingin meledak.
Elusan tangan Gege membuat Elmer seperti di pijat setelah melakukan aktivitas yang melelahkan. Semalaman ia tidak tidur, di malam yang penuh gairah dan kebahagian itu ia tidak ingin melewatkannya. Akhirnya ia begadang sampai sinar matahari menyapanya lewat jendela kaca. Ia memejamkan kedua matanya hingga nafas teraturnya terdengar oleh Gege.
...
Krystal tersenyum, ia puas dengan penampilannya. Hari ini ia ingin bermain dengan ayah dan ibunya. Rambutnya di ikat dua dan menggunakan gaun merah.
"Sip, aku gak sabar lihat Mommy dan Daddy."
"Eh keponakan tante mau kemana? Cantik benar," ujar Rara. Ia berniat mengecek keadaan Krystal. Kini ia ikut menginap di rumah Gege atau lebih tepatnya rumah lama Elmer dan Gege.
Hubungannya dengan Mommy Becca dan tuan Arthur serta tuan Hardiand sudah membaik. Ia bersyukur memiliki adik sebaik Gege yang mau memaafkannya.
"Tante, mau lihat Mommy dan Daddy lah."
"Sayang, emmm Daddy dan Mommy pasti lelah bekerja. Jadi sebaiknya Krystal main bersama tante saja," ujar Rara. Adiknya dan adik iparnya pasti sedang mengolah adonan.
Krystal memanyungkan bibirnya. "Kenapa bekerja? Mommy dan Daddy tadi malam langsung tidur loh Tante."
Rara menggaruk kepalanya, bagaimana caranya ia harus menjelaskan pada anak kecil tanpa mengotori pikirannya. "Begini sayang, Mommy dan Daddy lelah karena buat adik. Nah, nanti Krystal punya adik di perut Mommy setelah 9 bulan baru adiknya keluar. Memangnya Krystal tidak mau punya adik?"
"Mau dong Tante, adik itu lucu. Krystal mau, jadi boleh pesan adik laki-laki dan perempuan dong."
Rara tertawa sumbang, lebih baik mengiyakan saja perkataan Krystal. "Iya sayang, jadi hari ini Krystal main sama tante ya?"
"Iya deh Tante." Kebetulan hari ini ia libur karena acara pernikahan kedua orang tuanya.
"O iya, bagaimana kalau Tante ajak Krystal ke Mall. Kita belanja yuk di sana,"
"Iya Tante, ayo Krytasl suka belanja loh."