Istri Reinkarnasi Presdir Kejam

Istri Reinkarnasi Presdir Kejam
Cerita Baru.


Krystal terus berlari, di belakangnya ada Elmer yang ikut berlari dan sesekali menoleh ke belakang.


"Aaa ..."


Elmer menghentikan langkahnya, dia kemudian berbalik dan langsung menangkap tubuh Gege. Hingga tubuh Elmer terhuyung dan pada akhirnya tubuh Gege menimpanya.


Kedua netra Elmer mengunci kedua netra Gege. Detak jantung Elmer berpacu dengan kuat, seakan ingin melompat dari tempatnya. Sama halnya dengan Gege, jantungnya berdetak lebih kuat. Keduanya tak bisa mengedipkan kedua matanya. Elmer melihat wajah Gege yang bercahaya, cantik dan manis. Bagaimana bunga mawar yang baru mekar dan aroma wanginya menghiasi di sekitarnya.


Elmer terlihat mempesona, meskipun jakunnya terlihat lancip wajahnya terlihat kurus, namun tidak mengurangi sedikit pun ketampanannya. Dia melihat jakun yang di tumbuhi rambut halus itu semakin membuatnya mempesona.


"Mom, kasihan Daddy tersiksa," ucap Krystal.


Gege tersadar, ia langsung berdiri. Wajahnya bagaikan tomat yang sudah matang. Ia malu dengan tindakannya. Namun tidak dengan Elmer, ia begitu menikmati sentuhan hangat tubuh Gege.


"Krystal, Mommy ayo mandi kau harus ..."


"Biar aku saja yang memandikan Krystal. Kau mandilah dulu, aku takut kau yang terkena flu."


Gege menoleh, tanpa menolak dan mengiyakan ia langsung pergi membuat Elmer terkekeh geli melihat Gege yang malu. "Dia manis sekali."


"Kalau manis ya di makan Dad." Krystal menyahut membuat pikiran Elmer berkelana ke bibir Gege.


"Kau anak kecil, tau apa?"


Krystal mengerutkan keningnya, memangnya ia salah menyahut. Bukannya kalau buah manis sangat enak di makan?


Sedangkan dari teras samping, tuan Hardiand menikmati pemandangan tadi. Putrinya masih memiliki rasa pada Elmer. Namun tidak ingin mengakuinya, mungkin karena tenggelan dengan rasa kecewanya.


"Kau melihatnya, sepertinya Gege masih memiliki rasa. Namun tak ingin mengakuinya."


Tuan Hardiand mengiyakannya. "Benar, tapi sepertinya Gege masih larut dalam kekecewaannya, tapi aku yakin Elmer bisa mengatasinya."


"Awalnya aku berniat mengajak Gege ke pesta dansa, tetapi karena aku sakit dan masalah silih berganti. Akhirnya kami melupakan pesta itu. Padahal aku berencana mencari jodoh yang pas untuk Gege, sepertinya dia tidak membutuhkannya lagi."


"Kau benar, mereka tidak membutuhkannya lagi."


"O iya bagaimana keadaan Rara?" tanya tuan Hardiand.


Beberapa hari yang lalu Tuan Arthur mendapatkan kabar kalau Rara baik-baik saja dan masalah Briana, kini wanita itu mendekam di penjara setelah mendapatkan tamparan dari Elmer.


"Dia baik-baik saja,"


"Tidak, aku tidak ingin membuat Gege kecewa dan ingin menenangkan hati Gege lebih dulu." Dia takut putrinya kembali menjauhinya dan ia membuat Gege kecewa lagi.


"Gege bukan pedendam."


Tuan Arthur tak menjawab, ia hanya tersenyum sambil memandangi Gege yang melangkah pergi.


Kini tuan Hardiand dan tuan Arthur semakin akrap. Mereka sering menghabiskan waktu bersama. Bahkan memperbincangkan bisnis yang sama. Mereka kini bekerjasama dalam menjaga Gege, Krystal dan perusahaan.


...


Gege menutup pintunya dengan kasar, lalu bersandar ke belakang pintunya. Ia memegangi dadanya, bahkan kedua telinganya mendengarkan detakan jantungnya. Sama saja, tidak ada yang berubah. Jantungnya masih berdetak saat bersama Elmer. Namun kali ini terasa berbeda. Ia menggeleng, sepertinya Elmer sangat nyaman dengan pertemanannya. Dia tidak mengungkit untuk kembali bersama.


Ia memegangi dadanya yang merasa sakit, seolah ia tidak menerima pernyataan tadi.


"Sudahlah,"


...


"Daddy, apa Daddy masih mencintai Mommy?" tanya Krystal.


Elmer mengerutkan keningnya, dia menghentikan tangannya yang membantu mengusap kepala Krystal dengan shampoo. "Anak kecil tau apa?" tanya Elmer. Baginya sebuah kata cinta hanya untuk orang dewasa.


"Daddy menganggap Krystal bodoh, di film pun begitu Dad."


"Kau ini, anak kecil lihatnya kartun bukan film dewasa." Elmer tidak menginginkan putrinya berpikir arah kedewasaan.


"Ya ampun!!!" Krystal menepuk jidatnya. Daddnya ini selalu meremehkannya.


"Katakan saja kalau iya, sepertinya Mommy juga menyukai Daddy."


Elmer mendekat ke wajah Krystal. "Kau yakin Mommy mu masih menyukai Daddy?"


Krystal mengangguk polos, Mommynya terlihat lebih ceria.


"Baguslah, kau sudah mengenal arti cinta. Cinta itu memang luar bisa dan bla bla bla ..." Elmer menjelaskan panjang lebar, tanpa sadar dia menjilat air ludahnya sendiri.


"Dad, stop oke. Aku sudah paham arti cinta. O iya Dad, em ada seorang kakak laki-laki yang menyukai ku Dad."


"Apa?!!" teriak Elmer.