
Tuan Hardiand mematung melihat tuan Arthur memeluk putrinya. Akankah ia tetap di tinggalkan oleh putri keduanya? Apakah selamanya ia tetap kesepian?
"Daddy," Gege mengurai pelukannya. Dia menghampiri tuan Hardiand, di belakangnya ada seseorang yang tak ia kenal.
Gege berhambur memeluknya, tuan Hardiand tersenyum. Dia beralih menatap tuan Arthur.
Kedua mata pria yang berbeda umur itu saling mengunci. Dada tuan Arthur bergetar, ia takut kehilangan Gege.
Tuan Hardiand merangkul Gege dan menghampiri tuan Arthur dan Mommy Becca. Pasangan itu saling pandang, keduanya sangat takut kalau harus kehilangan Gege.
"Terimakasih karena telah merawat Gege." Tuan Arthur merasa malu jika harus meminta Gege ikut dengannya. Ia telah lalai menjadi ayah yang baik untuk putrinya.
Tuan Hardiand tersenyum, namun tatapannya begitu dingin. Ia tidak akan membiarkan Gege kembali kedalam pelukan kedua orang tuanya. Gege putrinya, mereka telah membuangnya. "Tentu saja, karena Gege adalah putri ku."
Gege menyadari keadaanya saat ini. Tuan Hardiand baru saja keluar dari rumah sakit, ia tidak ingin Daddynya itu terbebani dan kembali jatuh sakit.
"Dad, Daddy istirahatlah."
"Tidak, aku tidak akan istirahat. Mereka datang untuk mengambil mu."
Mommy Becca menunduk, jika boleh ia ingin Gege ikut dengannya. Dia berhak, karena ia adalah ibunya dan Arthur adalah ayahnya.
"Kalian sudah membuangnya, kalian sudah memiliki Rara dan tidak membutuhkan Gege."
"Hardiand, kami akui kami salah. Tapi Gege putri kami. Sekalipun dia bersama mu, tapi darah kami mengalir dalam tubuhnya. Kami sangat berterimakasih kau sudah menyalamatkan Gege."
"Semudah itu kau mengucapkannya, dimana hati kalian sebagai orang tua? Kalian tidak memikirkan apa yang akan terjadi pada kalian setelahnya? Akibatnya? Kalian ingin tau apa yang terjadi pada Gege."
Tuan Hardiand mrngingat bagaimana Gege memohon padanya untuk menyelamatkan putrinya dan berakhir dengan koma, berjuang antara hidup dan mati.
Elmer memeluk erat Krystal, tubuhnya gemetar mendengarkan cerita dari tuan Hardiand. Bagaimana istrinya berjuang? Dia memang pria bodoh dan tidak becus. Masih pantaskah dia bersama Gege?
"Kalian tidak tau berapa banyak tusukan jarum yang harus tubuh Gege terima. Kalian tidak tau bagaimana dia melawan sakit seluruh tubuhnya."
"Tapi Gege bersyukur bertemu dengan Daddy."
"Kau ingin kembali pada mereka?" Tuan Hardiand melepaskan pelukan Gege. "Kembalilah, tidak masalah bagi Daddy."
"Kakek," Krystal memanggil tuan Arthur. Kakeknya terlihat sedih, terlihat dari semua wajah orang di depannya. Dia memberontak meminta untuk turun.
Tuan Hardiand menoleh dan tersenyum, namun melanjutkan langkahnya kembali.
Elmer menurunkan Krystal, dan bocah itu pun berlari menyusul tuan Hardiand.
Mommy Becca menggenggam tangan Gege. Seakan memintanya untuk kembali. Gege menggeleng. Dia beralih menggenggam kedua tangan Mommy Becca.
"Maaf Mom, Mommy dan Daddy memang orang tua Gege. Tapi saat ini Gege tidak bisa meninggalkan Daddy Hardiand. Dia orang yang menyelamatkan Gege. Status kalian tidak akan pernah berubah, tapi tolong mengertilah untuk saat ini. Mommy dan Daddy boleh menemui Gege kapan pun."
"Baiklah, besok kami akan datang kesini," ucap Mommy Becca. Tidak masalah baginya jika harus berpisah dengan Gege asalkan Gege masih hidup.
"Aku tidak akan mempersulit mu, lakukan jika bisa membuat tenang," ucap Elmer tersenyum pahit.
"Terimakasih, aku mau menyusul Daddy dulu."
....
Tuan Arthur, Mommy Becca dan Elmer memasuki mobilnya. Mereka bersiap untuk pulang, Elmer memasang seatbaltnya. Kemudian menjalankan mobilnya itu.
"Semenjak kapan kau mengetahui Clarissa adalah Gege?" tanya tuan Arthur. Dia memang melihat Gege pada tubuh Clarissa tapi ia tak berani karena takut memperkeruh hubungannya dengan tuan Hardiand.
Elmer menarik dalam nafasnya, lalu menoleh. "Aku menyelidikinya diam-diam Dad. Aku sudah mengurung Briana, karena dialah yang menyebabkan semuanya dan masalah Rara, apa Daddy akan tetap membiarkannya?" tanya Elmer. Setelah pulang dari London mereka seakan lupa keberadaan Rara.
"Biarkan dia instropeksi diri, kami sebagai orang tua merasa gagal mendidiknya. Kami bukan membencinya, orang tua tidak akan membencinya, tapi kecewa kami sangatlah besar padanya. Mommy berharap semoga dia baik-baik saja walaupu hati Mommy masih sakit."
Elmer tau, Mommy dan Daddnya tidak akan membiarkan begitu saja. "Aku menyelidikinya, setelah keluar dari Apartement dia melamar pekerjaan di sebuah kafe."
"Terimakasih Elmer, kau masih begitu baik padanya. Bahkan dia sendiri yang menghancurkan pernikahan mu," ucap Daddy Arthur. Ia beruntung memiliki menantu seperti Elmer.
"Elmer berharap, Rara berubah Dad dan menyesali perbuatannya."
"Elmer, masalah perceraian mu. Apa kau akan menyerah begitu saja?" tanya Mommy Becca. Ia tidak berhak mengadili hubungan mereka, tapi ia merasa kasihan pada Elmer.
"Aku akan menurutinya, mungkin dengan begini aku bisa menjaganya. Mommy dan Daddy tenang saja, Gege dan Krystal tetap prioritas utama ku. Sekalipun kami bercerai, bukan berarti aku harus menyerah. Aku akan mengejarnya kembali Dad. Aku akan menyembuhkan luka hatinya."
"Terimakasih Elmer, tolong jaga dia dan cucu ku. O iya besok kita harus membawa sesuatu untuk Krystal." Tuan Arthur tidak sabar ingin bermain dengan cucunya. Kedua tangannya sangat gatal ingin mencubit pipi Krystal.
...
"Kakek, kakek jangan sedih. Kakek sudah berjanji pada Krystal tidak akan sedih," ujar Krystal. Dia mengusap air mata tuan Hardiand.
"Krystal janji tidak akan meninggalkan kakek?"
Krystal mengangguk, tentu saja dia tidak akan meninggalkan Kakek Hardiand. "Janji," Krystal menautkan jari kelingkingnya dengan jari Kakek Hardiand.
Gege pun masuk, hatinya menghangat melihat Daddy Hardiand tidak lagi bersedih. "Daddy, kami berjanji tidak akan meninggalkan Daddy."
"Daddy percaya sekarang, apalagi Krystal sudah berjanji. Bagaimana kalau kita tinggal bersama? Aku kasihan sekali pada Arthur, dia pasti merasa kehilangan. Aku pernah merasakannya."
Gege memeluk tuan Hardiand, betapa baiknya tuan Hardiand baginya, bagi keluarganya. Jika tuan Hardiand tidak baik, mungkin saja saat ini ia sudah meninggal untuk kedua kalinya.
Dengan pengacara yang sangat ahli, perceraian Gege dan Elmer pun berlangsung dengan cepat. Namun Elmer tetap menemui Krystal seperti biasanya. Kini sebulan telah berlalu, Elmer benar-benar menuruti semua keinginan Gege, tapi dalam hatinya masih tersimpan nama istrinya. Kediamannya pun tak berubah, semua foto pernikahannya dengan Gege masih di pajang dengan rapi. Dia sering membawakan hadiah dan kue kesukaan Gege dan Krystal. Dia tidak menyerah mengejar cinta mantan istrinya kembali.
Tuan Hardiand memustuskan akan menetap di Itali. Hubungannya dengan Tuan Arthur dan Mommy Becca telah membaik. Kadang mereka mengobrol bersama sambil menemani Krystal bermain. Mereka bersama-sama menjaga Gege dan Krystal, tidak ada lagi kecemburuan dari keduanya.
"Krystal!!" pekik Gege melihat bajunya yang basah. Krystal menyiramnya dengan air selang. Elmer tertawa, dia pun ikut mencipratkan air selang itu.
"Elmer, kalian ..." Gege berdecak pinggang. Elmer dan Krystal pun berlari karena takut aungan kemarahan Gege.