Istri Reinkarnasi Presdir Kejam

Istri Reinkarnasi Presdir Kejam
Kekecewaan


"Rara." Mommy Becca menghampiri Rara. Sejenak dia menoleh pada Gabriel, tentu saja dia tau siapa pria di depannya itu. Dia adalah Gabriel Wiliam yang sudah memiliki istri, membayangkannya saja ia tidak bisa. "Tenanglah, kau harus ingat anak mu."


Rara memeluk Mommy Becca, walaupun pelukannya sedikit merenggang karena sedang mengandung. "Mom, kenapa seperti ini nasib ku."


"Sayang, ini ujian. Bukan salah mu."


Gabriel menunduk, hatinya sakit melihat Rara menangis. Ia merasa bersalah dan sangat menyesalinya. Kenapa ia tidak bisa menahan hasratnya pada malam itu.


"Tuan Gabriel, kami butuh ketenangan. Silahkan anda pergi." Tuan Arthur mengusir dan ingin berpikir jernih.


"Tidak, aku harus menjelaskannya. Aku saat itu mabuk dan maaf aku tidak." Gabriel tidak ingin di pisahkan dengan anaknya. Walaupun ia belum mencintai Rara, tapi ia memiliki kewajiban untuk menjaga putranya sekaligus Rara. Ia harus menghargai Rara yang telah mengandung dan mengalami banyak penderitaan.


Rara mengurai pelukannya. Ingin sekali ia menampar wajah Gabriel. Kebenciannya semakin membara, gara-gara pria itu hidupnya hancur, tapi menyesali pun percuma, yang terpenting saat ini kesehatan putranya. Dokter mengatakan kalau ia mengandung anak laki-laki.


"Kau pria bajingan, brengsek, aku membenci mu."


Rara merasakan nyeri di perutnya. Sebelah tangannya mencengkram Mommy Becca.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Mommy Becca khawatir.


Gabriel dan tuan Arthur pun khawatir, dalam hitungan detik Rara pingsan, untung saja Mommy Becca dengan sigap dan kuat memeluk Rara yang tengah berbadan dua.


...


Gege menatap sengit, benci dan jijik pada pria di depannya. Kini ia berada di rumah sakit, saat mendengarkan kakaknya pingsan, ia takut terjadi sesuatu padanya dan anaknya. Ternyata biang keroknya karena pria di depannya dan lebih tepatnya orang yang menghancurkan kakaknya.


Plak


Gege menampar keras dan sekuat tenaga pada pria di depannya. Gabriel tak melawan, ia bersalah dan pantas menerimanya.


"Laki-laki brengsek, kau anggap apa kakak ku? Kau memberikannya sebuah cek? Kau kira kakak ku wanita malam? Sekalipun wanita malam kau seharusnya menunggunya dan mengabarinya karena menghargai kepuasan hasrat laki-laki, tetapi kau tidak." Gege menunjuk dada Gabriel. "Kau lebih rendah yang meninggal wanita begitu saja."


Jordan menatap Gabriel. Pria itu diam dan tak berkutik. Entah apa yang bosnya itu pikirkan. Apakah karena takut pada Gege atau takut terjadi sesuatu pada anaknya?


"Dengan keluarga Geraldine." Seorang Dokter keluar.


Mommy Becca dengan cepat menghampiri Dokter.


"Saya Dok." Mommy Becca dan tuan Arthur menyahut bersamaan.


"Saya harap anda menjaga pikiran nona Geraldine."


Elmer menenangkan Gege, dia merangkul Gege untuk duduk di kursi tunggu. "Sayang tenangkan dirimu."


Gege tidak bisa tenang, ia ingin mencakar wajah Gabriel.


"Sebaiknya tuan Gabriel pulang sebelum terjadi sesuatu pada putri saya," ucap Mommy Becca dengan nada dingin. Ia harus mengusir pria bejat itu dari pandangan putrinya sebelum terjadi apa-apa.


Gabriel mendongak, ia bersyukur tidak terjadi sesuatu pada Rara dan anaknya. "Maaf."


Gabriel membungkuk, kemudian menegakkan tubuhnya. "Saya ingin menikahi Rara dan bertanggung jawab."


"Apa kau lupa kalau kau memiliki istri?" tanya Mommy Becca dengan nada membentak. Sungguh ia tidak rela Rara menjadi istri kedua. Bagaimana hidupnya nanti? pasti putrinya tidak akan bahagia. "Kami keluarga Lewis bisa membiyai cucu kami."


Gabriel tau betapa kecewanya keluarga Lewis padanya. "Saya dan istri saya sudah bercerai. Kami dalam proses perceraian."


"Saya harap anda tidak menghalangi saya untuk menjadi figur seorang ayah. Seorang anak pasti butuh figur seorang ayah. Saya tidak meremehkan keluarga Lewis, tapi saya sebagai pria ingin bertanggung jawab padanya dan anak saya."


Gabriel membungkuk kembali, ia tersenyum dan memutar tubuhnya bergegas pergi.


...


Mommy Amber, tuan Arthur, Gege dan Elmer masuk ke ruang rawat inap Rara. Mereka melihat wajah Rara yang di penuhi dengan kesedihan.


"Kak, kami tidak akan membiarkan pria brengsek itu menyakiti kakak," ujar Gege.


"Bagaimana dengan pria itu Mom? Apa yang dia katakan?"


Mommy Amber menoleh pada tuan Arthur dan tuan Arthur mengangguk. Keputusan ada di tangan Rara. Dalam hal ini tuan Arthur dan Mommy Becca bingung, sejujurnya sangat sakit saat mendapatkan kenyataan ini walaupun sudah berlalu mereka mengetahuinya, tapi hatinya masih merasakan sakit. Sebagai seorang tua ketika putrinya di perlakukan seperti itu pasti sangat sedih.


Akan tetapi, mereka tidak mungkin menyembunyikan perkataan Gabriel Wiliam.


"Dia ingin tanggung jawab pada mu dan juga anak mu. Gabriel sudah memiliki istri, tapi saat ini mereka dalam proses perceraian." Mommy Amber menggenggam tangan Rara. "Semua keputusan ada di tangan mu. Kami tidak akan memaksa atau menyuruh mu."


Rara meneteskan air matanya melewati sudut kedua matanya. Hidupnya begitu di penuhi dengan kepedihan.