Istri Reinkarnasi Presdir Kejam

Istri Reinkarnasi Presdir Kejam
Kesakitan Sekian Kalinya


Pakkk


Gabriel menaruh dengan kasar sebuah map yang berisi foto terlarang istrinya itu. Wajahnya merah padam, seakan muncul asap dari ubun-ubunnya.


"Honey, ada apa?" tanya Helena. Dia tengah bersantai membaca majalah setelah tidak pulang dari semalam.


"Kau lihat sendiri."


Deg


Helena merasa ketakutan, wajah Gabriel bagaikan harimau yang ingin mencabik-cabik mangsanya.


Helana mengambil map itu dan melihat beberapa fotonya dengan kekasih gelapnya. Di luar sana ia memang menyewa beberapa pria bayaran.


"Honey tidak seperti yang kamu pikirkan." Helena bangkit, dia hendak meraih tangan Gabriel, namu pria itu menghindarinya. "Aku, aku akan menjelaskannya."


Plak


Dengan rasa sakit yang menggoroti hatinya. Gabriel memandang jijik dan benci pada wanita di depannya. "Helena, demi dirimu aku melepaskan kekasih masa lalu ku. Demi menghormati kedua orang tua ku, aku menerima mu, mencintai mu, bahkan aku memutuskan hubungan dengan kekasih ku."


Suara tajam Gabriel menggema di ruang tamu itu, beberapa pelayan berkumpul dan melihat pertengkaran nyonya dan tuannya itu.


"Tubuh mu membuat ku jijik. Kau tidak pantas menjadi bagian dari keluarga Wiliam. Aku tidak akan melupakan pengkhianatan mu."


"Jordan, urus perceraian ku. Aku tidak ingin melihat wanita ini lagi."


Helena mematung, ia kira perbuatannya selama ini tidak di ketahui karena ia tau seberapa Gabriel mencintainya dan mempercayainya.


"Gabriel, aku mohon maafkan aku. Aku tidak akan melakukannya lagi. Berikan aku kesempatan." Helena memohon dengan isak tangisnya. Setelah mendengarkan perceraian, ia belum rela lepas dari Gabriel, suaminya.


"Gabriel ....."


Helena berteriak dengan rasa sesak di dadanya. Kedua matanya mobil yang telah di tumpangi Gabriel keluar dari pintu gerbang.


...


Gabreil duduk bersandar di sisi ujung ranjang di Apartementnya. Kedua matanya mengembum, mungkin ini karma atas hukuman karena telah meninggalkan kekasihnya. Ia begitu terpukul dengan pengkhianatan istrinya.


"Hidup ku tidak berarti." Semenjak lepas dari kekasihnya, Gabriel seolah merasa hidup tak tenang.


"Tuan, tuan jangan bersedih. Masih ada satu masalah yang harus tuan selesaikan." Jordan menatap iba pada pria yang tengah di uji kehidupannya.


Gabriel teringat dengan wajah Rara, benar. Ada seorang wanita yang harus ia bertanggung jawab dan anak yang harus ia jaga. "Kau benar, aku tidak boleh larut."


"Mereka sekrang berada di kediaman Richard tuan. Putri kedua mereka tengah melahirkan dan keluarga Lewis berada di sana."


Gabriel tidak ingin menjadi pengecut, ia akan bertanggung jawab demi anaknya. Ya, demi anaknya.


Malam harinya.


Gege memakan dengan lahap makan malamnya itu. Dia begitu lapar setelah menyusui baby Devan. Putranya itu sangat rakus dan lebih rakus menyusu daripada Krystal saat masa kecil.


"Gege, ingin menambah?" tanya Rara dengan lembut. Dia tidak mau Gege kurus. Melihat Gege makan dengan lahap, ia sangat senang.


"Terimakasih Kak. Aku sudah kenyang, o iya aku mau ke kamar dulu sambil membawa makan malam untuk Elmer."


Sudah seminggu lebih satu hari Gege Elmer makan malam di kamar sambil menemani baby Devan.


"Nyonya, Tuan di luar ada tamu."


Tuan Arthur mengerutkan keningnya, tidak ada jadwal pertemuan bisnis atau keluarga. "Siapa ya?"


Sedangkan Tuan Hardiand, dia telah pulang dan menyisakan tuan Arthur bersama Mommy Becca di kediaman Richard.


Tuan Arthur pun bergegas keluar, dia ingin lihat siapa yang datang dan benar saja ada tamunya, tapi ia tidak tau perihal apa kedatangannya.


"Tuan Gabriel,"


Gabriel menjabat tuan Arthur dan Tuan Arthur pun mempersilahkannya duduk.


Mommy Becca pun ikut menyapa, sedangkan Rara masih menemani Krystal yang belum selesai makan malam.


Seorang pelayan pun datang dengan membawa kopi dan beberapa camilan, kemudian menaruhnya di atas meja segi empat itu.


"Maaf mengganggu tuan, kedatangan saya kesini ingin meminta maaf sebesar-besaranya." Gabriel menarik nafas dalamnya. Sebelum ia melanjutkan niatnya, ia harus terima kemarahan sepasang suami istri di depannya itu.


Tuan Arthur dan Mommy Becca sama-sama terlihat kebingungan. Kening tuan Arthur mengerut, ia mengingat kesalahan pria di depannya, namun sama sekali ia tidak menerima kesalahannya.


"Kesalahan apa tuan Gabriel?"


Firasat Mommy Becca tidak enak, ia merasa gugup dan khawatir.


"Maaf karena saya telah membuat putri anda mengandung." Dalam tarikan nafas, Gabriel mengeluarkan ucapannya membuat wanita yang tak jauh dari sana mematung.