Istri Reinkarnasi Presdir Kejam

Istri Reinkarnasi Presdir Kejam
Akhir Sebuah Kisah


Matahari mulai beranjak dari peraduannya, sialau keemasan itu menembus jendela kaca, gorden melambai-lambai mengikuti angin sejuk yang masuk.


Emm


Seorang wanita melenguh, ia merasa terusik dengan semilir angin yang menerpa wajahnya. Kedua bola matanya mulai bergerak, kedua netranya perlahan terbuka.


"Sudah bangun."


Sontak kedua netranya terbuka lebar. Dia hendak beranjak, namun pria di sampingnya menahannya. "Tetap berbaringlah."


"Mau apa kau kesini?" tanya Rara dengan nada tak bersahabat.


Gabriel tersenyum, pagi-pagi sekali ia mempersiapkan dirinya dan bunga mawar untuk menjenguk Rara dan putranya. "Apa aku salah menjenguk anak ku?"


"Kau hanya menjenguk anak mu tapi kau tak menjenguk ibunya." Rara mengejek dan tersenyum sinis. Dia merasa dongkol dengan perkataan pria di depannya.


Gabriel terkekeh geli membuat Rara terpesona dengan senyumannya itu. Rara segera menggeleng, ia tidak boleh terpesona pada pria di depannya itu.


"Kau cemburu pada anak mu?"


Ck


Rara berdecak kesal, narsis sekali pria di depannya ini.


Gabriel mengambil sebuket mawar merah di atas nakas lalu memberikannya pada Rara. "Selamat pagi,"


Sejenak Rara merasakan aroma wangi mawar itu, namun tangannya tak ingin bergerak untuk menerimanya.


"Terimalah, aku susah payah dari tadi pagi menyiapkan ini."


Rara mengambil bunga mawar itu. "Kau merasa repot? Aku tidak menyuruh mu."


Gabriel tertawa, lucu sekali wanita di depannya ini. Sangat menggemaskan hingga ingin membuatnya menaruh di saku jasnya itu.


...


Gege greget melihat Gabriel menemani Rara. Saking takutnya kedua matanya tidak lepas dari Gabriel. Pria itu memohon untuk menjenguk Rara sebagai hak karena ayah dari anak yang di kandung Rara.


"Kau lihat Elmer, dia pria bajingan itu beraninya menggoda kakak ku."


Kalau tidak di goda mana mungkin Rara akan luluh batin Elmer. Ia berharap Rara memberikan Gabriel kesempatan, ia teringat masa lalunya yang memiliki kesalahan terbesar pada Gege.


"Honey, kau lihat wajah Rara?"


"Kenapa?" tanya Gege. Mulai tadi dia memperhatikan Gabriel sama sekali tidak memperhatikan wajah Rara.


"Dia sepertinya terasa hidup."


"Kau pikir kakak ku mati?" tanya Gege dengan nada tajam.


"Benar Ge," timpal Mommy Becca. "Siapa tau ini jalan Rara. Mommy dan Daddy sudah menyelidiki Gabriel. Dia pria yang baik, hanya saja salah istrinya yang berselingkuh. Mungkin dia melakukannya karena takut mengecewakannya. Tapi sepertinya takdir berpihak pada Rara."


Gege mengamati dengan dalam wajah Rara. Tidak ada gurat kesedihan di wajah kakaknya itu. Sepertinya yang di pikirkan oleh kedua orang tuanya dan Elmer benar.


...


3 Bulan kemudian.


Hubungan Rara dan Gabriel membaik, katakanlah mereka berteman sekalipun menikah. Tidak ada pengungkapan cinta di antara mereka, tetapi mereka saling kerjasama dalam merawat anaknya. Beberapa hari yang lalu, Rara telah melahirkan seorang anak laki-laki yang di beri nama Lucio Wiliam.


Setiap saat Gabriel selalu meluangkan waktu untuk menemani Rara, baik saat mengandung bahkan sampai melahirkan. Gabriel menjadi suami yang siap siaga untuk Rara dan putranya itu. Sama seperti saat ini, Gabriel sendiri yang menggantikan popok baby Lucio yang telah selasai Pup.


"Sayang, anaknya Daddy." Gabriel mengajak baby Lucio berbicara. Baby Lucio hanya memandang pria yang di sapa ayahnya itu.


Sedangkan tangannya begitu lihai memasangkan popok. "Baby Lucio diam ya sayang, Daddy mau mandi."


"Ra, jangan terlalu banyak bergerak kau baru saja melahirkan." Ungkap Gabriel yang melihat istrinya dari berjalan masuk ke kamar baby Lucio.


"Aku hanya ingin melihatnya."


Kamar baby Lucio dan dirinya bersebelahan dan di hubungkan dengan pintu sebagai akses keluar masuk ke kamar Baby Lucio.


"Kau ini membuat ku khawatir saja." Gabriel mendekat, ia menatap dalam wajah Rara yang memandangi baby Lucio.


Gabriel meraih tangan Rara dan membuat Rara menoleh. "Ra, ada sesuatu yang ingin aku katakan."


Rara mengerutkan keningnya, ia melihat wajah Gabriel yang gugup.


"Aku mencintai mu."


"Aku mencintai mu Geraldine Lewis, ibu dari anak ku Lucio Wiliam."


Rara menganga, ia terkejut mendengarkan pengakuan Gabriel. Semenjak kapan Gabriel mencintainya? akan tetapi ia begitu senang dengan pengakuannya.


"Bagaimana? Em bagaimana dengan jawaban mu?"


Rara mengangguk, ia mau memulai kehidupan baru bersama Gabriel. Selama bersama dengan Gabriel hanya kenyamanan yang ia rasakan.


"Oke, aku menerima mu. Aku mecintai mu."


Gabriel langsung memeluk Rara dengan erat, lalu mengecup setiap inci wajah Rara. "Terimkasih sayang."


Gabriel beralih mencium bibir Rara, mengabsen setiap inci bibirnya dengan lembut, kemudian mengurai ciumannya itu.


"Maaf sayang, aku harus mandi."


Rara tertohok, jadi ia di tembak cinta dengan pria yang belum mandi. "Gabriel, kau ya ...."