
Setelah memastikan Gege dan Krystal pulang dengan selamat. Elmer berpamitan pulang ke tuan Hardiand, begitu pun pada Gege dan putrinya. Dia harus menyelidiki perkataan Gege tadi. Jika benar Rara datang, ia harus memastikan Rara tidak menyakiti Gege dan putrinya.
"Joe, kau selidiki Rara sudah kembali apa tidak. Tadi Gege melihatnya."
"Baik tuan," ucap Joe di seberang sana.
Butuh waktu beberapa menit, Joe memberikan informasinya dengan menghubungi Elmer. "Tuan, seperti yang di lihat oleh nyonya Gege. Nona Rara sudah kembali dan sekarang berada di Apartement xxx." Jelas Joe.
"Baik, kau temani aku kesana. Sekarang aku akan kesana."
"Baik Tuan," ucap Joe mengikuti perintah Elmer.
Dia pun bergegas menuju alamat Rara begitu pun dengan Elmer, dia menancapkan gas mobilnya menuju Apartement yang di tempati oleh Rara.
"Ternyata dia memiliki Apartement baru," gumamnya.
Elmer sampai lebih dulu, dia menghubungi Joe dan pria itu pun masih berada di jalan. Dengan sabar dia menunggu kedatangan Joe. Bukannya ia takut, tapi ia tidak ingin mengambil resiko. Ia takut terjadi kesalahpahaman.
Selang beberapa saat, Joe datang. Dia mengetuk pintu kaca mobil Elmer dan pria itu pun menurunkan kaca mobilnya.
Joe mengikuti Elmer dari belakang, satu pengawal pun menghampiri Joe dan Elmer. Dia mengatakan lantai yang di tempati oleh Rara, lalu mengantarnya.
"Silahkan tuan,"
Elmer menekan sebuah bell. Dia menekan beberapa kali.
"Siapa?" tanya Rara. Dia menaruh wine di depannya dan menuju ke arah pintu. Ia melihat dari balik lubang kecil di pintu Apartementnya itu. "Elmer?"
"Kenapa dia bisa ada di sini?"
Ada sebuah rasa rindu yang membuncah, dia tersenyum dan langsung membuka pintunya. Ia langsung memeluk tubuh tegap Elmer. "Elmer, aku tau kau pasti datang."
Elmer mendorong tubuh Rara, namun wanita itu semakin mengeratkan pelukannya. "Lepas Ra,"
"Tidak El, aku merindukan mu. Kau tau betapa tersiksanya aku El."
"Apa yang kamu lakukan tidak pantas Ra," ucap Elmer. Ada nada geram di suaranya.
"Apanya yang tidak pantas, apa aku salah merindukan mu."
"Ya, kau salah karena aku adalah suami dari adik mu."
Rara menggeleng, Gege sudah meninggal dan hanyalah sebuah status. "Gege sudah tiada, aku melihat mu bersama dengan Clarissa. Jika di bandingkan aku, aku lebih pantas untuk mu. Aku mirip dengan Gege. Wajah ku, dan aku bisa meniru Gege."
"Kau gila,"
"Aku memang tergila-gila pada mu Elmer." Rara sangat mencintai pria di depannya itu.
"Gege masih hidup dan aku akan memulai hidup bersamanya. Wanita yang kau kenal sebagai Clarissa adalah Gege, adik mu yang kau bohongi."
Deg
Rara tentu tak percaya begitu saja, mana mungkin Gege adalah Ckarissa. Ia teringat dengan wajahnya yang tidak mirip sama sekali. Ia tidak percaya sedikit pun. Adiknya sudah meninggal.
"Wajahnya tidak sama, tidak mungkin dia Gege."
"Kecelakaan itu mengubah wajahnya Ra. Aku dan Gege sudah memiliki anak."
Dada Rara seakan runtuh, adiknya Gege masih hidup. Ada rasa senang dan sedih di hatinya. Artiny ia tidak akan pernah bisa memiliki Elmer selamanya.
"Aku sudah memiliki anaknya dengannya."
Rara memegang kedua lengan Elmer dengan air mata yang mengalir, dadanya terasa sesak. Adiknya telah kembali, namun ada rasa senang di hatinya mendengarkan adiknya masih hidup.
"Kau percaya padanya, dia pasti berbohong Elmer."
Elmer menepis tangan Rara yang memohon padanya. "Hentikan Ra, kau jangan egois. Gege masih hidup dan aku sudah memiliki anak. Seharusnya kau senang dan aku peringatkan jangan sedikit pun menyentuh Gege. Aku tidak akan membiarkan apa pun yang terjadi. Jangan membuat aku lupa siapa dirimu." Ancamnya. Elmer bergegas pergi meninggalkan Rara yang mematung, air matanya terus mengalir. Dadanya terasa sesak. Hidupnya semakin terombang ambing.
"Satu lagi," Elmer menghentikan langkahnya. "Lupakan aku Ra, kau bisa mencari kebahagian yang lain. Aku yakin kau bisa, biarkan aku hidup bahagia dengan Gege."