
***S.H Hotel***
Di dalam pesta reunian tersebut, mereka semua yang datang masih menunggu hadirnya sang idola. Seorang pria tampan yang kini sedang terkenal dan naik daun beberapa tahun ini. Seorang pria lajang yang menjadi salah satu idaman para kaum hawa di negara A dan beberapa negara lainnya.
Pria yang ingin di jadikan sebagai pasangan hidup, pria kaya raya dan terpandang yang tengah terkenal saat ini. Pria tersebut adalah tuan muda Sean Hamilton, pria tampan dengan wajah blesteran dan mata berwarna biru yang sangat indah sekaligus dingin, sedingin air es di lautan kutub utara atau selamat.
Pria tampan yang memiliki tubuh tinggi atletis, dengan kulit yang putih bersih. Rahang tegasnya mengukir indah ketampanan sang tuan muda. Hidung mancung dan bibir yang berbentuk hati secerah buah cerry menambah aura ketampanannya. Banyak wanita yang rela jika hanya di jadikan sebagai penghangat ranjangnya, namun tidak pernah ada satu wanita pun yang berhasil menaiki ranjang sang tuan muda dingin serta angkuh tersebut.
Pria yang hanya menginginkan wanita pilihan untuk sekedar menemani beberapa malamnya. Namun bukan untuk menemaninya dalam urusan ranjang serta kebutuhan biologisnya. Wanita yang dia ajak, hanya menemaninya untuk sekedar minum dan mengisi waktu kosongnya. Pria yang bahkan tidak pernah benar-benar melabuhkan hatinya pada wanita manapun, karena memiliki seorang wanita masa lalu yang masih ia tunggu sampai saat ini.
Kini pria yang di tunggu oleh banyak wanita tersebut, tidak kunjung datang ke dalam pesta yang sudah berlangsung sejak beberapa jam yang lalu.
Semua sahabat dekatnya, tidak seorang pun yang berhasil menghubunginya. Di mana tuan muda Sean Hamilton berada saat ini? Tidak ada yang tahu sama sekali.
"Coba kau hubungi asisten pribadinya." Ucap Kevin memberikan saran kepada Levi.
"Sudah. Aku sudah menghubunginya. Tetap sama nomer keduanya tidak aktif sama sekali." Balas Levi masih berdiri di hadapan Kevin dan Cella.
"Kalau sudah seperti itu, mana aku tahu. Mungkin saja dia masih memiliki urusan bisnis yang tidak dapat di tinggalkan begitu saja. Kau tahu sendiri Sean sangat sibuk sekali beberapa tahun ini." Balas Kevin dengan santainya sembari menyesap minuman yang ada di tangannya.
"Tapi aku mendapatkan kabar dari salah satu teman, jika dia beberapa jam yang lalu melihat Sean datang ke hotel ini, dan sudah masuk ke dalam salah satu kamar lantai atas." Ucap Rina memberitahu kabar yang ia dapatkan dari salah satu teman mereka.
Kevin melihat ke arah Rina, dia tahu jika wanita super model yang ada di hadapannya tersebut sangat tergila-gila terhadap Sean Hamilton sejak mereka di bangku sekolah dasar.
"Jika kau tahu Sean sudah datang, kenapa tidak kau cari saja dia ke kamarnya?" Balas Kevin terdengar sedikit acuh terhadap Rina.
"Aku tidak tahu kamarnya nomer berapa? Aku tidak berhasil mendapatkan nomer kamarnya." Suara Rina sedikit merajuk.
Jika banyak pria lainnya yang akan mempan mendengar suara rajukan Rina, tidak mempan sama sekali dengan Kevin yang malah terlihat tidak suka dan muak akan suara rajukkan Rina.
Rina melangkah mendekati Kevin dan duduk di sebelah pria yang sedang menikmati minuman di tangannya.
"Kau kan sepupunya, kau pasti tahu nomer kamarnya yang berada di atas. Coba katakan padaku, nomer berapa kamar Sean saat ini?" Bujuk Rina sembari memegangi lengan Kevin.
Kevin menghentikan gerakkan tangannya yang ingin meminum winenya. Pandangannya pun mengarah pada lengannya yang sedang di pegang oleh Rina. Lalu dia beralih melihat ke arah Rina yang tersenyum merayu dirinya.
'Wanita murahan.' Gumam Kevin di dalam hatinya.
"Kau kan calon tunangannya, bagaimana bisa kau tidak tahu nomer kamarnya?" Tanya balik Kevin.
Semua temannya yang datang kini sudah duduk pada sofa kosong yang ada di sana. Cella merasa tidak nyaman berada di tengah-tengah mereka. Bagimana tidak? Semua mata teman lainnya yang hadir di dalam pesta, melihat ke arah mereka. Sekelompok orang-orang paling populer di negara A. Cella risih akan hal tersebut.
"Singkirkan tanganmu ini." Ungkap tegas Kevin menatap dingin serta tajam ke arah Rina yang ada di sampingnya.
Rina tahu Kevin Adelric tidak pernah suka kepadanya. Kevin sama dingin dan angkuhnya seperti Sean Hamilton, sepupunya tersebut.
Rina melepaskan pegangannya dengan senyum yang di paksakan. Teman-temannya pun tahu jika Kevin tidak pernah menyukai Rina Amelia sejak mereka kecil, karena menurut Kevin Rina terlalu centil, sombong, dan suka meremehkan orang lain yang berada di bawah mereka.
Kevin yang merasa risih dan tidak nyaman duduk di samping Rina, memutuskan lebih memilih untuk duduk di samping Cella, kebetulan Cella duduk sendiri pada sofa yang cukup besar untuk dua orang. Semua memandang heran akan sikap Kevin yang lebih memilih duduk di samping Cella yang terlihat jelek di mata mereka, dari pada duduk di samping Rina yang cantik dan seorang super model terkenal.
Cella cukup heran dan melihat ke arah Kevin yang pindah duduk di sampingnya. Kevin hanya tersenyum manis dan terlihat tulus ke arah Cella yang melihatnya heran. Senyum Kevin yang sungguh langkah ia perlihatkan pada seseorang, kini dia tujukan kepada Cella. Seorang wanita yang jauh dari kata anggun dan cantik menurut mereka yang melihatnya.
Apakah mata Kevin sudah buta dan rabun? Sehingga tidak bisa melihat sekitarnya.
Rina dan Hana tidak suka akan sikap Kevin yang berbeda tersebut. Namun tidak dengan Levi dan juga Kristian yang tahu jika Kevin terlihat nyaman duduk di samping Cella.
"Kau Cella, bukan?" Tanya Levi secara tiba-tiba.
Cella dan Kevin melihat ke arah Levi yang ada di hadapan mereka. Levi dan yang lainnya kini melihat Cella dari ujung kaki hingga ujung kepalanya, untuk menilai bagaimana buruknya penampilan dan wajah Cella yang jauh dari kata cantik serta anggun untuk ukuran seorang wanita pada umumnya.
"Iya dia Cella. Princella Johanes, teman sekalasmu dan juga Sean." Balas Kevin mewakili Cella, sembari merangkul lembut pundak Cella memperlihatkan jika dirinya dan Cella cukup dekat dan Kevin terlihat nyaman.
Cella segera melihat ke arah Kevin yang juga melihat ke arahnya dengan senyum manisnya. Levi, Kristian, Rina dan juga Hana cukup heran melihat sikap ramah dan dekat Kevin terhadap Cella. Mereka mengerutkan keningnya melihat ke arah Kevin dan Cella.
"Ada hubungan apa di antara kalian berdua?" Tanya Rina terlihat penasaran.
Kevin dan Cella melihat ke arah Rina.
"Hubungan yang cukup dekat, tentu saja sebagai seorang teman. Jauhkan pikiran negatif kalian tentang kami. Cella adalah sahabat Diana yang juga otomatis menjadi temanku juga." Balas Kevin menekan kata-kata terakhirnya melihat ke arah Rina.
Cella kini tahu jika Kevin menggunakan dirinya sebagai perisai untuk menghindari Rina mendekati dirinya, atas semua pertanyaan Rina tentang Sean. Itulah yang ada di pikiran Cella saat ini.
"Sedang apa kau?" Tanya bisik Cella cukup tenang melihat ke arah Kevin.
"Bantu aku menghindari wanita resek itu." Balas bisik Kevin, namun tepat di dekat telinga Cella, sangat terlihat akrab dan mesra jika di lihat oleh mereka yang tidak tahu kebenaran di antara mereka berdua.
Rina dan Hana cukup terkejut akan sikap akrab dan mesra Kevin terhadap Cella.
Sedangkan Levi dan Kristian hanya tersenyum geli melihat tingkah laku Kevin, yang tidak biasa terhadap wanita lain selain istrinya Diana.
Cella hanya diam sembari menghela nafasnya perlahan akan tingkah laku Kevin terhadapnya. Cella diam tanpa perlawanan, dia ingin tahu bagaimana kelanjutan dari sekelompok orang-orang terpopuler di negara A tersebut.
"Ayolah Kevin, tidak bisakah kau beri tahu kami nomer kamar Sean. Ada yang ingin aku bicarakan dengannya." Ucap Levi tidak mau pusing akan tingkah laku Kevin.
"Aku tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu, Levi." Balas Kevin sembari melepaskan lengannya yang merangkul Cella, dia lalu menuangkan wine ke dalam gelas kosong Cella. Lalu memberikannya kepada Cella, yang tentu saja di terima oleh Cella dengan senang hati. Namun dengan raut wajahnya yang datar.
Semua tindakan Kevin tidak luput dari perhatian semua orang, begitu lembut perhatian Kevin terhadap Cella. Kevin tulus melakukan semua yang ingin ia lakukan terhadap Cella, karena ia tahu Cella wanita baik yang cukup dekat dan sangat di percayai oleh istrinya Diana. Itulah alasan Kevin bersikap baik kepada Cella.
"Baiklah." Balas Levi tahu jika Kevin tidak berbohong.
"Aku pun menghubunginya sejak tadi siang. Namun satupun panggilan dan pesanku tidak dia balas. Lalu aku bisa apa? Lagi pula kita semua tahu bagaimana sibuknya dia sekarang."
"Kau benar. Untuk berkumpul seperti dulu dengannya, sangat susah sekali kita lakukan." Ucap Kristian menimpali.
Cella terdiam menikmati minumannya, tentu sembari mendengarkan percakapan mereka. Percakapan yang membicarakan seorang pria yang sangat berkuasa dan terkenal di negara A. Pria yang dulu pernah memberikan dirinya sebuah luka dan rasa kesal akan setiap tingkah laku usilnya. Dan pria sama yang telah salah paham dan akhirnya membenci Cella dahulu.
Cella berharap dia tidak akan bertemu lagi dengan pria itu, Sean Hamilton.
"Kalau memang dia tidak datang, sebaiknya aku juga kembali lebih awal. Aku datang ke reuni ini untuk bisa bertemu dengan Sean." Ungkap Kristian sembari menyandarkan punggungnya santai pada sandaran sofa.
Namun tatapan matanya melihat sekilas ke arah Cella yang terlihat tenang dan diam saja menikmati minumannya. Kristian dan Cella tidak satu kelas saat di bangku SMP. Jadi mereka tdak begitu dekat, hanya saja dia banyak mendengar cerita Sean tentang Cella dulu. Di saat Sean begitu senangnya mengganggu Cella sebagai hiburannya di sekolah.
Kristian cukup aneh melihat Cella, wajahnya yang memiliki begitu banyak bintik hitam jika di pandang dengan intens. Ada sebuah kecantikan yang tersembunyi di balik kaca mata tebal Cella. Kristian yang juga terjun di dunia mafia, sangat mudah mengenali watak dan juga raut wajah seseorang. Itulah keahlian dirinya.
Dia merasa pernah bertemu dan melihat Cella sebelumnya, namun dengan sosok wajah yang berbeda. Hanya tubuh Cella yang sama dengan orang yang Kristian temui beberapa tahun yang lalu, di sebuah pertemuan besar di negara N. Apakah yang Kristian lihat adalah Cella?
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.