I'M Princella.

I'M Princella.
15. Wanita Ini Seorang Dokter.


***Rumah Sakit Hamilton***


Sean menatap kepergian Cella dengan tatapan yang kurang puas karena kebersamaan mereka terhenti sampai di sana. Dalam hati Sean masih berharap Cella masih ada bersamanya. Setiap Cella pergi dari hadapannya, Sean merasa ada yang ikut pergi menghilang dari dirinya.


"Gio, pastikan kau mengawasinya terus. Apapun yang ia lakukan, dan ke manapun ia pergi. Kau mengerti...Aku tidak ingin wanita itu lepas dari pengawasanku lagi." Ucap perintah Sean kepada asisten pribadinya.


"Baik tuan, saya mengerti. Saya sudah memerintahkan Zia untuk itu." Balas Gio menerima pemerintah tuannya.


"Kau harus pastikan wanita itu ada pada genggamanku. Aku tidak ingin dia pergi lagi." Ucapnya sembari melihat lurus ke arah kursi kosong tempat yang tadi di duduki oleh Cella.


"Baik tuan, saya mengerti." Jawab Gio. Baru pertama kalinya Gio melihat sang tuan terobsesi terhadap seorang wanita, sekian lamanya dia bekerja untuk Sean Halmiton.


Sean bangkit dari duduknya dan berlalu pergi dari ruang VVIP restauran itu. Masih ada urusan keluarga yang harus ia hadiri sekarang juga. Beberapa jam yang lalu, Sean mendapatkan kabar tentang keponakannya yang tidak lain adalah Kenzo putra dari sepupunya Kevin. Kenzo masuk ke rumah sakit miliknya, dan kondisinya sangat serius saat ini.


Sean sudah menghubungi Kevin dan memastikan semua kabar tersebut, benar. Kevin telah menceritakan seluruh kondisi putranya yang harus mendapatkan penanganan serius dan tindak operasi pada paru-parunya. Namun, satupun dokter di rumah sakitnya tidak dapat berbuat apapun, karena sangat beresiko tinggi pada kondisi kesehatan Kenzo.


Kevin juga mengatakan kepadanya, untuk memberikan sebuah izin kepada beberapa dokter luar untuk masuk ke dalam jajaran rumah sakitnya, agar dapat membantu kesembuhan Kenzo. Itu atas saran dari dokter Antoni, dokter kepercayaannya di rumah sakit dan juga keluarganya. Dokter Antoni masihlah paman dari Sean dan juga Kevin.


Sean berjanji akan melakukan apapun untuk kesembuhan Kenzo yang juga ia sayangi, seorang keponakan yang tampan, ceria, dan cerdas pada usianya yang masih sangat kecil. Sean ingin memberikan semua yang terbaik demi kesembuhan sang keponakan.


Di dalam mobil saat perjalanannya menuju ke rumah sakit, Gio mendapatkan sebuah kabar mengenai Cella dari Zia yang sedang bertugas mengawasi Cella.


"Tuan, ada kabar mengenai nona Cella." Ucap Gio memberitahukan tuannya kabar apa yang ia dapatkan.


Sean mengalihkan pandangan matanya dari ponsel di tangannya, kini tatapannya melihat ke arah kaca spion depan mobil untuk melihat ke arah Gio yang sedang mengemudikan mobil mereka.


"Ada kabar apa tentang wanita itu?" Tanya Sean ingin tahu tentang Cella. Sekarang apapun yang berhubungan dengan Cella akan mengalihkan perhatian Sean.


"Sekarang posisinya sedang berada di rumah sakit Hamilton, dan sedang bertemu dengan dokter Antoni di loby rumah sakit." Laporan Gio yang ia dapatkan dari Zia.


"Ada di rumah sakit Hamilton. Untuk apa dia ke sana, apa dia sakit?" tanya Sean mengerutkan keningnya melihat punggung Gio.


"Masih di cari tahu, tuan."


Sean tengah berpikir, apakan Cella sakit sehingga memiliki urusan di rumah sakitnya? Apakah Cella juga tahu jika rumah sakit itu adalah rumah sakit milik keluarganya? Dan banyak pikiran lainnya lagi yang ada di dalam pikiran Sean kali ini.


"Kebetulan kita akan sana, kita akan lihat ada urusan apa dia datang ke sana?" Ucap Sean setelah selesai pada pikirannya sendiri.


"Cepatlah ke sana, aku rasa akan ada hal menarik yang akan kita dapatkan di sana." Ucapnya lagi memberikan perintah.


"Tetap awasi wanita itu tanpa harus ketahuan." Kembali Sean berucap memberikan perintah.


"Baik tuan." Balas Gio menerima perintah tuannya.


Tanpa menunggu lama, Gio melajukan mobil mereka dengan cepat menuju ke rumah sakit Hamiton.


...................................................


Sedangkan Cella telah tiba di rumah sakit Halmiton, semalam ia mendapatkan laporan tentang perkembangan kesehatan Kenzo putra dari Diana dan Kevin. Kesehatannya sempat menurun karena pernafasannya tidak teratur akibat rasa nyeri yang menyerang paru-parunya. Beruntung Cella memberikan obat racikannya untuk di berikan kepada Kenzo jika sewaktu-waktu rasa nyerinya kambuh kembali.


"Selamat siang dokter Cella...!!" Sapa dokter Antoni ramah sembari mengulurkan tangan menyambut kedatangan Cella yang ia temui di loby rumah sakit.


"Selamat siang dokter Antoni." Sapa balik Cella sembari menyambut uluran tangan dokter Antoni.


"Terima kasih dokter mau datang. Silahkan ikut bersama saya ke ruangan , saya sudah menyiapkan semuanya untuk anda." Ucap dokter Antoni sembari mempersilahkan Cella mengikuti ke ruang kerjanya.


Di sana sudah tersedia jubah putih dokter untuk di pakai oleh Cella. Jubah dokter milik rumah sakit Hamilton, karena mulai hari ini Cella adalah dokter luar yang akan menangani kasus Kenzo, putra dari Kevin Adelric.


Mereka segera melangkah menuju ruangan dokter Antoni, sembari dokter Antoni menjelaskan semua kejadian semalam. Laporan kesehatan Kenzo juga ada di dalam ruangannya, semua rekam medis milik Kenzo sekarang akan di alihkan kepada Cella sebagai dokter yang menangani kasus Kenzo.


Begitu Cella berada di dalam ruang kerja dokter Antoni, dia memandang intens sebuah jubah putih yang memiliki tulisan rumah sakit Hamilton, milik dari pria yang sangat ia hindari. Namun sayangnya itu tidak bisa ia lakukan, sebab baru saja tadi ia menandatangani sebuah perjanjian kontrak jaminan hutang tuan Audison bersama pria itu. Bagaimana bisa ia menghindari Sean? Tentunya itu tidak akan mungkin terjadi, dan itu akan terjadi dalam waktu yang tidak di ketahui.


Jika Cella mengingat bagaimana licik dan brengseknya pria itu? Darahnya serasa mendidih, dan amarahnya akan muncul begitu saja. 'Dasar pria licik dan brengsek.' Itulah gumaman yang ada di benaknya mengumpat Sean.


"Ada apa dokter Cella?" Tanya dokter Antoni heran melihat Cella yang hanya diam melihat intens jubah putih yang akan di pakai oleh Cella.


"Tidak ada, hanya saja...Apakah harus saya memakai jubah dokter milik rumah sakit ini? tidak bisakah saya memakai jubah dokter yang saya miliki?" Tanya Cella bernegosiasi.


"Mengapa seperti itu dokter? Jubah itu juga sebagai identitas dokter yang sah di rumah sakit ini, agar tidak ada masalah di masa depan. Kartu pengenal anda juga masih kami persiapkan, mungkin sebentar lagi akan selesai." Balas dokter Antoni melihat intens dokter yang sedang menyembunyikan wajah cantiknya di balik bintik-bintik hitam wajahnya.


Apa yang di katakan oleh dokter Antoni adalah kebenaran yang seharusnya, memakai jubah dan kartu identitas rumah sakit tempatnya bekerja akan aman baginya saat harus bertanggung jawab, serta mengambil semua tindakan saat ia bekerja di dalam rumah sakit itu.


Tidak ada salahnya jika ia menggunakan semua itu. Cella pun setuju akan hal tersebut.


"Baiklah dokter." Ucap Cella menerima semua yang sudah di siapkan untuknya.


Dokter Antoni bisa lega dan senang Cella menerima semua itu. Mulai sekarang rumah sakit Hamilton, akan memiliki dokter yang berhubungan dekat dengan seorang dokter jenius yang sudah di akui oleh beberapa dokter ternama di berbagai negara. Itu akan sangat menguntungkan bagi rumah sakit mereka.


Setelah kesepakatan berakhir, mereka segera menuju ke ruang ICU tempat perawatan Kenzo, Cella sudah memakai jubah putihnya. Walaupun wajah cantiknya tertutupi, tetapi aura Cella sebagai seorang dokter terlihat jelas anggun dari postur tubuhnya yang tinggi langsing berisi. Semua mata memandang ke arahnya yang tengah melangkah beriringan bersama dengan dokter Antoni, dokter yang sangat di hormati di rumah sakit itu karena memiliki jabatan yang cukup tinggi dan juga menjadi dokter kepercayaan dari keluarga Hamilton.


Di tengah perjalanan, Cella terus mempelajari rekam medis milik Kenzo. Mereka terus berdiskusi, hingga tiba dan masuk ke dalam ruang ICU khusus untuk Kenzo yang cukup luas dan mewah.


Di dalam sana, sudah ada beberapa anggota keluarga Kevin. Saat Cella dan dokter Antoni masuk ke dalam, tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata seorang pria yang sangat ingin di hindarinya, pria itu adalah Sean Hamilton. Tatapan mereka berdua sama-sama dingin.


"Aku pikir kau tidak akan datang dokter Cella." Sapa Diana mendekati Cella yang masih berdiri berdampingan bersama dokter Antoni.


Pandangan Cella kini teralihkan ke arah Diana yang berdiri di hadapannya. Sedangkan Sean sedang berpikir.


'Wanita ini seorang dokter?' Gumam Sean dalam benaknya melihat Cella tengah memakai jubah putih seorang dokter, dan jubah putih itu adalah jubah dokter milik rumah sakitnya.


'Sejak kapan ia menjadi dokter di rumah sakit ini?' Gumamnya kembali di dalam benaknya.


'Sejak awal aku setuju membantu kasus Kenzo, aku pasti akan bertemu dengan pria ini.' Gumam Cella dalam hatinya melihat kehadiran Sean di sana.


Cella masih ingat, jika rumah sakit itu milik keluarga Hamilton dan Kevin adalah saudara sepupu dari Sean. Jadi tidak menutup kemungkinan untuk Cella dan Sean bertemu dalam situasi seperti sekarang ini.


"Dokter Cella." panggil Diana mengembalikan kesadaran Cella dari pemikirannya.


Cella sadar dan melihat kembali ke arah Diana.


"Apa kabar Diana? Apakah kamu baik hari ini?" Tanya Cella melihat intens wajah Diana yang terlihat lelah.


Apa yang Cella lihat adalah benar, Wajah Diana terlihat lelah karena semalam penuh ia tidak dapat tidur dengan nyenyak. Ibu mana yang akan bisa tidur nyenyak jika melihat anaknya sedang berjuang dari sakitnya. Begitu juga Diana.


"Aku baik. Bagaimana denganmu dokter Cella? Kamu harus tetap sehat agar bisa menyembuhkan Kenzo." Ucap balasan Diana dengan sebuah harapan besar, jika Cella bisa menyembuhkan putranya.


"Diana, kamu bisa panggil aku cukup dengan Cella saja." Balas Cella tidak suka mendengar Diana memanggil namanya dengan embel-embel dokter. Cella lebih nyaman jika Diana memanggil dirinya dengan nama saja.


"Baiklah." Setuju Diana akan permintaan Cella dengan senyum manisnya kepada Cella.


"Minum vitamin ini 2 kali sehari. Agar daya tahan tubuhmu tetap terjaga, kuat dan selalu sehat. Ingat usahakan makan dan beristirahat teratur secara rutin. Yakinlah dan selalu berdoa, Kenzo akan sembuh dan kembali lagi kepadamu." Ungkap Cella terdengar hangat penuh perhatian.


Cella memberikan satu botol kecil vitamin racikkannya sendiri kepada Diana, vitamin yang baik dan tidak akan ada efek samping bagi tubuh semua umur atau kalangan.


"Terima kasih." Balas Diana terharu akan perhatian dan ucapan Cella yang mampu membuat hatinya tenang.


Diana melihat botol vitamin yang di berikan oleh Cella, ia memegang botol itu dengan kuat. Lalu memeluk tubuh Cella untuk mendapatkan sebuah kekuatan serta dukungan dari Cella. Sekaligus rasa terima kasihnya, karena Cella mau membantu untuk menyembuhkan putranya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.