I'M Princella.

I'M Princella.
18. Aiko Rayman.


***Rumah Sakit Hamilton***


Kedatangan dua dokter dari rumah sakit Prince Healty di sambut dengan tangan terbuka oleh Sean Hamilton. Kedatangan mereka tentu saja akan menguntungkan bagi rumah sakitnya.


Cella ikut menyambut kedatangan mereka di ruang pertemuan, tempat di mana akan di jalin sebuah tanda tangan perjanjian kerja sama antara dua rumah sakit. Pasien mereka adalah Kenzo Aldelaric, putra dari Kevin Aldelaric.


Seorang dokter muda yang cukup cantik dengan postur tubuhnya yang tinggi dan langsing berisi. Mengalihkan perhatian mereka semua. Dokter cantik tersebut nampak terlihat sangat jenius dengan raut wajahnya yang terlihat serius dan terkesan dingin.


Tentu saja dokter cantik itu yang akan menyamar menjadi dokter jenius yang di miliki oleh rumah sakit Prince Healty, untuk menggantikan posisi Cella yang tidak boleh di ketahui oleh orang lain. Dokter cantik itu bernama dokter Aiko Rayman. Gadis cantik yang datang bersama dengan dokter Samuel Choi.


Dokter Aiko Rayman adalah salah satu dokter yang cukup cerdas, dan memiliki pengalaman jam terbang yang tidak perlu untuk di ragukan lagi. Dokter cantik itu memiliki ilmu pengobatan yang hampir setara dengan Cella. Sehingga mereka berdua dapat berteman baik, bahkan sering bekerja sama untuk menangani kasus penyakit yang cukup sulit dan langka.


"Selamat datang dokter Sam...!" Sapa dokter Antoni sembari mengulurkan tangannya ke arah dokter Sam.


Dokter Sam menyambut uluran tangan dokter Antoni. "Terima kasih atas penyambutan anda dokter Antoni." Balas dokter Sam tersenyum ramah.


"Perkenalkan, ini dokter Aiko. Dokter kami yang seharusnya bersembunyi dengan baik." Kata dokter Sam memperkenalkan Aiko yang masih setia pada duduknya.


Semua orang melihat ke arah gadis itu. Aiko sama sekali tidak menunjukkan keramahannya.


"Dokter Aiko...!" Tegur dokter Sam tersenyum aneh melihat ke arah Aiko.


Aiko melihat tajam ke arah Sam, kemudian dia menghembuskan nafasnya secara kasar sembari bangkit dari duduknya. Aiko terlihat jelas tidak suka berada di antara mereka.


"Jangan salahkan aku seperti ini. Kau tahu sendiri aku terpaksa datang ke tempat ini." Celetuk Aiko sembari bangkit dan berdiri tepat di hadapan semua orang yang hadir di sana.


Pandangan tajam dan dinginnya bertemu dengan pandangan mata tajam serta dingin Cella. Dua wanita yang terlihat memiliki karakter yang sama.


"Perkenalkan, nama ku Aiko Rayman." Perkenalan singkat yang Aiko lakukan.


"Apa kita bisa melakukannya dengan cepat dokter Sam? Aku cukup sibuk sekarang, banyak pekerjaan yang sedang menunggu ku." Ucap Aiko terlihat jelas ingin segera pergi dari tempat itu.


Pandangan matanya melihat ke semua orang yang hadir di sana satu per satu.


Dokter Sam tersenyum aneh, dia tahu begitulah Aiko yang akan bersikap kurang baik jika bukan karena keinginannya sendiri.


"Seharusnya aku tidak perlu untuk turun tangan langsung. Di sini bahkan sudah ada dokter Cella yang cukup trampil. Lebih dari cukup untuk menyelesaikan semuanya." Ucap Aiko sembari meletakkan sebuah stempel yang ia keluarkan dari dalam tas kecilnya.


Tatapan matanya kembali bertemu dengan tatapan dingin mata Cella melihat ke arahnya.


"Baiklah tuan Sean Hamilton." Panggil Aiko melihat ke arah Sean yang ada di sisi kirinya.


Aiko sudah mengantongi semua identitas dan wajah mereka yang hadir disana, sehingga dia dapat dengan mudah mengenali semuanya.


"Apa kita bisa mulai tanda tangan. Aku sangat sibuk hari ini, dan aku tahu kau juga sibuk dengan pekerjaan mu." Ucap Aiko kepada Sean.


Wajah dan tatapan mata Sean tidak kalah dingin.


"Tentu saja, jika semua perjanjian sudah anda baca dan setujui. Lebih cepat, lebih baik." Balas Sean tidak kalah dingin.


Aiko memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong jasnya. Dia melihat intens ke arah sean yang terlihat dingin. Aiko tersenyum tipis karena sikap sean yang cukup tegas.


"Sepertinya kerja sama kita akan sangat menyenangkan, tuan Sean." Balas Aiko dengan senyumnya yang tiba-tiba ramah kepada Sean.


Tanpa banyak berkata-kata lagi, Aiko dengan cepat menandatangani kontrak kerja sama itu. Begitu juga Sean, tidak lupa keduanya juga membubuhkan stempel mereka masing-masing.


"Baiklah, semuanya sudah selesai. Apa aku bisa melihat pasien ku sekarang?" Tanyanya melihat ke arah Cella yang terlihat dingin melihat ke arah Aiko.


"Tentu saja dokter Aiko, mari saya antar." Jawab dokter Antoni mewakili mereka.


Aiko tersenyum sebentar ke arah Cella sebelum melangkah melewati Cella. Dokter sam dan semuanya dapat melihat, bagaimana acuhnya Aiko kepada Cella.


"Maaf, dokter Aiko memang sedikit dingin jika bertemu dengan orang yang baru saja ia temui. Sejatinya dokter Aiko adalah dokter yang hangat jika sudah mengenal baik dia." Ucap Sam merasa tidak nyaman akan sikap dingin Aiko kepada semua yang hadir di sana.


Tidak ada yang menjawab perkataan Sam, mereka hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


Mereka kemudian mengikuti kemana arah Aiko dan dokter Antoni pergi. Mereka masuk ke dalam ruang perawatan Kenzo. Tentu kedatangannya menjadi perhatian penuh oleh beberapa keluarga Kevin yang hadir, ruang perawatan Kenzo adalah ruangan khusus yang cukup besar.


Aiko melihat rekam medis milik Kenzo dan mengerti semua tindakan yang sudah di berikan kepada Kenzo.


"Ini cukup serius." Gumamnya pelan, tetapi masih dapat terdengar oleh mereka semua, termasuk Kenzo yang masih terjaga dan sedang bersama Diana, mamanya.


"Apa aku sakit lagi dokter?" Celetuk Kenzo bertanya kepada Aiko.


Gadis itu melihat ke arah Kenzo, anak tampan yang akan dia tangani juga.


"Tidak sayang...Semuanya akan baik baik saja." Balas Aiko dengan tersenyum manis dan hangat kepada Kenzo.


"Kenzo dokter." Balas Kenzo.


"Apakah boleh aku periksa dadamu sebentar saja?" Tanya Aiko meminta ijin Kenzo.


"Boleh dokter." Angguknya.


"Baiklah kita lihat apa yang terjadi di dalam sini." Ucap Aiko masih dengan senyum yang menambah aura kecantikan gadis itu.


Aiko melakukan beberapa pemeriksaan yang dia inginkan. Tentunya Cella dan Sam membantunya juga. Aiko dan Cella terlihat sama-sama serius kali ini. Bahkan wajah keduanya terlihat benar-benar serius sekarang.


Beberapa kali Aiko dan Cella harus saling memandang, saat melihat ada yang mengganjal akan kasus Kenzo. Semua pemeriksaan sudah di lakukan sebagai bahan pertimbangan dan tindakan yang akan di ambil.


"Baiklah anak kuat. Semuanya sudah selesai." Kata Aiko melihat ke arah Kenzo.


"Apa aku akan sembuh dan cepat pulang ke rumah, dokter?" Tanya Kenzo.


Aiko terdiam sejenak, begitu juga dengan semua orang. Aiko juga melihat ke arah Cella dan Sam sebelum menjawab pertanyaan Kenzo.


"Kenzo anak kuat, pasti akan sembuh. Kalau Kenzo mau cepat pulang, harus mengikuti semua yang dokter katakan. Apa bisa seperti itu?" Tanya balik Aiko sebagai jawaban untuk Kenzo.


"Tentu dokter, aku bisa. Iyakan mama...!" Balasnya dengan senyum yang begitu hangat. Kenzo jugaa meminta persetujuan mamanya.


"Iya sayang." Balas Diana ikut tersenyum untuk menyenangkan hati putranya.


"Baiklah kalau begitu, istirahat yang cukup dan minum permen yang dokter itu berikan secara teratur, agar kau cepat sembuh, OK!" Kata Aiko menunjuk ke arah Cella yang ada di sebelah Diana.


"Ok dokter." Kenzo mengerti karena dia adalah anak yang cukup pintar.


Aiko melangkah mendekati Sam, lalu berbisik sesuatu. Kemudian dia berlalu pergi dari ruang perawatan Kenzo. Sam berbicara sejenak pada Antoni, Sean, dan juga Kevin. Mereka di minta untuk melakukan pertemuan yang di inginkan oleh Aiko.


Di sinilah mereka berada, di dalam ruangan pribadi Cella. Aiko duduk di balik meja kerja Cella, melihat ke arah semua orang yang hadir di sana. Sedangkan Cella duduk santai pada sofa kecil yang memang sudah ada di sana sejak awal. Dia ingin mendengarkan arahan yang akan di sampaikan oleh Aiko.


"Kondisi Kenzo cukup serius." Kata Aiko mulai menjelaskan.


"Dia mengalami gagal jantung satu kali. Tidak menutup kemungkinan hal ini akan terjadi lagi padanya. Ukuran paru-parunya lebih besar dari ukuran normal, untungnya flek yang sudah timbul tidak berkembang pesat." Penjelasan Aiko apa yang menjadi pendapatnya saat melihat hasil pemeriksaan Kenzo tadi.


"Dokter Cella sudah melakukan hal yang benar. Itu cukup membantu untuk memperpanjang usia Kenzo, jika melihat penyakitnya yang cukup parah. Terima kasih dokter Cella atas pertolongan pertama yang kau lakukan." Ucap Aiko melihat sejenak ke arah Cella.


"Itu sudah tugas saya sebagai dokter." Balas Cella.


Aiko hanya tersenyum sejenak untuk menanggapi reaksi Cella.


"Apa maksud dokter?" Tanya Kevin sangat khawatir akan kondisi putranya.


Aiko melihat ke arah Kevin.


"Apa yang kami lakukan hanya memperpanjang usianya, dengan cara mengurangi rasa sakitnya. Sementara kami hanya memberikan terapi obat sebagai tindakan untuk mengurangi rasa sakit Kenzo."  Penjelasan Aiko.


"Seperti yang di sarankan oleh dokter Cella, Kenzo harus melakukan beberapa kali tindakan operasi pada paru-parunya. Mengurangi cairan yang ada di dalamnya, akan sedikit mengurangi beban sakitnya. Itu juga memperpanjang usianya untuk bertahan."


"Apa tidak ada yang bisa di lakukan untuk menyembuhkannya?" Kevin terlihat frustasi.


"Sebenarnya ada, tapi itu juga belum tentu memiliki hasil yang memuaskan. Pencangkokan paru-paru hidup pada Kenzo adalah pilihan terakhir untuknya. Itu pun tidak semua jenis paru-paru hidup dan golongan darah yang akan cocok untuk Kenzo."


"Lalu apa kita akan menyerah?" Tanya Kevin benar-benar frustasi.


Aiko melihat sejenak ke arah Cella yang ada di belakang mereka semua. Cella hanya memejamkan matanya satu kali sembari menganggukkan pelan kepalanya. Itu sebagai tanda dari Cella untuk Aiko menjawab pertanyaan Kevin dengan jujur dan apa adanya.


"Ini memang sulit, tuan Kevin. Tapi kami akan terus berusaha mencari cara dan pengobatan yang bisa menyembuhkan Kenzo. Kami akan berusaha semampu kami." Jawab Aiko sembari melihat ke arah Cella dan Kevin secara bergantian.


"Lakukan apapun yang terbaik untuk Kenzo. Berapapun biayanya, akan aku siapkan." Mohon Kevin.


"Bukan masalah biaya, tuan Kevin. Ini sudah masuk ke dalam takdir dan keajaiban Tuhan. Berdoalah semoga Kenzo mendapatkan sebuah keajaiban dari Tuhan. Kami hanya membantu semampu kami."


Kevin tahu itu adalah jawaban terakhir dari dokter di hadapannya itu. Kevin yang begitu memiliki banyak uang dan kekuasaan tidak berdaya akan penyakit putranya. Hanya keajaiban Tuhan lah yang bisa membantunya. Semoga keajaiban itu memang ada di dunia ini.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.,