I'M Princella.

I'M Princella.
Sepenggal Kisah.


***Prince Healthy Klinik***


Suasana begitu menegangkan, berada pada sebuah ruang operasi yang di miliki oleh Prince Healthy Klinik. Sebuah Klinik yang tidak begitu besar, namun cukup terkenal di negara B karena memiliki peralatan yang canggih dan lengkap, serta memiliki seorang dokter yang terkenal jenius tetapi misterius.


Beberapa dokter hebat dan dokter spesialis banyak bekerja pada Prince Healthy Klinik. Menjadikan klinik tersebut tidak pernah sepi dari pasien yang ingin datang berobat. Klinik yang tidak ingin di sebut sebagai sebuah rumah sakit, karena suatu alasan yang tidak ingin di katakan oleh sang pemilik klinik.


"Bagaimana keadaan bos kami?" Tanya seorang pria berjas hitam terlihat khawatir, ia melihat ke arah seorang dokter pria yang baru saja keluar dari dalam ruang operasi.


Pria berjas hitam itu adalah Leo asisten pribadi dari seorang ketua mafia yang baru saja terkena sebuah tembakkan beracun. Bosnya yang bernama Jason Derulo adalah seorang bos mafia yang cukup kejam di negara B dan beberapa negara lainnya. Sang ketua mafia terkena sebuah tembakan yang memiliki peluru beracun tepat mengenai perutnya, tembakan dari salah satu musuhnya.


Nyawa dari bos mafia mereka, dapat di selamatkan tepat pada waktunya oleh seorang dokter yang terkenal jenius di klinik tersebut. Sang dokter jenius datang tepat pada waktunya, karena pada saat itu sang dokter jenius sedang bertugas shif malam.


"Peluru yang bersarang di perut bos anda, sudah kami keluarkan. Namun, kami masih harus memantau kondisi bos kalian secara intensif. Sebab peluru yang mengenai perutnya sangat beracun." Balas dokter pria tersebut, salah satu dokter kepercayaan dari pemilik Prince Healthy Klinik. Dia adalah dokter Samuel Choi, dokter spesialis bedah umum yang biasa di panggil dengan nama dokter Sam. Dokter sekaligus direktur Prince Healthy Klinik.


"Jadi benar tuan kami terkena racun, seperti yang bos kami katakan sebelum dia tidak sadarkan diri." Ucap Leo dengan pandangan matanya melihat ke arah dalam lorong menuju ruang operasi di hadapannya.


"Iya tepat sekali, namun untungnya bos kalian dapat diselamatkan tepat pada waktunya. Bos kalian sangat beruntung bisa bertemu dengan dokter jenius kami di klinik ini."


"Dokter jenius. Jadi bukan anda yang menangani bos kami, dokter…?"


"Bukan. " Balas dokter Sam dengan tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


"Dokter jenius kami yang melakukan tindak operasi pada bos kalian, karena dia juga ahli dalam penanganan racun seperti ini. Sehingga kami hanya akan memantau kondisi pasien pasca operasinya berhasil, agar kami cepat mengetahui apakah ada komplikasi lainnya atau tidak."


Leo hanya diam, dia cukup tahu dokter jenius yang di katakan oleh dokter Sam. Dokter jenius yang selalu misterius, dokter yang hanya bekerja di balik layar dan tidak ingin di ketahui sosoknya oleh orang lain. Kecuali orang orang kepercayaannya saja, dokter jenius sekaligus pemilik dari Prince Healthy Klinik.


"Baiklah, sebentar lagi tuan Jason akan segera kami pindahkan ke kamar perawatan. Saya permisi tuan." Pamit dokter Sam pada Leo yang hanya diam saja.


Leo hanya menganggukkan kepalanya, dan dokter Sam segera masuk kembali ke dalam ruang operasi yang memiliki pintu pembatas kaca tembus pandang.


...-----------------------------------------------...


***Negara B***


…Panti Asuhan Anes …


Inilah sepenggal kisah tentang diriku. Nama ku Princella Johanes, aku biasa di panggil dengan nama kecilku yaitu Cella. Usiaku kini 25 tahun, aku menjadi seorang relawan di sebuah panti asuhan Anes yang berada di negara B. Selain menjadi seorang relawan, aku juga bekerja serabutan. Pekerjaan apa saja yang aku bisa dan kuasai dengan baik? Akan aku kerjakan dengan senang hati.


Semua yang hidup di dunia ini, pasti memiliki sebuah rahasia dan misteri di dalam hidup mereka masing-masing, begitu juga diriku. Aku memiliki beberapa rahasia yang tidak bisa aku sebutkan begitu saja kepada orang lain, aku ingin menjadi diriku sendiri seperti yang aku inginkan selama ini.


Satu yang pasti, aku senang membantu orang-orang yang memerlukan pertolongan dariku. Tetapi aku juga bisa berbuat kejam terhadap orang lain yang berani mengusik ataupun menyakiti diriku. Aku wanita yang penuh akan rahasia, teka teki dan misteri di dalam hidup yang aku jalani selama ini,di mulai sejak dahulu, sekarang dan di masa depan nanti.


Aku tidak mudah percaya kepada orang lain, selain orang orang yang sudah aku percayai selama aku hidup beberapa tahun ini. Selama hidupku, aku hanya percaya jika papa lah satu-satunya orang yang memiliki kasih sayang dan cinta yang tulus, hanya untuk ku di dunia ini.


Perjuangan dan takdir dalam hidupku cukup berat bagiku untuk di jalani, tidak semudah orang melihat dan membalikkan telapak tangan mereka, tanpa tahu bagaimana lika liku aku menjalani hidupku selama ini?


Memiliki kedua orang tua yang berasal dari keluarga biasa biasa saja, membuat mamaku tidak bisa mempertahankan rumah tangganya bersama papa. Mama yang selalu hidup susah bersama papa dulu, memutuskan untuk bercerai dari papa. Pada saat itu, papa hanya bekerja serabutan sebagai mata pencaharian untuk kelangsungan hidup keluarga kami.


Pasca perceraian kedua orang tua ku, aku ikut bersama mama karena usiaku saat itu masih 3 tahun, masih sangat kecil dan belum mengerti artinya hidup. Mama bersama denganku terus berjuang demi kelangsungan hidup yang lebih baik lagi. Hingga pada saat usiaku 5 tahun, mama menikah kembali dengan seorang duda yang juga memiliki seorang anak perempuan berusia sama denganku.


Mama menikah dengan seorang pengusaha kaya raya di kota A tempat tinggal kami. Namun sayangnya, putri dari papa tiriku itu tidak pernah menyukai kehadiran ku di rumahnya. Aku hanya di anggap sebagai anak miskin yang ingin hidup mewah dan naik kasta.


Begitu banyak rasa sakit dan penghinaan yang aku dapatkan selama aku tinggal bersama mama, papa dan saudari tiriku. Tidak sekalipun, aku merasa bahagia tinggal di dalam rumah mewah keluarga Audison. Rihana Audison selalu saja memiliki cara untuk membuat aku menderita, terkena masalah dan terhina.


Di saat usiaku 15 tahun, sebuah kejadian dan rencana jahat dari saudari tiriku membuat aku akhirnya terusir keluar dari rumah keluarga Audison. Mama terpaksa mengembalikan aku kepada papa kandungku yang pada saat itu tinggal di negara B.


Di sinilah awal perjalanan dan pengalaman hidup berharga ku di mulai. Walaupun hidup berkecukupan, aku bahagia bersama papa. Papa adalah satu-satunya orang yang memiliki kasih sayang serta cinta yang tulus untuk ku di dunia kejam ini. Begitu banyak hal-hal yang baik, buruk, menegangkan, menyedihkan, menyakitkan, dan segala bentuk emosi sudah aku alami serta pelajari dengan baik selama hidup bersama papa.


Papa dan aku berjuang bersama melakukan segala hal baik maupun buruk, untuk bertahan hidup. Semua pekerjaan yang ada kami lakukan, rasa lelah, terluka dan banyaknya penghinaan dari orang-orang yang memandang kami remeh dan rendah, membuat aku dan papa tetap berdiri kokoh. Kini keberhasilan dan buah baik dari kegigihan kami itulah yang kami raih, kami cukup memiliki hidup lebih baik lagi di masa depan.


Beberapa orang tertentu dan yang tidak menyukai kami, sekarang tidak dapat memandang kami dengan rendah ataupun remeh. Dengan begitu banyak kekuasaan dan kekayaan yang kami miliki saat ini di negara B dan beberapa negara lainnya, menjadikan kami pasangan papa dan putrinya yang cukup memiliki kehidupan yang baik. Begitu banyak kekuasaan, kemampuan dan kekayaan yang kami dapatkan, memudahkan kami untuk melakukan segala hal yang kami inginkan.


Semua keberhasilan itu tidak membuat ku gelap mata ataupun menjadi sombong, aku tetaplah gadis yang masih memiliki hati nurani pada sesama yang membutuhkan pertolongan dariku. Aku suka menolong orang-orang yang kesusahan dan di landa kemiskinan. Beberapa harta yang kami miliki, kami berikan suka rela kepada mereka yang membutuhkan.


Namun sayangnya, papa begitu cepat meninggalkan aku terlebih dahulu di dunia yang begitu kejam ini, meninggalkan aku seorang diri tanpa sanak keluarga lainnya. Aku sebatang kara dan seorang diri di negara B. Walaupun begitu, aku masih memiliki beberapa anak buah kepercayaan papa yang menemaniku hingga sekarang. Namun itu tidaklah cukup, yang aku inginkan adalah sebuah keluarga bahagia dan hangat saling menyayangi.


Papa begitu cepat meninggalkan aku di saat aku masih membutuhkan banyak perhatian darinya, dan sebuah keluarga yang hangat. Kematian papa semakin menjadikan aku seorang pribadi yang tertutup, dingin dan kejam pada siapapun yang menyakiti diriku? Aku menutup diri dan hidup penuh akan rahasia dalam menjalani hidupku seorang diri.


Berita kematian papa pun sampai ke telinga mama yang berada di negara A, pada saat itu mama tiba-tiba saja menghubungiku.


"Kembalilah nak…mama merindukan mu sayang." Ucap mama terdengar tulus dari seberang telepon.


Tatapan mataku dingin melihat ke arah photo papa yang ada di atas meja di hadapanku. Kehilangan sosok papa membuatku hampa dan sendiri, walaupun banyak orang yang menemaniku di sini. Semua anak buah kepercayaan papa, nyatanya tidak bisa mengisi hatiku yang terasa kosong dan dingin.


"Kau sendiri di sana nak…, tinggal lah kembali bersama mama. Mama dan adikmu Rion akan bahagia jika kau kembali lagi ke sini." Ungkap mama dengan suaranya yang selalu lembut.


"Bagaimana dengan Hana dan tuan Audison?" Tanyaku, karena masih lekat dalam ingatan ku, jika papa dan saudari tiriku itu tidak pernah menyukai kehadiran ku di sana.


"Mereka berdua lah yang membujuk mama untuk membawa kamu kembali lagi, Cella…!! Lupakan yang sudah berlalu, kita mulai dari awal lagi." Bujuk mama kepadaku.


Namun jujur di dalam hatiku, terbesit sesuatu yang mengganjal dan membuat aku curiga akan perubahan sikap keduanya. Bukankah mereka berdua dulu mati-matian merencanakan hal buruk dan jahat untuk menyingkirkan aku dari hidup mereka. Lalu mengapa kini mereka yang meminta aku untuk kembali?


Pertanyaan inilah yang hadir di dalam pikiran dan hatiku saat itu.


"Papa tidak tega melihat mu seorang diri di negara B. Dia ingin melihat mama bahagia jika kamu ada di sisi mama, Cella…!!" Ucap mama lembut.


Aku terdiam sejenak akan panggilan papa, yang di katakan oleh mama. Papaku hanya satu, yaitu papa kandungku yang sudah tiada. Sedangkan pria yang mama sebut papa, bukanlah papaku tetapi papa tiriku saat ini.


Aku tahu mama tulus mencintai dan menyayangi ku, namun karena keadaan dan kondisi kami yang membuat mama terpaksa dan tega untuk menyerahkan aku kepada papa kandungku. Walaupun pada saat itu hatiku terluka dan sakit, namun tidak bisa aku berbohong akan rasa cinta dan sayangku masih ada untuk mama.


"Sayang…mama mohon, kembalilah. Mama merindukan mu, maafkan segala kesalahan mama di masa lalu pada mu. Mama mohon kembalilah sayang." Bujuk rayu mama selembut mungkin.


Aku pun menghela nafas ku, tidak ada salahnya aku datang berkunjung ke sana. Mencari suasana baru sekaligus menguji hatiku sendiri, apakah aku bisa kembali lagi dan tinggal di negara yang telah memberikan aku begitu banyak luka serta sakit di dalam hati dan hidupku dahulu?


"Baiklah. Aku akan kembali, namun jika aku tidak betah tinggal di rumah mewah keluarga Audison. Aku akan tinggal di tempat lainnya." Ungkapku pada akhirnya setuju.


"Iya tentu saja, terima kasih sayang…mama bahagia kamu akhirnya kembali kepada mama."


'Baiklah kita akan coba mencari suasana baru, apakah negara A dan keluarga Audison masih seperti dulu?' Gumamku di dalam hati.


Percakapan kami pun berakhir di sana, aku yang setuju untuk kembali dan ingin melihat bagaimana kehidupan mereka sekarang? Orang-orang yang telah memberikan aku begitu banyak luka dan rasa sakit. Apakah masih seperti dulu? Ataukah sudah berubah. Aku akan tahu setelah aku datang ke negara A, tentu dengan diriku yang sama seperti dulu, tidak memiliki apapun dan hanya kesederhanaan hidup apa adanya yang aku bawa ke negara A.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.