I'M Princella.

I'M Princella.
6. Dokter Jenius Yang Sebenarnya.


***Rumah Sakit Hamilton***


Cella berdiri jauh dari ruang ICU tempat Kenzo di rawat, kini dia sedang menghubungi seseorang yang bisa membantunya.


"Hallo nona, selamat sore…!!" Sapa seorang pria dari seberang telepon.


"Hallo dokter Sam, selamat sore. Apa kabar dokter Sam?" Balas Cella ramah dan sedikit berbisik agar tidak terdengar oleh orang lain.


"Kabar saya baik nona, anda sendiri apa kabar? Apakah anda sudah berada di negara A ?" Tanya dokter Sam terdengar ramah.


Samuel Choi adalah direktur dari Prince Healthy Klinik di negara B, salah satu orang kepercayaan dari pemilik klinik untuk mengurusi segala urusan klinik. Dia juga salah satu dokter hebat yang cukup di akui oleh masyarakat setempat.


"Aku baik dokter Sam. Iya, siang tadi aku sampai di negara ini."


"Saya harap anda bisa bersenang-senang di sana." Basa basinya.


"Dokter Sam…ada yang aku ingin untuk kau lakukan…!!" Ucapnya setara dengan sebuah perintah.


"Apa itu nona?"


"Aku mendapatkan seorang pasien, akan aku kirimkan semua hasil tes kesehatannya dan aku juga akan mengirimkan sebuah nomer seorang dokter yang bisa kau hubungi, aku ingin kau melakukan seperti biasanya." Perintah Cella yang sudah dapat di mengerti oleh dokter Sam sebagai kaki tangannya pada klinik miliknya.


Iya, Princella Johanes adalah pemilik dari Prince Healthy Klinik sekaligus dokter jenius yang di romurkan sangat misterius. Itulah salah satu rahasianya yang tidak ingin di ketahui oleh orang lain.


"Tentu nona, saya mengerti." Balas dokter Sam mengerti perintah yang di berikan oleh Cella sebagai atasan yang harus di patuhi dan di hormati, tanpa bantuan Cella dokter Sam bukanlah siapa siapa.


"Ok terima kasih dokter Sam, selamat sore." Balas Cella untuk mengakhiri percakapan mereka, tidak baik untuk mereka berbicara terlalu banyak dan lama.


"Sama sama nona, saya senang bisa membantu anda, selamat sore nona." Balas dokter Sam.


Sambungan telepon mereka terputus, Cella menatap sejenak ke arah pintu ruang ICU. Dia setuju untuk membantu, tetapi harus dengan cara yang aman dan mempertahankan kerahasiaan siapa dirinya.


Cella melangkah kembali masuk ke dalam ruang ICU, dia ingin cepat menyelesaikan urusan ini dan kembali lagi ke hotel tempat di mana barang barangnya berada. Cella harus mencari jalan agar dirinya dapat datang dan pergi ke rumah sakit ini dengan mudah dan leluasa.


Kedatangan Cella tentu saja membuat semua orang yang ada di dalam ruang ICU tersebut melihat ke arahnya.


"Maaf dokter Antoni, bisa saya mengirimkan semua hasil tes kesehatan pasien, dan meminta nomer telepon anda. Saya sudah berbicara pada dokter Sam selaku direktur di Prince Healthy Klinik untuk kasus ini. Beliau mengatakan akan membantu untuk memberitahukannya kepada pemilik klinik." Ungkap Cella melancarkan tujuannya, tanpa membuat orang lain curiga akan siapa dirinya yang sebenarnya.


"Tentu saja, dokter Cella. Saya berharap dokter jenius bisa dan setuju untuk membantu Kenzo." Balas dokter Antoni.


Dokter Antoni mengirimkan nomer pribadinya, sementara Cella tengah mengambil gambar semua hasil tes kesehatan yang di miliki oleh Kenzo. Sedangkan Diana masih berada di dalam pelukkan Kevin menyaksikan semua yang di lakukan oleh Cella. Diana dan Kevin sangat berharap jika putra mereka bisa di tangani oleh dokter jenius yang mereka bicarakan, dan kembali sembuh seperti sedia kala.


"Saya sudah selesai mengirimkan semua tes kesehatan yang di butuhkan sebagai pertimbangan dan bahan yang akan di pelajari oleh dokter jenius pemilik klinik, nanti dokter Sam sendiri yang akan menghubungi anda dokter Antoni." Ucap Cella kepada dokter Antoni di hadapan Diana dan Kevin.


Padahal semua tindakan yang di lakukan oleh Cella adalah untuk dirinya sendiri, Cella sendiri yang akan mempelajari semua kasus Kenzo dan mencari solusi serta obat yang akan di konsumsi oleh Kenzo. Saat itu juga sebuah pikiran terlintas di otaknya.


"Maaf dokter Antoni, dan tuan Kevin. Apakah dokter spesialis paru di rumah sakit ini, ada yang menyarankan sebuah operasi pencangkokan paru-paru hidup pada pasien?" Tanya Cella ingin tahu apakah ide pencangkokan paru-paru hidup pernah terpikirkan oleh mereka?


"Ada, tentu saja itu jalan terakhir yang bisa kami sarankan dan lakukan untuk Kenzo. Itu memiliki hasil 90% akan keberhasilannya." Jawab dokter Antoni dengan raut wajah seriusnya.


Cella terdiam, apa yang di katakan oleh dokter Antoni adalah benar, namun untuk melakukan pencangkokan paru-paru hidup tidaklah mudah, karena membutuhkan donor paru-paru manusia yang masih hidup dan sehat. Tentu itu akan sangat sulit untuk di dapatkan dan di lakukan.


Siapa yang mau menjadi pendonor paru-paru hidup untuk seorang pasien, tentu pendonornya akan mengalami kasus penyakit yang di derita oleh Kenzo, lebih parahnya lagi kematian yang akan di dapatkan oleh sang pendonor. Kecuali seseorang yang menjadi pendonor berada di ambang kematian mereka, dan sudi untuk mendonorkan paru-parunya sebelum dia meninggal dunia.


"Apakah kalian menyetujuinya?" Tanya Cella ingin tahu apa yang menjadi keputusan mereka ketika cara pencangkokan paru-paru yang di sarankan oleh dokter.


"Itu mustahil untuk di lakukan, jika saja ada yang ingin menjadi pendonor. Tentu harus berurusan dengan yang berwajib untuk mendapatkan izinnya. Anda tahu kasus tersebut masih tidak di sahkan pada negara ini dan beberapa negara lainnya." Balas dokter Antoni.


"Baiklah saya mengerti, anda benar dokter Antoni itu akan sangat sulit untuk di lakukan juga." Balas Cella.


"Anda benar dokter Cella. Maka dari itu, kami sangat berharap dokter jenius kalian bisa membantu kami untuk kesembuhan Kenzo."


Cella terdiam, setidaknya yang mereka bicarakan adalah tentang dirinya yang di harapkan bisa membantu untuk kesembuhan Kenzo.


"Tentu, semoga beliau bisa membantu." Ucap Cella melihat ke arah Kenzo yang masih terbaring lemah dengan beberapa selang pada tangan dan wajahnya.


Cella beralih melihat Diana yang juga melihat ke arahnya dengan tatapan mata yang terlihat putus asa. Cella tahu, kabar sakit putranya pasti sangat membuatnya terpukul. Diana wanita yang baik dan juga kuat, Cella tahu itu. Setidaknya dulu dia dan Diana cukup dekat dan berteman baik, karena mengingat itulah Cella ingin membantunya.


"Diana, kau harus kuat demi putramu." Ucap Cella memberikan sebuah kekuatan dan dukungan untuk Diana.


Diana menatapnya sendu, dia melihat ketulusan dari sorot mata Cella. Teman yang dulu sangat dekat dan baik kepadanya, di saat orang orang menjauhi Cella hanya Diana yang mau mendekat dan berteman dengannya, karena Diana melihat Cella sebagai teman yang tulus dan tidak memandang dirinya dari kasta, kekayaan dan kepopuleran di sekolah SMP mereka dulu.


Diana dengan tiba-tiba memeluk sahabat masa remajanya itu, ketulusan yang Diana rasakan dari sorot mata dan perkataan Cella seakan membuat hatinya tenang dan memiliki sebuah pegangan dan harapan untuk kesembuhan Kenzo.


"Terima kasih Cella." Ucap Diana tersedu serta haru antara rasa syukur dan sedih.


Isak tangis Diana pun pecah, dia tidak kuasa menahan rasa haru dan sedih di hatinya.


"Iya Diana. Kau harus kuat demi Kenzo." Ucap Cella sembari membelai lembut punggung Diana.


"Aku mohon Cella, tolong sembuhkan Kenzo."


Cella terdiam, permintaan yang belum bisa dia jawab. Bagaimana dia bisa menjawab itu? tidak ada yang bisa ia janjikan, Cella hanya bisa berusaha memberikan yang terbaik demi kesembuhan Kenzo, karena penyakit Kenzo termasuk cukup parah dan sulit. Pandangan mata Cella lalu tertuju pada Kenzo.


'Kenzo mari kita berjuang bersama.' Gumam Cella di dalam hatinya sembari terus memandang ke arah Kenzo.


Di tengah-tengah pelukkan Cella dan Diana, ponsel dokter Antoni berdering. Itu sambungan telepon dari dokter Sam, sambungan yang akan membicarakan tentang pengobatan Kenzo selanjutnya seperti apa?


Cella dan Diana pun melepaskan pelukkan mereka berdua, lalu melihat ke arah dokter Antoni yang sedang menerima sebuah panggilan masuk dari dokter Sam.


"Hallo selamat sore!!" Sapa dokter Antoni pada orang di seberang telepon.


"Selamat sore, dokter. Apakah ini benar dengan dokter Antoni ?" Tanya dokter Sam meyakinkan.


"Iya, benar dokter."


"Saya dokter Samuel Choi, direktur dari Prince Healthy Klinik. Salam kenal dokter Antoni. Anda bisa panggil saya dokter Sam saja."


"Salam kenal juga dokter Sam. Senang bisa mengenal anda."


"Begitu juga dengan saya, Oya dokter Antoni. Saya mendapatkan kabar dari dokter Cella jika anda memiliki seorang pasien yang ingin di tangani oleh dokter pemilik klinik kami. Apa itu benar?"


"Iya benar sekali. Kami berharap beliau bisa membantu pasien kami."


"Tentu, saya sudah mendapatkan persetujuan dari beliau, tapi untuk saat ini beliau tidak bisa datang ke negara A, karena masih memiliki beberapa pasien yang harus beliau tangani langsung. Jadi beliau akan membantu dari jarak jauh dengan perantara melalui dokter Cella. Kebetulan dokter Cella sering bekerja bersama beliau, jadi dokter Cella akan banyak membantu di sana. Bagaimana dokter Antoni?" Tanya sekaligus penjelasan dari dokter Sam.


Dokter Antoni tidak langsung menjawab, dia melihat ke arah dokter Cella, lalu beralih melihat ke arah Diana dan Kevin.


"Apakah beliau yakin?" Ragu dokter Antoni.


"Tentu saja, apakah hari ini dokter Cella ada melakukan sebuah tindakan dan pemberian beberapa obat?"


"Iya, ada dokter."


"Itu artinya, dokter Cella sudah terbiasa bekerja cepat dalam mengambil tindakan serta keputusan. Sebab dokter Cella sama halnya dengan kaki dan tangan lainnya dari dokter jenius kami. Dia banyak belajar dari mentornya itu, jadi bisa melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan oleh dokter jenius kami." Balas dokter Sam menjelaskan agar dokter Antoni dapat mempercayainya.


"Tentu saja dokter, jika itu sudah perintah beliau langsung. Akan kami ikuti."


"Anda tenang saja, dokter Antoni. Saya dan dokter jenius kami tidak akan lepas tangan. Semua akan ia usaha untuk kesembuhan pasien, kami juga akan membantu semampu kami."


"Tentu dokter, saya percaya jika kalian bisa memberikan yang terbaik. Saya banyak mendengar tentang kehebatan semua tenaga medis dan dokter yang ada di Prince Healthy Klinik. Jadi kami akan mengikuti semua arahan beliau, mari kita bekerja dan berjuang bersama."


"Tentu dokter Antoni. Mari kita berjuang bersama demi kesembuhan pasien."


"Terima kasih dokter Sam atas bantuan anda, dan sampaikan salam terima kasih saya kepada beliau." Ucap dokter Antoni tulus.


"Tentu saja dokter Antoni, semua data dan tindakan yang akan di berikan kepada pasien akan di kirimkan melalui dokter Cella yang untuk saat ini menjadi penanggung jawab pasien."


"Baik dokter Sam."


"Baiklah jika begitu, sampai di sini dulu pembicaraan kita, sampai jumpa dokter Antoni. Selamat sore."


"Sampai jumpa kembali dokter Sam, selamat sore." Ucap balas perpisahan dokter Antoni.


Sambungan telepon mereka pun terputus. Keputusan sudah di ambil, dan mulai saat ini semuanya hanya akan di jalankan sesuai rencana yang sudah di atur oleh sang dokter jenius. Dokter yang sedang menyamar dan bersembunyi, bermain rapi, apik dan berada di balik layar.


Dokter jenius yang sebenarnya adalah dokter Princella Johanes, pemilik resmi Prince Healthy Klinik yang kini sudah terkenal di beberapa negara lainnya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung ke episode selanjutnya…


...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....


Jangan lupa vote dan like nya.