
***Rumah Sakit Hamilton***
Keributan yang terjadi di lobby rumah sakit Hamilton, sampai juga ke telinga Sean. Salah satu dokter senior yang menjadi wakil manager di rumah sakit Hamilton, mendapatkan kabar itu dari pihak keamanan rumah sakit.
Peristiwa keributan itu terjadi di sebabkan oleh seorang bos mafia yang terluka. Anak buahnya menginginkan bos mereka di tangani oleh dokter senior, dan tidak ingin melakukan semua prosedur rumah sakit.
Mengatur pihak rumah sakit, agar mengikuti keinginan mereka. Tentunya ada yang merasa geram dan keberatan akan sikap organisasi mafia tersebut. Sehingga perkelahian antara anak buah mafia dan salah satu dokter di rumah sakit Hamilton, tidak terelakkan.
Dokter tersebut adalah Aiko Rayman. Seorang dokter luar yang baru saja bergabung di rumah sakit Hamilton, dokter yang baru mengikat kontrak perjanjian kerja sama mereka beberapa hari yang lalu.
Namun, Sean belum mengantongi nama dokter yang di bicarakan. Pihak rumah sakit masih menyelidikinya atas permintaan Sean yang ingin dokter itu menghadap kepadanya.
Teman-teman Kevin yang ada di ruang perawatan Kenzo, masih duduk di dalam ruangan itu. Mendengarkan apa yang sekarang Sean keluhkan dari ponselnya. Sebenarnya mereka juga melihat keributan tersebut.
"Ada apa Sean?" Tanya Levi melihat sahabatnya cukup kesal.
Sean melihat ke arah Levi. Menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu.
"Salah satu Bos mafia di kota ini terluka, dan dia di bawa ke rumah sakit ini. Mereka juga terlibat perkelahian dengan salah satu dokter di rumah sakit ini." Jelas Sean.
"Iya kami melihatnya saat datang tadi." Sambung Kristian.
Sean melihat ke arah pria tampan yang juga memiliki latar belakang mafia di balik semua bisnis yang ia jalani. Di antara mereka berempat, hanya Kristian yang berkecimpung ke dunia hitam itu untuk memperkuat semua keamanan bisnis kasino dan club malamnya.
"Dokter mu cukup terampil melawan anak buah dari mafia Black Lion." Kembali Kristian berkomentar.
"Aku cukup terkesan padanya. Aku juga berminat memiliki dokter wanita yang pandai dalam berkelahi. Dia terlihat berani dan sangat percaya diri akan kemampuan yang dia miliki." Lagi-lagi Kristian berkomentar. Dia cukup terkesan melihat semua pergerakan dan serangan Aiko Rayman.
"Dokter wanita...!" Balas Sean terlihat tidak percaya.
Siapa dokter wanita di rumah sakitnya yang memiliki kemampuan seperti itu? Selama rumah sakitnya berdiri puluhan tahun. Tidak satu kali pun peristiwa ini terjadi. Walaupun mereka sering kedatangan beberapa mafia yang ada di kota mereka. Semua dokter, perawat, dan petugas keamanan rumah sakitnya cukup mengalah untuk menghindari masalah dengan organisasi mafia.
Sean Hamilton sebagai pemilik rumah sakit, melarang keras semua karyawannya di rumah sakit agar tidak bersinggungan dengan mereka yang berasal dari organisasi mafia atau dunia hitam. Sean tidak ingin berurusan dengan mereka.
Tapi sekarang berbeda, salah satu dokter wanitanya melanggar ketentuan dan perintah yang ia tentukan. Siapa yang berani melanggarnya?
"Bukankah organisasi mafia Black Lion adalah salah satu mafia yang cukup besar dan di takuti di kota ini dan beberapa negara tetangga. Kalau tidak salah, mereka baru saja bergabung bersama organisasi mafia P.J Angel di kota B. Yang aku dengar, mereka sekarang menjadi organisasi yang cukup besar dan memiliki pengaruh yang luar biasa." Komentar Levi mengetahui kabar itu dari salah satu rekan bisnisnya yang juga bekerja sama dengan organisasi P.J Angel.
"Apa itu benar Kristian?" Tanya Levi melihat ke arah Kristian yang juga berkecimpung di dunia itu juga.
"Benar. Kalau tidak salah sudah satu tahun ini mereka bekerja sama. Organisasiku bahkan di tolak oleh ketua organisasi itu." Jawab Kristian dengan wajahnya yang cukup masam.
"Kau di tolak...Bagaimana bisa? Seorang ketua mafia King Tiger di tolak oleh sebuah organisasi biasa..." Celetuk Rina ikut masuk ke dalam percakapan mereka.
Mereka melihat ke arah Rina. Wanita itu ingin mendapatkan perhatian mereka. Sedangkan Cella yang juga ada di ruang perawatan Kenzo, hanya fokus kepada rekam medis Kenzo dan berdiri di samping Diana yang sedang menemani putranya bermain ponsel.
Cella mendengarkan semua pembicaraan mereka. Tentu saja dia sangat mengerti apa yang sedang mereka bahas. Pembahasan mereka terkait dengan organisasi miliknya yaitu P.J Angel. Iya, dialah pemilik dari organisasi mafia yang sedang di perbincangkan.
Tentu saja dia mengenal ketua mafia Black Lion yang sudah resmi bergabung dengannya. Namun ada yang mereka tidak ketahui, ketua umum organisasi gabungan itu adalah dirinya, Princella Johannes. Sedangkan ketua mafia Black Lion yang di bicarakan hanyalah sebagai ketua biasa yang menjadi pemimpin di kota ini.
Cella hanya fokus sembari mendengarkan pembicaraan mereka, dari yang ia tangkap saat ini. Dia tahu siapa dokter wanita yang mereka bicarakan. Cella mencurigai Aiko Rayman lah dokter wanita itu.
"Organisasi biasa...! Kau salah. P.J Angel memiliki pengaruh yang cukup besar dan luas wilayahnya tidak dapat aku saingi, cukup banyak organisasi mafia dari negara lain yang ingin bergabung dengan mereka, tetapi tidak semudah itu mereka di terima. Yang aku tahu, ketua umum P.J Angel sangat pemilih." Kata Kristian, tetapi lirikan matanya melihat ke arah Cella yang masih fokus pada pekerjaannya.
Kristian sangat yakin pada kecurigaannya. Cella adalah dokter jenius dari Prince Healty Klinik yang di kenal memiliki latar belakang mafia yang cukup kuat. Anak buah kepercayaannya mengatakan jika Prince Healty Klinik sebuah kedok belaka, untuk tempat bersembunyinya sang ketua mafia P.J Angel. Sang dokter jenius yang cukup terkenal beberapa tahun ini.
"Aku rasa ketua umum mereka juga seorang wanita yang cukup kuat dan terampil. Wanita langka yang ada di muka bumi ini, aku bahkan sangat penasaran bagaimana wajahnya? Apakah dia sangat cantik seperti rumor yang aku dengar, atau dia pandai berklamuflase." Ucap Kristian sembari tersenyum dengan lirikkan melihat ke arah Cella yang kali ini melihat ke arahnya.
Kristian tersenyum saat pandangan matanya bertemu dengan tatapan dingin Cella dari balik kaca mata tebalnya. Kevin ikut melirik ke arah lirikkan Kristian. Kevin juga memiliki kecurigaan yang sama dengan Kristian, jika Cella bukanlah wanita biasa seperti yang terlihat.
"Aku suka kepada wanita yang penuh akan rahasia di dalam hidupnya. Sebuah tantangan tersendiri untukku menaklukannya." Komentar Kristian terus tersenyum melihat ke arah Cella yang kini telah kembali fokus pada alat yang terpasang pada tubuh Kenzo.
Cella sadar jika Kristian curiga padanya. Apa dia peduli akan hal itu? Tentu saja tidak. Dia banyak memiliki cara untuk mengalihkan dan menyimpan rahasianya agar tetap aman.
"Kalian tahu, sungguh beruntung pria yang bisa menaklukan wanita itu." Katanya dengan senyum misteriusnya.
"Apa dia wanita sehebat itu?" Celetuk Rina tidak suka ada wanita lain di antara pembahasan mereka. Rina hanya ingin dialah pusat perhatian dari pria-pria yang hadir di sana. Itulah Rina yang selalu haus akan perhatian dan menjadi yang terbaik.
"Kau tahu Rina...Jika aku di suruh memilih antara wanita itu dan wanita tercantik di dunia. Aku akan memilih dia, karena dia paket lengkap. Wanita yang jenius, kaya raya, kuat, dan berkuasa. Paket lengkap bukan." Balas Kristian.
"Kau pikir dia paket makanan, paket lengkap. Bahkan kau saja sudah di tolak sebelum bertemu dengannya." Celetuk Levi.
Mereka yang hadir di sana hanya tersenyum lucu akan ejekan Levi kepada Kristian. Tapi tidak dengan Sean dan Kevin yang hanya tetap setia pada raut datar wajah mereka.
"Justru itu yang membuat dia istimewa di mataku. Wanita yang berani menolakku. Tentu saja aku merasa tertantang untuk memilikinya." Kembali tatapan mata Kristian melirik sejenak ke arah Cella yang ingin berlalu pergi dari ruangan itu. Tentunya Kristian mencegah Cella untuk pergi.
"Mau ke mana Cella?" Tanya Kristian begitu terlihat ramah melihat ke arah Cella yang melangkah ke arah pintu.
Semua yang hadir di sana cukup heran dan terkejut. Seorang Kristian, si pria mafia tirani itu bisa tersenyum ramah kepada Cella.
Cella terdiam. Dia menghela nafasnya sejenak, lalu berbalik ke arah mereka yang juga melihat ke arahnya.
"Jam kerjaku sudah selesai, aku akan pulang." Balas Cella terlihat dingin.
"Apa secepat ini?" Jawab Kristian sembari melihat jam tangannya. Jam itu menunjukkan pukul dua siang.
"Ini masih jam dua siang. Bukan seharusnya kau pulang jam lima sore?" Tanya Kristian.
"Aku dokter bukan pekerja kantoran."
"Jadi jam pulangmu lebih cepat dari jam pulang pekerja kantoran."
Lagi-lagi Cella harus menghela nafasnya, dia harus cukup bersabar dalam menghadapi Kristian yang sudah mencurigai siapa dirinya yang sebenarnya.
"Iya." Balasnya singkat.
"Kalau begitu, karena kau sudah selesai bekerja. Kenapa tidak bergabung bersama kami di sini. Kita bisa berbincang-bincang sejenak...!" Usulnya sembari tersenyum misterius.
"Tidak terima kasih, aku cukup lelah semalam dan ingin beristirahat." Tolaknya dengan cukup halus.
"Ayolah Cella...kau tidak seru sekali...!"
"Aku memang bukan orang yang seru...!" Balas cepat Cella.
Saat Kristian akan menjawab lagi, Hana lebih dulu memotong perbincangan mereka.
"Biarkan dia pergi...Untuk apa dia ikut bergabung bersama kita, bukankah dia sudah terbiasa sendiri dan anti berada dekat kita sejak dulu." Kata Hana mengingatkan mereka pada masa lalu, saat-saat mereka SMP dulu.
Mereka melihat ke arah Hana. Mereka tidak suka mendengar perkataan sombong Hana, kecuali Rina yang sangat mendukung apa yang Hana katakan tentang Cella.
"Kau benar Hana...Dia tidak pantas berada di antara kita. Dia punya dunianya sendiri, bersama orang-orang rendahan...!" Celetuk Rina dengan senyum remehnya melihat ke arah Cella.
Hana dan Rina tertawa senang dapat menghina Cella. Namun tidak dengan yang lainnya, mereka justru mulai kesal dan muak mendengar dua wanita yang tidak penting di antara mereka. Hanya bisa menyombongkan dirinya, tanpa bisa membuktikan kualitas mereka sendiri.
Cella yang sudah kebal akan hinaan dan di remehkan seperti itu hanya santai saja. Tanpa mengucapkan apa pun dia lebih baik berbalik, dan pergi dari tempat itu. Mengistirahatkan tubuhnya untuk berjaga nanti malam lebih baik, daripada harus meladeni orang-orang yang tidak penting bagi hidupnya.
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung ke episode selanjutnya…
...Sekian dan terima kasih 🙏🙏🙏 mohon saran dan komennya ya....
Jangan lupa vote dan like nya.