
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa klik jempol π dan komentar
klik juga β€οΈ salam sayang selalu
Seminggu sudah Ariz mengurung dirinya di sebuah Apartemen sederhana, tapi tidak meninggalkan kesan mewah di dalam. Aris hanya bisa mengenang Olivia membayangkan kebersamaan yang telah mereka lewati.
Tok ... tok ... tok ...
"Ariz buka pintunya, Ariz buka pintunya, " teriak Reza khawatir karena sudah empat hari ga kelihatan membuat sahabatnya khawatir akan keadaanya.
"Aris cepat buka pintunya kalau tidak gewe dobrak, " ucap Devano meninggi.
"Tidak ada yang nyaut gimana ini, gewe khawatir banget kalau terjadi sesuatu pada Ariz, " ucap Reza gelisah.
"Berfikir berfikir berfikir, " ucap Devano sambil mondar mandir di depan pintu Apartemen Ariz.
"Ah kita cari keamanan gedung siapa tahu ada kunci cadangan, " ucap Reza memberikan ide cemerlang yang membuat senyum Devano.
"Ayo cepat kita harus kesana, " ucap Devano
Merekapun langsung bergegas ke pos keamanan gedung untuk meminta bantuan.
Setelah melalui protokol petugas keamanan, mereka langsung menuju Apartemen lantai dua puluh yang sudah diintruksikan. Dimana Aris sang penghuni sedang ada didalam rumahnya.
Setelah pintu terbuka mereka mencari seseorang yang ingin di temui, siapa lagi kalau bukan Ariz, di semua ruangan sudah dicari tapi belum terlihat batang hidungnya, ruangan yang begitu rapih dan tak tersentuh itu membuat kecurigaan, dan akhirnya mereka menuju kamar terakhir, mereka sangat terkejut atas apa yang mereka lihat.
Ariz tergeletak di lantai bersender di samping tempat tidur dengan memegang botol anggur yang sudah habis, di samping tubuh Ariz banyak Botol anggur berserakan dimana-mana. Mereka langsung menghampiri tubuh Ariz yang terkulai lemah.
"Ariz bangun Riz jangan bikin gewe jantunagan lo, " ucap Reza sambil memeriksa denyut nadinya.
"Dia hanya pingsan bantu gewe bawa kerumah sakit, " ucap Reza yang dianggukin Devano dan anggota security gedung.
Mereka membawa Ariz ke Rumah Sakit terdekat untuk memeriksa keadaan sahabatnya itu, mereka cemas akan keadaan Ariz yang berantakan. Ariz di bawa ke UGD untuk diperiksa.
"Dok gimana keadaan teman saya, " tanya Devano pada dokter yang memeriksa Ariz
"Keadaannya sangat lemah, untung segera dibawa ke Rumah Sakit sehingga mendapatkan pertolongan pertama, kalau sampai telat kamipun tidak bisa berbuat apa-apa, nanti aku akan meriksa hasil USG untuk lebih lanjut, mungkin beberapa jam lagi akan sadar, " ucap Dokter Bambang.
"Terimakasih Dok, " ucap Reza.
Setelah dua belas jam akhirnya Ariz bangun dari tidur panjangnya.
"Dimana aku, " ucap Ariz pelan pelan membuka mata dan menengok kanan dan kekiri.
"Akhirnya Lo sadar bro, Lo ada di Rumah Sakit " ucap Devano.
"Aku haus, " ucap Ariz.
"Sebentar aku ambilin, " ucap Devano
"Terimakasih, " ucap Ariz dengan suara paraunya.
"Bro jangan bilang Olivia kalau gewe masuk Rumah Sakit, aku tidak mau terlihat terpuruk di depannya, " ucap Ariz sambil memberikan gelas kosong yang sudah habis diminumnya.
"Baiklah, " ucap Devano
"Tapi jangan Lo lakuin lagi hal yang kaya gini, " sambil menaruh gelas kosongnya.
"Gimana keadaan Olivia apa dia baik?" ucap Ariz lirih.
"Yang harus kamu khawatirkan itu keadaan Lo, bukan Olivia, " ucap Devano.
Merekapun berbincang di akhiri dengan tidurnya Ariz.
.
.
.
.
Olivia yang sudah seminggu tidak melihat sesosok pangeran tampan se Universitas, menjadi tanda tanya tersendiri sehingga Olivia teringat akan sendau gurau bersamanya saat pertama kali bertemu dengan ariz.
Tanpa disadari Olivia datang di Cafe favorit mereka berdua, Olivia masuk dan duduk di tempat biasa mereka kunjungi.
Olivia memesan coffe latte kesukaan Ariz sambil memandangi jalanan sembarang arah, tanpa sadar dia melihat panggung kecil yang khusus untuk menghibur pengunjung cafe. Melihat peralatan band yang terpampang rapih di empat, Olivia berinisiatif untuk menyanyikan lagu mengenang saat Ariz menyatakan cinta di Cafe itu.
Olivia minta ijin kepada pemilik cafe untuk memainkan gitar di panggung, setelah berbincang dengan pemilik cafe, aku langsung mengambil gitar dan memainkannya. Olivia mulai menyayikan lagu
foto by Mbah Google
***Waktu pertama kali
Kulihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa
Geloranya hati ini tak kusangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanyanya
Hati yang setia tulus padamu
Hari hari berganti
Kini cintapun hadir
Melihatmu memandangmu
Bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu
Anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini slalu untukmu
Terimalah lagu ini
Dari orang biasa
Tapi cintaku padamu
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang kupunya hanya
Hati setia
Tulus padamu .....
Cinta luar biasa
dinyanyikan oleh Andmes***
Tanpa sadar Olivia meneteskan air mata ke pipi indahnya, tepukan tangan para pengunjung menyadarkan lamunan Olivia yang saat itu sedang melamun. Dengan cepat Olivia mengusap air matanya dengan tangannya, aku langsung berdiri dan jalan menuju tempat semula.
Olivia mengambil tissue yang sudah tersedia di meja Cafe, dengan perlahan lahan mengusap sisa-sisa air mata yg masih membasahi pipi indahnya.
Tanpa disadari ada sepasang mata yang memperhatikan gerak gerik Olivia, ia ragu untuk berkenalan dengannya. Niat hati ingin menghibur gadis itu tapi ia urungkan karena kesibukannya sehingga ia langsung pergi.
"Perkenalan kita ditunda dulu ya wahai gadis manis aku akan datang mencarimu lalu urusanku sudah selesai, " gumamnya
Olivia menyelesaikan minumannya langsung pergi meninggalkan cafe kenangan.
.
.
.
.
Paginya aku berangkat kuliah mengendari mobil Ford tak seperti biasa aku mau mengendarai mobil sendiri, sesampainya di Universitas aku menunggu para nyai agar masuk berbarengan. Walaupun jurusan kita berbeda Rena dan aku jurusan bisnis dan Manajemen Aliana jurusan design.
Selang berapa menit mereka dateng saling beriringan seperti sudah janjian.
Merekapun bersalam tangan seperti biasa
" Pagi para nyai, " sapa Olivia
"Pagi guys" jawab Rena dan Aliana
Langsung memasuki kampus seperti biasa, mereka jadi pusat perhatian. Ga sedikit yang menyapa hanya, dibalas dengan senyuman dan ucapan pagi.
Sampailah diruang kelas dan waktunya berpisah, mereka berbeda satu ruang Aliana berjalan sendiri ke kelasnya.
pelajaran hari ini sangat menegangkan, karena dosennya sungguh lah paling killer di Universitas. Tidak boleh pulang sebelum tugas yang diberikan selesai dan materi yang diberikan pun ga sedikit.
" Nyai_rempongk lu dah selesai belom laper nih, " tanya Rena sambil memegang perutnya karena sudah lewat makan siang
" Bentar lagi, tahan dulu ntar guwe tlaktir deh, " jawab Olivia sambil mengerjakan tugas yang belom selesai
" Ok, jangan lama-lama nanti aku pingsan ini, " jawab Rena memelas
Terimakasih sudah membaca
jangan lupa like dan tinggalkan jejak yah
maaf kalau masih banyak typo
salam sayang readerπππ