
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa klik jempol 👍 dan komentar
klik juga ❤️ salam sayang selalu
Ariz POV
Setelah perkataan Olivia di kantin membuat Ariz bad mood. Dia pergi ke STARLIGHT CLUB untuk menenangkan pikiranya.
Ariz mengajak Genk kobra untuk menemaninya minum anggur. Yang tak lain adalah Devano Barack dan Reza Fahlevi. Ariz memesan room VVIP jadi tidak lagu yang keras hanya lagu lagu yang bisa menenangkan pikiran. Mereka sering kesini hanya untuk menghibur diri dengan minum anggur sambil nongkrong.
"Bro kenapa dengan mimik muka Lo hari ini, " ucap Devano yang melihat tampang Ariz hanya minum dan terlihat dengan tatapan kosong.
Ariz hanya melihat muka Devano dan berpaling lagi.
"Palingan juga lagi ada masalah sama ratu kita nyai rempongk itu, iyakan bro janganlah di tutupi, " ucap Reza sambil menepuk pundak Ariz.
"Berbagilah duka Lo biar kita bisa cari solusi buat Lo sapa tahu kita bisa bantu, " ucap Devano
"Apa Lo mau joget di bawah, disana banyak ciwi ciwi cantik bak kemolekanya beh, ajib dah, " ucap Reza membujuk agar tidak berlarut dalam lamunannya.
Aris langsung melototkan matanya mendengar perkataan Reza dan menghembuskan nafas dengan kasar. Tidak bisa di pungkiri kalau hatinya juga sakit saat putus dengan Olivia yang pernah mengisi hatinya.
"Aku putus dengan Olivia, " ucap Ariz datar tanpa ekspresi dengan membuang kepalanya di atas sofa sambil memejamkan mata dengan gelas anggur merah di tangannya.
"Apa, " serempak
"Ga percaya gewe, " ucap Devano sambil menggeleng gelengkan kepala.
"Iya tadi bilang ma gewe kaya gitu karena dia dijodohkan, " ucap Ariz dengan posisi sama dan masih memejamkan mata.
"Lo jangan menyerah gitu bro, Lo harus pertahankan cinta lo, berjuang demi cinta itu tidak mudah banyak hambatan tetapi klo jodoh tidak bakal kemana, " ucap Devano sambil menepuk pundak Ariz
Cling ...
Di atas kepalanya Reza ada sebuah lampu yang menandakan itu adalah ide cemerlang Reza.
"Aku punya ide gimana kalau blablablablala, " ucap Reza sambil melihat ekspresi kedua temannya yang sudah serius mendengarkan ocehannya.
"Encer juga otak Lo bro, " ucap Devano antusias.
"Tergantung Lo bro lu mau ngejalaninnya atau tidak itu terserah Lo, " ucap Reza
"Baiklah akan aku coba besok, " ucap Ariz semnyum menyeringai sambil meminum anggur yang belum habis diminumnya
"Malam ini aku yang tlaktir kalian terserah mau pesen apa aja, " ucap Ariz semangat dengan ide gila Reza.
Apa yah ide gila Reza? Author sedang mengetik ....hahahaha
.
.
.
Di pagi hari saat Aris akan menjemput Olivia untuk berangkat bareng, untuk pergi bersama karena dia merasa bersalah atas sikapnya meninggalkan olivia sendirian.
Ariz menunggu di sebrang rumah Olivia dengan menduduki diri pada bagian depan mobil Merci
Cukup lama Aris menunggu Olivia keluar dari rumahnya yang sejak satu jam dia pantau dari kejauhan. "Apakah dia masih marah padaku soal kemaren, apa aku kelewat emosi, " ucap Ariz dalam hatinya.
Bukankah itu Ariz sedang menunggu siapa dia disini, " Pak berhenti, bisa hentikan mobilnya sebentar, " ucapnya kepada sopir pribadinya.
" Baik pak," jawab pak doni.
Seseorang dari balik kaca menurunkan kaca mobilnya. Nak Aris sedang apa disini ini? tanyanya.
Ariz sedikit kaget melihat yang menyapa ternyata papanya Olivia.
"Eh Om Rama, apa kabar Om ," ucapnya sambil mengulurkan tangannya untuk mencium punggung tangannya.
" Sedang menunggu Olive disini?" tanya Rama
" Iya Om ," jawab Ariz
" Wah apa tidak salah kamu nunggi disini rumah om ada di ujung sebrang sana ," ucap Rama
Aris menunduk malu sambil menggaruk kepala yang tidak gatal dia lupa karena perumahan di komplek yang ditempati Olivia hampir semua mirip
"Maaf om saya lupa soalnya rumahnya hampir semua sama jadi agak sedikit sulit mengenalinya, " ucap Ariz
"Yasudah kebetulan Olivia menginap di rumah Aliana semalam, oiya nanti makan siang ketemu om di cafe torabiko yah, yang di Kemang ada hal ingin om sampaikan pada kamu, " ucap Rama dengan tegas.
" Baik om nanti saya kesana, " ucap Rama sopan
" Baiklah jangan sampai telat ya om ada janji ketemu klien juga disana, " ucap Rama acuh
" Iya om, " jawab Aris sambil tersenyum
Mobil Rama langsung melaju menuju kantor meninggalkan Aris yang mematung, karena kebodohannya menahan malu di depan calon mertuanya, walau belom sepenuhnya diakui karena Olivia dijodohkan oleh orangtuanya tapi hati Olivia hanya untuk Ariz
Makan siang pun tiba dengan semangat Ariz bergegas menuju cafe yang sudah dijanjikan oleh calon mertua, Aris akan meyakinkan Rama agar merestui hubunganya dengan olivia
Sesampainya di cafe Rama sudah menunggunya,ariz pun menghampirinya
" Siang om, " ucap Aris dengan sopan
" Nak Ariz sudah datang sini duduk, " ucap Rama
" Baik om sambil mendorong kursi untuk didudukinya, maaf ya om ada hal apa ya sehingga om ingin berbicara berdua dengan saya, " tanya Ariz karena penasaran
" To the poin aja ya nak, kamu taukan Olivia akan saya jodohkan, saya harap Nak Aris merelakan Olivia agar menikah segera dilaksanakan, karena ada hal yang tidak bisa saya beritahu kepada nak Ariz, " ucap Rama
" Tapi om Olivia dan saya sudah berpacaran selama 2 tahun Om dan apa ga bisa saya menjadi calon menantu om, " tanya Aris dengan tatapan serius
" Jika kamu bisa membantu keluarga Om dalam kebangkrutan selama satu bulan ini, saya bisa pertimbangkan karena keluarga Om tergantung perusahaan warisan turun temurun, sedangkan Helmy Alexander adalah teman baik om dan dahulu sebelom Olivia keluar ke dunia ini istriku sudah menjodohkan nya dengan penerus keluarga Alexander mungkin mereka sudah jodoh, " ucap Rama meyakinkan Aris agar mau mengerti apa maksud dan tujuannya bertemu
" Om Olivia hanya mencintai saya om apa om tega menikahkan anak om yang tidak dicintai oleh suaminya, walau saya tidak sekaya keluarga Alexander tapi saya mampu om menghidupi Olivia saya berusaha agar Olivia bahagia kelak, " ucap Aris dengan tatapan serius
" Aku menghargai semua tapi ini juga permintaan terakhir aku dan istriku, aku minta sama kamu untuk melepaskan Olivia sehingga hatinya dikit demi sedikit bisa diisi oleh Deniz, karena semua sudah saya sampaikan Om permisi ada meeting hari ini jadi tidak bisa menemanimu lama lama, " ucap Rama
Rama meninggalkan Ariz di cafe itu dengan merenung menahan rasa sakit karena ditolak menjadi menantu idaman, walau ariz tau bisa membantu Keluarga Olivia tanpa dukungan yang kuat itu mustahil dan waktu yang sesingkat itu Ariz tak bisa berpikir dengan jernih
Aris prustasi sehingga melampiaskan dengan meminum minuman keras di apartemen nya.
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa klik jempol 👍 dan komentar
klik juga ❤️ salam sayang selalu