Husband Of Choice

Husband Of Choice
Panggilan Sayang "Momo dan Pipo"


Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol dan komen yah


Klik juga ❤️ vote juga yah


Agar author bahagia


Sampailah mereka di KUA mereka mendaftar untuk pernikahan mereka secara resmi.


"Permisi kami ingin mendaftar kan pernikahan!" ucap Asistand Jo kepada pegawai KUA.


"Tolong isi ini dan tanda tangan disini, setelah selesai tolong periksa kesehatan dan foto sebelah sana," ucap pegawai KUA sambil memberikan kertas formulir pendaftaran.


"Baik terimakasih," ucap Olivia


Olivia langsung mengisi formulir tidak dengan Deniz dia hanya menyuruh Asistand Jo untuk mengisi.


"Ka yang nikah kamu atau Asistand Jo, kenapa kamu nyuruh Dia nulis formulir," tanya Olivia berbisik di telinga Deniz.


"Dia tau segalanya tentang aku semua, jadi aku ga perlu repot untuk nulis, aku tinggal tanda tangan aja," jawab Deniz santai tanpa rasa bersalah.


"Isst, orang pasti mengira aku yang akan menikah denganya, dasar Big Bos adalah raja hadeh," batin Olivia sambil menggelengkan kepala.


Setelah selesai mengisi formulir Olivia dan Deniz ke ruang medis untuk pemberian vaksin sebelum menikah. Di ruang foto Deniz yang sedari tadi hanya diam saja mengikuti Olivia disampingnya dan selalu Asistand ada di belakang Deniz.


"Tuan tolong senyum ini foto untuk Akta Nikah jadi harus senyum sebagus mungkin, jangan seperti itu tunjukkan kebahagiaanmu," ucap sang fotografer.


"Apa ... aku emang seperti ini apa masalahnya," ucap Deniz meninggi tidak suka di perintah.


"Mas biarin aja mukanya seperti itu tinggal kasih tulisan Bustri, ups ...!" Ucap Olivia sambil menutup mulutnya.


"Apa itu neng Bustri, " tanya petugas fotografi.


"Buronan Istri karena pergi pagi pulang pagi hahaha, " jawab Olivia terbahak-bahak melihat muka Deniz di foto sangat lucu seperti orang terkaget saat melihat kilatan blits.


"Kau senang sekali yah membully aku apa kamu tidak takut denganku," ucap Deniz sambil menyeringai.


"Abislah kau Nona kemarin kan saya sudah bilang jangan becandain Tuan, kelihatan diam tapi kalau sudah tidak suka maka jiwa devilnya keluar," batin Asistand Jo yang hanya tersenyum melihat Olivia mengejek Big Bosnya.


"Uwu ... Takut," sambil pergi kebelakang Asistand Jo, agar dapat perlindungan untuk menenangkan Big bosnya yang mulai keluar tanduknya. Tapi itu hanya khayalnya saja Asistand Jo malah menghindar sehingga tubuh Olivia kelihatan lagi.


"Haiz ... Hey ka Jo kau harus bantu aku, akukan cuma bercanda lihatlah muka Big Bos mu itu biar senyum, inikan foto pernikahan bukan foto buronan," ucap Olivia asal bicara sambil mengutuk.


"Mbelgedes ... nanti malah aku yang kena amuk Big Bos," batin Asistand Jo yang hanya berdiri tanpa ekspresi.


Olivia punya ide untuk meluluhkan Deniz yang lagi marah, padahal Deniz hanya menggoda Olivia saja. Sejak bertemu Olivia kelakuan Deniz berubah seratus persen.


"Ka ... Ka Deniz yang ganteng dan baik hati maafin Olive yah, olive kan cuma bercanda, " ucap Olivia semanis mungkin sambil memegang ujung jas Deniz.


"Nona berusaha lah lebih keras anda pasti kena hukuman," batin Asistand Jo sambil tersenyum tipis.


"Iya dimaafkan, tapi jangan panggil aku kakak, aku bukan kakak kamu, aku ini suamimu ganti yang lain," ucap Deniz sambil tersenyum memegang pucuk kepala Olivia


"Apa? Bos sejak kapan Big Bos berubah huh ga habis pikir, pasti bigbos sudah bucin," batin Asistand Jo sambi menggelengkan kepalanya.


"Emmm apa yah, gimana klo Pipo ka, Pipo adalah panggilan aku ke kamu, dan kamu panggil aku Momo, bagaimana lucu ga?" tanha Olivia sambil mendekatkan dirinya disamping Deniz.


"Baiklah Momo bagus juga," sambil merangkul di pundak Olivia.


Setelah selesai melengkapi semua persyaratannya dan jadwal pernikahannya bulan depan, mereka langsung pergi.


"Belanja aja kebutuhan di rumah tadi habis, bibi inem tadi kewalahan karena kurang bahan, kmren aku lupa belanja," jawab Olivia.


"Baiklah, Jo ke pusat perbelanjaan sekarang," ucap Deniz sambil menyuruh Jo untuk pergi ke pusat perbelanjaan.


Setelah sampai di swalayan terdekat Olivia dan Deniz turun dari mobil dan berjalan kedalam swalayan tersebut.


"Kamu suka makan apa biar nanti aku siapkan," tanya Olivia.


"Aku apa aja suka apa lagi yang bikin kamu," jawab Deniz.


"Tapi aku ga tau kesukaan kamu," ucap Olivia lagi.


"Aku suka kamu," dengan cepat Deniz menjawab.


"Gombal," ucap Olivia sambil tersipu malu dan memalingkan wajahnya yang sudah merah.


"Katanya CEO itu dingin dan playboy tapi aku rasa tidak dia kekanak-kanakan dan lucu klo playboy, emmm," batin Olivia.


"Hahaha, aku suka sekali dengan sayuran jadi apapun sayurannya aku suka," ucap Deniz sambil tertawa.


Akhirnya Olivia memilih berbagai sayuran dan bahan yang lain, saat mau mengambil bahan penyedap tangan Olivia tidak bisa mengambil penyedap tersebut karena terlalu tinggi. Olivia berusaha mengambilnya dengan berjinjit tapi hasilnya zonk.


Olivia lihat kanan dan kiri tetapi tidak ada orang yang ingin dia pinta tolong. Tiba-tiba


Olivia bisa mengambil penyedap tersebut, ternyata Deniz menggendong Olivia agar dia bisa mengambil barang tersebut.


"Pipo?" ucap Olivia kaget, "turunkan aku," sambil menepuk pundak Deniz.


"Benarkah," ucap Deniz. Dia pelan-pelan menurunkan tubuh Olivia sehingga muka Deniz dan muka Olivia bertemu dan saling memandang cukup lama.


"Ganteng sekali kalau dipikir-pikir dan semakin mengenalnya aku semakin nge fly tidak seperti di berita," batin Olivia.


"Apa kamu sudah puas melihat ketampanan ku," ucap Deniz membuyarkan lamunan Olivia


"Ah, sudah makasih," ucap Olivia sambil turun dari pelukannya dan langsung berjalan ke kasir.


Mereka membayar belanjaannya tak terasa belanjaan nya lebih dari dua trolli.


"Apa yang kamu beli Pipo banyak sekali," ucap Olivia heran karena belanjaannya hanya satu tapi Asistand Jo menambahkannya.


"Buat stok," ucap Deniz tanpa rasa bersalah.


"Ini kebanyakan kamu terlalu boros," ucap Olivia sambil menggelengkan kepalanya.


"Dengan melihat kedekatan seperti ini Big Bos terlihat bahagia karena telah menemukan cintanya kembali, aku ikut senang kawan aku berjanji pada diriku sendiri akan menjaga mu dan nyoya bos, semoga kalian tetap bersama dan langgeng," batin Asistand Jo sambil melihat candaan Deniz dan juga Olivia.


Belum pernah Jo melihat Big Bosnya bahagia seperti ini selama tiga tahun. Olivia membuat perubahan pada Deniz walau hanya bertemu sekali.


Jo memotret setiap moment kebersamaan Big Bosnya tanpa diketahui oleh sang empunya. Jo sering mengirim pesan kepada Nyonya besarnya sehingga setiap gerak gerik Deniz akan di ketahui oleh Nyonya besar yaitu Nyonya Riri.


Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol dan komen yah


Klik juga ❤️ vote juga yah


Agar author bahagia ❤️❤️