
Terimakasih sudah membaca
jangan lupa like dan tinggalkan jejak yah
maaf kalau masih banyak typo
salam sayang reader๐๐๐
Setelah pelajaran selesai aku kekantin dengan para nyai, walau jam makan siang agak telat.
"Eh Nyai Rempongk hari ini Ariz ga masuk apa kamu tau?" tanya Rena memulai percakapan yang membuat hati Olivia gusar.
"Kanjeng Nyai emang aku asistennya, kitakan sudah putus dia juga ga hubungin aku lagi lost contak gitu apalagi ketemu, " jawab Olivia santai.
"Wah beneran kamu putus, jadi bahan gosip nih sekampus secara banyak yang rebutan, antri jadi pacar kamu dan juga Ariz. Ga bisa bayangin kalau berita ini menyebar, " ucap Aliana.
"Heleh udah deh jangan bahas ini ganti topik yang lain gitu, " jawab Olivia dengan sedikit bimbang ingin tau kabarnya tapi malu mengakui.
"Oiya kata Ka Lusi mau nikah nanti yang jadi manajer kita keponakanya, dari luar negeri katanya sih masih muda apa kalian sudah diberi tau, " tanya Rena mengalihkan pembicaraan.
" Belom " serempak.
"Wah boleh tuh ganteng ga?" tanya Aliana antusias.
"Mana ku tau, " jawab Rena.
"Cowo terus di otak kamu, " ucap Olivia sambil menoyor kening Aliana
"Kamu ga rasain sih jadi jomblo seminggu itu menyiksa tau, biasanya ada yang perhatian ini mah sepi aja tuh Hp. Paling rame grup para nyai, hufft " ucap Aliana sambil menarik nafas membuang dengan keras.
"Aku tau kok seminggu ja dah kangen banget pengen ketemu ... uupss keceplosan, " ucap Olivia tanpa sadar.
"Cieee ... ada yang lagi kangen tuh, " ucap Rena menggoda.
Olivia menunduk dengan muka merah di pipinya menahan malu sambil senyum senyum sendiri.
"Heleh, bilangnya udah putus tapi masih kangen bilang aja masih sayang. Pacarnya juga ganteng masih cinta lagi sayang banget deh diangurin, " ucap Aliana.
"Jangan diangurin ntar mabok lagi, " ucap Olivia sambil tertawa receh.
"Bukanya itu air yang da jeruk nipis ya yang banyak di tempat lesehan, " ucap Aliana.
"Kobokan itu mah nih aku tambahin biar makin teler, " timpal Rena sambil menyodorkan air perasan jeruk bekas cuci tangannya ke Aliana.
" Emoh " jawab Aliana
Datangnya Devano pacarnya Rena bersama Geng Kobra ( Ariz, Devano dan Reza ), karena Ariz ga masuk hanya Devano dan Reza yang nyamperin Rena.
"Hi sayang sudah selesai makan?" ucap Devano sambil mencium kening Rena.
"Udah sayang, " jawab Rena tersenyum manis.
"Eh Paijo dateng makin lengket aja, kaya perangko tinggal di kirim deh ke kantor pos, " ucap Aliana sambil tersenyum mengejek.
"Bukan ke kantor pos Nyai receh, ke KUA hehehe " ucap Olivia sambil mengangkat tangannya membentuk huruf V.
"Olive duluan keles yang ke KUA, " samber Reza dengan senyuman sinis.
Deegg ...
"Kok lu tau update banget ya undangan ja belom di cetak, " jawab Olivia dengan muka tak bersahabat.
"Ya update donk sampai Ariz masuk rumah sakit gara-gara lu ... uupss, " ucap Reza sambil menutup mulutnya dengan tangan.
"What? sakit apa ? Rumah Sakit mana?" tanya Olivia berurutan.
" RS Bahar Medika, " jawab Reza cepat.
Olivia langsung berdiri meninggalkan mereka.
"Lemes amat lu Re kitakan dah sepakat ga bilang ma Olivia, itu permintaan Ariz kepada kita. Truz gimana nih, " ucap Devano sambil mengusap mukanya kasar sambil menahan amarah.
Aarrrgghh ....
"Sayang kenapa Ariz minta kamu menyembunyikan kenyataannya padahal Olivia juga masih cinta ma Ariz, " ucap Rena tiba-tiba.
"Benarkah sayang? kabar bagus nih tapi bukanya Olivia yang mutusin?" tanya Devano.
"Yah namanya juga dijodohin demi orangtua, makanya aku takut tinggal nunggu giliran kocokan keberapa nih aku, hahahaha, " ucap Rena penuh maksud.
"Piala kali bergilir kali ah, kode tuh bisa ae Kanjeng Nyai, " timpal Aliana.
"Maksudnya?" tanya Devano yang tidak mengerti maksud Aliana.
"Ah ga peka nih orang, kalau ga peka kaya gini salah tiga kali di blok langsung dihatinya Kanjeng Nyai, hahaha " ucap Aliana
" Gombal " ucap Rena sambil nyubit pinggang Devan.
"Awww ... sakit sayang, nyusul Olive yuks resah nih gue nanti disana ada drama Korea atau drama action nih penasaran, " ucap Devano.
"Ayoook, " serempak. Mereka langsung meninggalkan kantin tanpa berpikir panjang.
Olivia melaju mobilnya memecahkan keramaian Ibu Kota dengan kecepatan sedang dengan hati yang gusar, gimana tidak memikirkan sang manter ( mantan terindah ) yang masih dicintainya tak sanggup Olivia melihat Ariz menderita karena Dia.
Sampai rumah sakit Olivia menanyakan ruang yang merawat Arista Geraltdi Oskar pada resepsionis RS BAHAR MEDIKA. Tanpa babibu langsung menuju kamar lavender ruang VVIP, jadi fasitalnya jangan ditanya ya pasti sudah tau kan?
Sesampai di depan kamar Olivia menarik nafas dalam-dalam untuk mengatur ritme jantungnya untuk menemui Aris
Tok ... tok ... tok ...
Tak da sautan dari dalam terpaksa Olivia membuka pintu pelan mungkin Aris tidur itu yang dipikiran olivia.
Olivia melihat sesosok pria tinggi tampan dengan wajah pucat tak seperti biasa dan di tangan kanannya terdapat selang infus.
Aris melamun melihat pemandangan di luar jendela tanpa menyadari Olivia memanggil dan datang menghampiri.
Olivia meneteskan air mata dia tidak bisa melihat sang pujaan hati menderita karenanya dan rasa itu sakit seperti belati menusuk Jantungnya.
"Ka Ariz jangan seperti ini aku mohon, " tiba-tiba.
Sontak Ariz kaget mendapatkan pelukan dari belakang wanita yang selama ini dia sayangi dan cintai siapa lagi kalau bukan Olivia
"Jangan bicara biarkan seperti ini aku rindu, " jawab Ariz tersenyum penuh kemenangan.
Lima belas menit kemudian.
"Ka aku ga bisa kaya gini, " ucap Olivia.
"Kenapa? apa kamu sudah ga sayang aku lagi kah?" tanya Ariz.
"Bukan begitu, " ucap Olivia ragu untuk mengatakan.
"Aku sangat rindu kamu hon apa kamu tak merasakannya, biarkan seperti ni sampai aku bosan, " ucap Ariz memohon.
"Ka kakiku bias aku cape berdiri, " ucap Olivia sambil menggerakkan kakinya yang sudah tidak bisa berdiri lagi.
Aris langsung membalikkan badan memegang bahunya, langsung mencium ujung kepala Olivia.
"Maafkan aku sayang ayo kita duduk, " jawab Aris sambil merangkul pundaknya dan berjalan menuju sofa untuk duduk.
"Ka apa kakak sudah makan? tadi aku beli bubur tapi sudah dingin, aku beli lagi yah?" tanya Olivia.
"Belom, aku ga nafsu makan hon, karena kamu sudah datang aku jadi lapar pengen memakan kamu?" ucap Aris menggoda Olivia.
"Ssstttt ... ga boleh emang aku makanan apa aku beli makan lagi ya aku cuma sebentar, " ucap Olivia langsung berdiri, tetapi
Aris menarik tanganku sehingga aku terhuyung ke tempat duduk lagi.
"Ga boleh makan ini aja tidak apa dingin, asalkan disuapin, aku lapar sangat, " ucap Ariz dengan mimik muka manja seperti kucing yang lucu dilihat dari segi Olivia sambil memegang tanganku.
Tumben Ka Ariz manja seperti ini gemes banget deh pengen aku gendong, ku timang timang kaya kucingku. gumamku sambil membayangkan pretty di rumah.
**Pretty adalah kucing kesangan pemberian dari Kimmy sepupunya yang hobi memelihara kucing persia
"Yaudah sini aku suapin, " ucap Olivia sambil ambil makanan dan menyuapinya. "Aaak ..."
"Ummm enak ... lagi ... " ucap Ariz
"Manja kali kakak ini ..." ucap Olivia sambil melihat wajah Aris yang putih bersih bibir pucat putih kering ga setampan biasanya aku menjadi iba padanya.
"Ka kenapa kakak bisa sakit, " tanya Olivia.
"Jangan panggil aku kakak aku bukan kakak kamu panggil aku honey seperti biasanya, " jawab Ariz.
"Ka aku ga bisa aku akan menikah aku ga bisa balikan kaya dul .... umm, " ucap Olivia.
Cup ...
Terimakasih sudah membaca
jangan lupa like dan tinggalkan jejak yah
maaf kalau masih banyak typo
salam sayang reader๐๐๐