Husband Of Choice

Husband Of Choice
Pasien VVIP


Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol dan komentar


Klik ❤️ juga yah


Happy reanding


Keesokan harinya Olivia mulai membuka Mata perlahan Olivia bangkit tetapi terasa berat di bagian perutnya dan merasakan hembusan nafas di lehernya. sontak membuat Olivia tergidik ngeri pasalnya Olivia belum pernah tidur bersama laki-laki manapun, perlahan Olivia bangun agar tidak membangunkan Deniz untuk kecanggungan ini.


Padahal Deniz sengaja tidak bangun. "Apa yang aku rasakan ini benar? perasaan nyaman ini membuatku Nge-fly, " ucap Denis dalam hati.


Olivia semakin bergerak semakin erat pelukan Deniz seperti guling karena refleks Olivia teriak sehingga Deniz bangun tiba-tiba


" Aaaaaaaa, " teriak Olivia


"Hey, bisa di kecilin tidak suara kamu, ini Rumah Sakit, " ucap Deniz sambil megang kupingnya yang berdenging karena suara Olivia begitu keras.


"Kenapa aku bisa tidur disini, huh pasti kamu ambil kesempatan dalam kesempitan iyakan, aku tidak mau berzina itu melanggar agama, aib yang bikin malu keluarga, dosanya sampai tujuh turunan, " ucap Olivia panjang lebar sambil berkacak pinggang.


"Kamu enggak lihat baju kamu masih utuh huh dan juga lihat tangan aku masih di infus aku bisa apa. Dan iya kalau terjadi sesuatu aku akan bertanggung jawab, kau calon istriku, " ucap Deniz sambil tersenyum kecut.


"Baru calon belum jadi istri, jadi jangan macam-macam, pokoknya ini kecelakaan ," ucap Olivia marah sambil menyilangkan tanganya berbentuk x untuk melindungi badannya.


"Hey gadis bodoh, apa kamu mau mencoba ," goda Deniz sambil mencubit hidungnya.


"Jangan harap ," jawab Olivia menepis tanganya sambil berlari ke kamar mandi karena mukanya sudah merah.


"Kau harus jadi milikku takkan kubiarkan Dia bersamamu akan ku isi hatimu hanya namaku Deniz Samuel Alexander ," ucap Deniz dalam hati sambil mengepal tangannya.


Olivia di kamar mandi mencoba menenangkan dirinya yang shock karena tidur bersama dengan Deniz.


"Ada apa denganku, kenapa aku berdebar seperti ini saat dekat dengan Deniz, engga ini cuma rasa takut aja, benar ini cuma rasa takut, " ucap Olivia sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya langsung mengacak acak rambutnya frustasi.


Olivia langsung mandi di tengah guyuran air shower agar pikirannya bisa dingin. Setelah mandi Olivia mencari alasan agar bisa keluar dari kamar untuk menghilangkan rasa malunya. "Ka aku mau pergi ke kantin mencari makan, " ucap Olivia sambil menundukkan kepalanya.


"Baiklah, apa hari ini kamu ada jadwal kuliah?" ucap Denis sambil memberikan kartu kredit yang diambil dari dompetnya.


"Aku nanti ada jam kuliah pukul satu, kenapa kamu memberikan aku kartu kredit berwarna silver ini, aku punya uang sendiri, " ucap Olivia heran.


"Ambil kartu ini, kamu itu calon istriku, kalau tidak kamu ambil aku akan bilang sama Papa Rama kalau kamu tidak bersama aku malam ini, sekalian bantu aku habisin uangku, " ucap Deniz sambil tersenyum padanya.


"Bisanya cuma mengancam, "ucap Olivia.


"Cih, sombong sekali, jangan salahkan aku menghabiskan uangmu tapi inikan kartu tanpa batas, budu lah yang penting aku pergi dari sini dulu, " batinku


Akhirnya aku mengambil kartu itu dan meninggalkan Denis sendiri di kamar pasien.


Deniz menelepon Dokter Bryan agar melepaskan jarum Infuse yang terpasang di tangan kirinya dan mengurus kepulangannya tak lupa dia kasih kabar asistandnya agar menjemputnya di Rumah Sakit.


Setelah sepuluh menit Dokter bryan datang sendiri tanpa suster membawa peralatan yang dibutuhkan untuk melepaskan jarum infusan yang berada di tangan kiri Deniz.


"Selamat pagi pasien VVIP ku, " goda Dokter Bryan sambil berjalan ke arah Deniz.


"Hmm, " ucap Deniz singkat.


"Wow sejak kapan Big Bos betah berada di rumah sakit, " ucap Dokter Bryan dijawab dengan tatapan sinis oleh Deniz.


"Baiklah santai aja bro, matamu ini kayanya perlu diperiksa juga, " ucap Dokter Deniz cuek sambil melepaskan jarum infus.


"ngomong-ngomong wanita yang kemaren itu siapa? apa kamu jatuh cinta padanya, jangan sampai wanita itu hanya untuk pelampiasan kamu saja, " ucap Deniz sambil berdiri disamping Deniz dengan tangan disaku jas kebanggaannya yang berwarna putih.


"Bro aku tau kamu masih belum bisa move on, tapi jangan biarkan gadis manis itu jadi pelampiasan kamu, kasihan dia renungkan lah baik-baik jika Dia datang apa kamu bisa memilih, " ucap Dokter Brian.


"Aku bisa mengatasinya, "ucap Deniz.


"Bro aku hanya mengingatkan sebelum kamu terjeremus lebih dalam, kamu harus bisa memilih biar tidak ada yang patah hati, " ucap Dokter Bryan.


"Sejak kapan kamu cerewet Bryan apa kamu sudah bosan menjadi dokter disini, apa kamu ingin pindah ke Ujung kulon, " ucap Deniz


"Wow pasien VVIP sensitif sekali hari ini, apa wanita itu sudah mencairkan hati es ini, " ucap Dokter Bryan.


Setelah berbincang-bincang datang Asistand Jo. "Pagi Big Bos, " ucap Asistand Jo.


"Pagi, woh siapa yang datang ini si pendiam dan kaku, lihatlah bos kamu ini sedang jatuh cinta, " ucap Dokter Bryan.


"Kau ini Bryan sudah bosan kerja disini, " ucap Asistand Jo.


"Big Boz dan Asistand nya sama saja, sama-sama kejam, " ledek Dokter Bryan


"Kalau ngomong-ngomong jatuh cinta, mau lihat ga tadi pagi ada adegan romance gitu, " ucap Asistand Jo.


"Mana?" ucap Dokter Bryan


Asistand Jo pun memberikan foto yang tadi pagi sempat dia curi, Asistand Jo kalau di luar jam kerja menganggap Denis sebagai sahabatnya, begitu juga sebaliknya. Denis pun penasaran apa yang dikatakan Jo.


Bryan melihat foto yang diberikan oleh Asisten Jo. Saat melihat foto itu tercengang atas apa yang dia lihat, pasalnya Deniz sudah lama tidak pernah tidur setenang itu Bryan pun ikit senang dan tersenyum.


"Lihat apaan sih kalian ini lihat sini, " ucap Deniz dengan nada ketus tapi penasaran. Denis pun melihat foto itu hanya tersenyum.


"Wah Deniz kau luar biasa selama ini kau tidak tersentuh oleh wanita,ini apa? apa semalam kau melakukan itu di ruangan ini?" tanya Dokter Bryan.


"Kau ini aku punya etika dan iman aku tidak akan merusak wanita sebelum menikah, " ucap Denis sambil menjitak kepala Dokter Deniz.


"Woh Big Bos kita berubah bro akhirnya, Big Bos kita kembali, " ucap Asistand Jo kegirangan.


"Emang selama ini aku kemana?" ucap Denis tersenyum.


"Bos itu ga pergi kemana- mana cuma hati bos pergi ke langit ke tujuh dan sekarang kembali ke tempatnya, " ucap Asistand Jo.


"Dasar kau ini Jo si pendiam kaku, " ucap Denis.


"Heleh aku lagi, Dokter Bryan tuh suka sama saya, hubungi aku terus pengganggu makanya cari pacar Sono, " ledek Asistand Jo.


"Sial, aku bukanya ga mau cari pacar aku pemilih cari cewe nanti kaya Big Bos, " ucap Dokter Brian.


"Apa kamu bilang, " ucap Deniz


"Ampun Bos" ucap Bryan sambil tersenyum sambil menunjukkan tangan berbentuk V.


Merekapun berbincang-bincang tak sedikit gelak tawa terdengar.


***Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa like dan komentar yah


Salam sayang readerku 😘😘😘


visual Dokter Bryan🥰🥰***