
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa klik jempol
Tinggalkan jejak buat semangat author
Apalagi Voteπππ
"Sial, semua gara-gara Lintang rencana yang selama ini aku susun dengan matang gagal semua, selama ini aku bersabar untuk mendapatkan Olivia dan Perusahaannya, " ucap Ariz sambil memecahkan semua koleksi vas yang berada di dekatnya.
Setelah pulang dari Rumah Sakit Ariz banyak mengumpat kata-kata kasar kepada Lintang yang membuat dia marah sejadi jadinya.
Aris mempunyai rencana licik selama ini untuk Olivia. Dia juga yang menghancurkan Perusahaan Papa Rama sehingga produk yang di buat Perusahaan Rama bocor ke pesaing sehingga mendapatkan kerugian yang sangat fatal.
Selama ini Aris diam-diam mencuri dan memata-matai Perusahaan Papa Rama agar bisa menjatuhkan Perusahaan dan setelah bangkrut Olivia akan ditinggalkan setelah cinta mati padanya. Balas dendam yang merenggut nyawa adik kesangannya meninggal karena kecelakaan lima tahun silam. Akibat kelalaian dari keluarga Olivia
"Apa yang harus aku katakan pada Ayah, arrggmmm ...." ucap Aris sambil mengacak acak rambutnya.
Di kantor gedung Oskar Art terdapat sebuah ruangan Direktur yang suananya sangat dingin yang mencekam, disana ada seseorang yang duduk di kursi kebesarannya dengan muka yang sangat garang.
"Apa yang ingin kamu sampaikan anakku, " ucap orang itu dengan tegas.
"Ayah hari ini Olivia resmi putus dengan aku yah, " ucap Aris sambil menundukkan kepalanya.
Orang itu menghampiri Aris dengan tergesa gesa dan tiba-tiba.
Plakk ... suara tamparan menggelegar di ruangan tersebut.
"Kenapa kamu bisa putus dengan Olivia huh, kita belum melihat si tua bangkak itu mendapatkan balasannya, kalau kaya gini kita cuma bisa menggunakan cara itu dan itu harus kau yang jalanin, dan jangan sampai gagal, " ucap Ayah Ariz
"Tapi ayah rencana itu ..." ucap Aris ragu sambil meremas ujung jas yang dipakainya.
"Ga pake tapi tapian, apa kamu jatuh cinta pada anak itu, bodoh ... apa kau rela adik kesanganmu tidak tenang di atas sana yang membuat ibu mu gila karena siapa? huh, hukuman itu sangat mudah dibandingkan rasa sakit yang kita alami, " ucap Ayah Ariz
"Baik ayah, besok aku akan lakukan, " ucap Ariz yang masih tertunduk takut. Ariz sangat lah takut dengan Ayahnya karena sering memukulnya, banyak bekas luka dipunggung Ariz karena pukulan ayahnya sejak umur Sebelas tahun saat adik nya meninggal. Usul punya usul dulu sebelum adiknya meninggal gara-gara ingin membelikan hadiah untuk Ariz.
Adiknya yang bernama Rizta yang berumur lima tahun saat itu meminta orang tuanya membelikan kado untuk Ariz.
"Ayah aku mau belikan kakak hadiah yang bagus hari ini dan sekarang Ayah harus ke antarkan aku kesana!" Ucap Rizta dengan gaya cemberut bibir manyun dan tangan di silang ke dada.
"Nak hari ini Ayah banyak kerjaan jadi Ayah belum bisa antar kamu ke Mall, besok saja gimana?" ucap Luigi Papa Ariz.
"Ga mau papa hari ini, " ucap Rizta sambil menggoyangkan tangan Ayahnya yang sedang menyetir.
"Pokoknya sekarang besokkan kakak udah ulang tahun, sambil menggoyangkan tangan Ayahnya. Tanpa sengaja mobil oleng dan mobil didepanya melewati batas pembatas jadi Ayah Ariz tidak bisa menghindari kecelakaan itu.
Saat kejadian itu karena Rizta di pangkuan sang Mama tidak menggunakan sabuk pengaman sehingga Rizta terlempar ke depan mobil sehingga kaca depan mobil pecah langsung tewas seketika ditempat kejadian.
Mama Ariz saat itu melihat kejadian didepan matanya shock melihat anaknya bersimbah darah di depan matanya, dia berusaha menggapai tubuh Rizta walau dia juga terluka dikepalanya, karena dia menggunakan sabuk pengaman jadi tidak bisa menggapai tubuh anaknya.
Akhirnya setelah dirumah sakit Mama Ariz menjadi gila dia merasa tidak bisa melindungi putri kesayanganya, Ayahnya Ariz menjadi sangat marah dan berniat buruk untuk balas dendamnya.
Akhirnya hari yang ditentukan tiba Aris datang ke kantor Rama dia berencana untuk memutuskan rem mobil Rama, diam diam dia meretas CCTV yang berada di dekat mobil Rama, aksinya pun berjalan dengan lancar, untuk melepas sambungan rem itu.
"Maaf Om Rama aku berjanji setelah Om tiada aku akan menjaga Olivia, aku akan membawa pergi dia sejauh mungkin dari pandangan Ayahku Om, aku awalnya mendekati Olivia untuk balas dendam tapi setelah menjalaninya aku semakin jatuh cinta padanya tidak mau berpisah darinya, salam buat adikku Om bilang sama dia jangan benci kakaknya karena telah menjadi pembunuh, " ucap Ariz sambil berjalan meninggalkan parkiran mobil.
Rama yang sedang duduk di kursi singasananya mendapatkan informasi kalau keluarga Oskarlah yang menyebabkan kebangkrutan yang dialaminya, sehingga dia pergi terburu-buru ke Alexander Company untuk menyelamatkan Olivia dan juga perusahaanya.
Di tengah perjalanan Rama melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang tiba-tiba di depan ada sebuah truk, saat Rama mau rem ternyata blong akhirnya dia banting stir kekanan dan menabrak sebuah pohon dan akhirnya kecelakaan itu terjadi tapi untungnya ada air bag safety mobil Rama itu kualitas tinggi jadi Rama hanya syok, setelah diselamatkan warga akhirnya hanya di tidurkan di sebuah rumah di pinggir jalan.
Saat Rama siuman dia langsung pergi ke Alexander Company tak lupa dia berterima kasih kepada semua orang yang yang telah menyelamatkannya.
Di Gedung Alexander Company dia langsung ke ruangan Helmy yang dibantu oleh petugas keamanan karena tubuhnya masih lemah dan sangat kotor karena kecelakaan yang dialaminya. Helmy yang kaget karena kedatangan Rama itu segera menolong Rama dan mendengarkan semua ceritanya. Karena saking marahnya tiba-tiba jantung Rama kambuh dan mengakibatkan pingsan.
Helmy langsung membawanya ke Rumah Sakit terdekat.
"Bagaimana Dok keadaannya, " ucap Helmy kepada dokter yang memeriksa Rama.
"Penyakitnya sudah kronis pak, lewat operasi pun hanya 10% akan selamat, pasien ini sebelumnya pernah operasi tapi gagal sehingga harus menjaga emosinya agar tetap stabil, " ucap Dokter
"Terimakasih Dok atas informasinya, " ucap Helmy. Helmy berusaha terus menelpon Olivia untuk memberitahu kalau Papanya sedang di rawat, tapi hasilnya nihil.
Setelah satu jam Rama kembali siuman dan dia memberitahukan kalau dia ingin sekali melihat anaknya menikah sekarang di rumah sakit ini juga, Helmy kaget akan permintaan Rama tapi tidak perlu pikir lama dia mengiyakan permintaan Rama itu, mungkin aja itu permintaan terakhir Rama.
Akhirnya Helmy menelepon Deniz dan Riri untuk segera ke Rumah Sakit, dan menyiapkan segala keperluan untuk acara dadakan ini.
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa klik jempol
Tinggalkan jejak buat semangat author
Apalagi Voteπππ