
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa klik jempol
Tinggalkan komentar
Klik ❤️ juga yah apalagi Vote ❤️❤️❤️
Sudah beberapa hari Olivia tidak masuk kuliah dan tidak bisa di hubungi oleh Para Nyai, ternyata oh ternyata handphone Olivia hilang saat pemakaman.
Keesokan harinya Olivia sudah siap untuk berangkat kuliah tidak lupa dia menyiapkan sarapan untuk suaminya. Hari ini dia menggunakan mobil mewahnya untuk berangkat kuliah. Setelah sampai di Kampus.
"Pagi para nyai," ucap Olivia sambil merentangkan kedua tangannya.
"Kemana aja kamu nyai remponk," ucap Rena sedikit meninggi dengan tangan bersilang di depan dadanya.
"Aku hanya ada di rumah," jawab olivia santai.
"Apa yang terjadi padamu sehingga Aris dan Ka hendrik sering menelponku menanyakan keadaan kamu," ucap Rena kesal.
"Aku hanya ingin melupakan Ariz, Hanphone aku hilang dan aku juga ganti nomer untuk menghindari Ariz aku belum sempat kasih tau kalian, karena papa ku meninggal," jawab olivia sedih sambil menundukkan kepalanya sambil menahan tangis.
"Innalilahiwainnailaihirojiun, aku turut berduka yah Nyai Rempongk, " ucap Aliana sambil memeluk Olivia.
"Turut berduka juga, kamu harus tabah menjalani ini semua," ucap Rena sambil memeluk.
"Iya, aku juga ga mau berlarut dalam kesedihan, Papa pasti sekarang senang bertemu dengan Mama, dan aku harus menjalani hidup ini dengan yang baru, " ucap Olivia sambil menghapus air matanya yang tak bisa ia bendung lagi.
"Kita adalah saudara jangan sungkan bila kamu butuh bantuanku," ucap Rena.
"Iya jangan kau merasa sendiri di dunia ini ada kita yang selalu ada untukmu," ucap Aliana.
"Aku sudah menikah jadi kalian tidak usah khawatir padaku," ucap Olivia sambil tersenyum.
"What ... Apa ..." Ucap Aliana dan Rena.
"Iya aku sudah menikah tetapi pernikahan aku dan dia disembunyikan karena faktor tertentu yang tidak bisa dipublikasikan, " ucap Olivia
"Haiz ... macam istri simpanan donk," ucap Aliana keceplosan sambil menutup mulutnya yang tidak bisa di rem.
"Bukan Istri simpanan tapi cem-ceman, hahaha ..." ucap Rena sambil tertawa terbahak-bahak.
"Gitu yah awas kamu Kanjeng Nyai, " ucap Olivia sambil tersenyum. " Udah ah yuks masuk nanti telat bentar lagi dosen datang, " sambil berjalan menggandeng tangan mereka.
"Eh aku jadi penasaran sama suamimu, setampan apa sih hingga dia ga mau dipublikasikan," ucap Aliana penasaran dengan Deniz karena tidak banyak orang yang bisa mengenal atau bertemu langsung denganya.
"Seperti apa yah, yang pasti dia laki-laki bukan abal-abal hahahaha," ucap Olivia sambil tertawa riang.
"Ye ... itu mah banci kaleng, emank kamu suka nanti rebutan maskeran hahaha," ucap Rena meledek Olivia.
"Bukan nanti tukeran BH, " ucap Aliana sambil tertawa terbahak-bahak.
Merekapun mulai belajar dengan serius walau terpisah ruang yang penting kompak terus.
Setelah jam kuliah usai tidak lupa mereka ke kantin untuk mengisi perutnya sebelum pulang.
"Kata ka Hendrik nanti ada konser amal, kita akan mengisi acaranya, kita harus tampil ala sosialita disana tapi aku belum da baju belanja yuk, udah lama kita ga shopping," ajak Aliana.
"Bolehlah aku ijin dulu sama misua," ucap Olivia sambil mengambil handphone yang ada di dalam tas.
"Cie yang sudah punya suami harus ijin dulu baper deh," ucap Rena mengejek Olivia
"Hallo, ada apa Momo," ucap Deniz di seberang sana.
"Hallo juga Pipo, kamu sudah makan?" tanya Olivia.
"Sudah kalau Momo sudah makan?" Jawab Deniz dan beryanya balik.
"Sudah ini lagi makan, emm Pipo apa aku boleh pulang malam hari ini, aku akan berbelanja dengan teman teman aku mau mencari gaun!" ucap Olivia.
"Baiklah, tapi pulangnya jangan sampai larut yah?" ucap Deniz.
"Ok, makasih Pipo bye," ucap Olivia sambil menutup teleponnya.
Setelah telepon berakhir, Ariz and the geng datang menghampiri para Nyai untuk pulang bareng.
"Hallo sayang," ucap Reza sambil melambaikan tangannya.
"Uhuk ... uhuk ...uhuk si bambuang sudah berani panggil sayang nih di depan kita cieee," goda Rena.
"Iya donk kenapa ga berani sekarangkan kita sudah resmi pacaran iyakan sayang," ucap Reza sambil memeluk Aliana.
"Iya cayaankku," ucap Aliana.
"Sayang kamu sudah makan? kok ga nungguin aku sih!" ucap Devano sambil pura-pura ngambek seperti anak kecil.
"Heleh bayi gedeku ini kamu kelamaan keluarnya aku sudah lapar," ucap Rena sambil mencubit hidung mancung Devano
"Hon apa perut kamu sudah baikan?" Ucap Ariz tiba-tiba mengagetkan semua karena yang lain tidak tahu kejadian di parkiran basemant apartemennya.
"Sudah, dan aku perlu bicara berdua sama kamu," ucap Olivia sambil menggandeng tangan Ariz untuk menjauh dari temannya.
Di lorong yang sepi Olivia berbicara empat mata dengan Ariz. "Ka Ariz mulai sekarang aku dan kamu sudah tidak ada hubungan apapun lagi, jadi aku mohon sama kakak jaga sikap kakak, dan aku sudah menikah jadi jangan panggil aku honey lagi, " ucap Olivia
"Apa ... kamu sudah menikah dengan siapa? apakah laki-laki kemaren yang aku temui huh?" Ucap Ariz meninggi sambil mencengkram pundak Olivia.
"Sakit Ka Ariz lepaskan tanganmu kau menyakitiku," ucap Olivia yang sambil melepaskan diri dari cengkraman Ariz.
"Jawab ... apa lelaki sialan itu huh?" ucap Ariz marah pada Olivia.
"Bukan ka dia sahabat kecil aku dan tidak ada hubungan denganya, ka Ariz aku harap kamu mau mengerti keputusanku," ucap Olivia meneteskan air matanya karena cengkraman Ariz yang sangat kuat yang tidak bisa di hindarinya.
Tiba-tiba Olivia mendapatkan serangan dari Ariz, dia mencium paksa Olivia dengan hawa nafsu yang menggebu, Olivia yang mendapatkan pelecehan tersebut berjuang sekuat tenaga agar terlepas dari cengkraman Ariz.
Olivia langsung menyerang titik lemah laki-laki yaitu bagian bawah perut dengan tendangan yang sangat kencang, sehingga Ariz terpaksa melepaskan dan tersungkur menahan sakit.
"Selama ini aku berpikir hanya untuk memanfaatkan Olivia sebagai bidak catur, kenapa dia pergi hatiku terasa sakit dan aku tidak mau hubungan ini berakhir, apakah aku benar-benar jatuh cinta padanya, ini tidak mungkin selama ini aku menjaga hatiku untuk tidak jatuh cinta padanya, " batin Ariz sambil memandang punggung Olivia yang sudah pergi berlari menuju kantin.
"Sialan sakit banget tendangannya, bagaimana aku bisa meyakinkan kamu kalau aku benar-benar cinta sama kamu Olive, aku tidak rela kamu bersanding denganya, apakah hubungan kita berakhir seperti ini," ucap Ariz.
"Ka Ariz bener-bener tidak bermoral melecehkan aku, untung saja aku bisa terlepas tadi, kalau tidak bagaimana aku bisa menjelaskan pada Ka Deniz masalah ini," batin Olivia sambil berlari.
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa klik jempol
Tinggalkan komentar
Klik ❤️ juga yah apalagi Vote ❤️❤️❤️