
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa klik jempol dan komentar
Vote juga yah😘😘😘
Hari ini adalah hari dimana BLACK RED latihan, Olivia dan teman temannya sangat menikmati sesi latihan mereka dengan keseruan gerakan dan tarian baru.
Prok prok prok
" Wah gerakan kali ini sangat luar biasa aku suka, tapi sayang aku tak bisa selalu bersama kalian, " ucap Ka Lusi dengan pandangan sendu karena sebentar lagi dia akan menikah dan tinggal bersama suaminya di Luar Negri, walaupun Ka Lusi berat meninggalkan karirnya di dunia panggung hiburan yang selama ini cita-citakan, Ka Lusi bangga atas keberhasilannya selama ini. Demi berbakti kepada calon suami yang bekerja di Luar Negri, Lusi mengundurkan diri sebagai manager Balck Red.
" Pasti aku sangat rindu Kakak, " ucap Aliana
" Aku juga, " serempak sambil berpelukan
" Hey hey kenapa jadi pada melting gini kitakan bisa komunikasi lewat grup, sedangkan yang ganti kakak keponakan aku yang ganteng nanti aku kenalin sama kalian, dulu dia tinggal disini karena ayah dan ibunya pindah ke Luar Negri jadi dia ikut pindah. Dan dia ingin meniti karir disini, dia juga berbakat loh dalam menciptakan lagu. Jadi cocok lah buat kalian berkolaborasi, " ucap Lusi meyakinkan Para Nyai sambil merenggangkan pelukannya
"Bedalah kakak, keponakan kakak cowok nanti berebut deh kita, " ucap Rena senyum senyum godain yang lain.
"Ya enggaklah aku sudah mau nikah Rena dah ada calon tuh Nyai receh yang jomblo, " ucap Olivia
"Ya ketinggalan ghibah kau Nyai rempongk aku dah jadian ama Reza kemaren, " ucap Aliana sombong membanggakan diri karena sudah tidak jomblo lagi.
"Hah, tidak salah dengerkan ini kamu jadian ma Reza, " ucap Rena pura pura-pura tidak tau padahal dia dan Devano yang memberikan kejutanya, karena Olivia tidak bisa di hubungi jadi cuma mereka berdua.
"Wah ada PJ ( Pajak Jadian ) nih aku mau karaoke di Viesta, " jawab Olivia semangat.
"Wah bisa itu, aaassiiiaaap abis ini kita karaoke ajak ka Lusi juga, " ucap Aliana
"Ka Lusi mau yah kita senang-senang hari ini ka?" ucap Rena
"Baiklah, tapi kakak boleh ajak keponakan yah sekalian kenalan sebentar lagi dia datang, " ucap Lusi sambil melihat jam tangan
Drreet dreett suara handphone ka Lusi
"Hallo, Oh yaudah tunggu disana aku jemput, " Ucap Lusi sambil berjalan keluar karena Apartemennya harus menggunakan kartu ID khusus untuk masuk
Beberapa menit kemudian Ka Lusi membawa seseorang yang membuat Para Nyai menganga karena badan tinggi wajah ganteng rambut hitam pokoknya waw banget deh.
" Hay, " ucap seseorang di depan Para Nyai sambil melambaikan tangannya
" Hay juga, " sambil terbata-bata Para Nyai menjawab
" Kenalkan ini keponakan aku namanya Hendrik Sanjaya, " ucap Ka Lusi memperkenalkan keponakan kepada Para Nyai
" Salam kenal semua, " sambil berjabat tangan
" Salam kenal juga kakak aku Aliana sering di panggil Nyai receh, kakak manis banget sih aku takut diabet kalo dekat dengan kakak, " jawab Aliana yang masih mematung melihat Hendrik sambil menggoda.
" Bisa aja kamu, Aliana aku terbuat dari tebu jadi takaran manisnya pas, " ucap Hendrik sambil mengedipkan mata.
" Salam kenal ka aku Rena biasa di panggil Kanjeng Nyai, jangan godain Nyai receh nanti ada yang marah namanya Kuda Poni, " ucap Rena meledek Aliana
"Apa kamu kata Kuda Poni, bukan Kuda Poni tapi Poniman, poninya itu loh ga nahan, " ucap Olivia sambil tertawa terbahak-bahak.
"Hay aku Olivia panggil aja Nyai rempongk, " ucap Olivia singkat
"Ayo duduk sini kita ngobrol-ngobrol sambil perkenalan, istirahat sebentar dari tadi kalian mencari gerakan baru, aku siapkan minum dan cemilan yah, " ucap Ka Lusi
"Kok kamu tau, " jawab Olivia heran sambil mengingat siapa Hendrik
"Wah long time no see tomboy, " ucap Hendrik.
"Maaf aku lupa sudah tiga belas tahun jadi agak lupa, " ucap Olivia sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tidak apa kamu lupa, karena sudah lama juga kita tidak ketemu. Apa kamu ingat sa gendut itu pangilan kamu ke aku, " ucap hendri mengingatkan Olivia agar dia ingat.
"Sa gendut, sa gendut, sa gendut, " ucap Olivia sambil memikirkan nama itu
"Oh aku ingat kamu yang sering dibully di sekolahan karena kau gendut dan sering bawa makanan banyak itukan. Waw waw sekarang kamu berubah banget makin ganteng, " ucap Olivia sambil tersenyum
"Kamu juga makin Cantik Olive, " ucap Hendrik sambil mengelus pucuk rambut Olivia. Olivia senang karena sa gendut tidak melupakan persahabatan masa kecilnya.
Flas back on
" Tolong Tolong Tolong, " ucap seseorang yang tenggelam disebuah kolam, tidak jauh dari sekolahan karena menunggu jemputan supir dia terpeleset karena licin.
Olivia yang juga menunggu sang Papa menjemput mendengar teriakan minta tolong dari arah kolam. Olivia berlari setelah melihat orang yang hampir tenggelam itu. Olivia dengan sigap melepaskan tas dan sepatunya di jembatan kolam dan langsung terjun menyelamatkan seseorang itu.
Byuurr
Setelah menyelamatkan Olivia mencoba pertolongan pertama dengan menekan dada sambil berteriak minta tolong. Untung saja Supir Olivia cepat Datang sehingga bisa menyelamatkan Hendrik kecil. Hendrik dibawa kerumah sakit, sebelum dibawa kerumah sakit Olivia bertanya
" Hey gendut namamu siapa, " tanya Olivia
" Hendrik Sanjaya, " jawabnya lirih
" Aku ga mendengar , " ucap Olivia
" Sa...sa..., " Terbata-bata karena sesak di dadanya
" Ehmmm Sa gendut aja yah aku ga bisa antar kamu ke rumah sakit aku mau ganti bajuku yang basah besok kalau kamu udah sembuh, cari aku ada di kelas tiga B cari namaku Olivia, " ucap Olivia
Pertemuan pertama itu membuat kesan mendalam di hati Hendrik sejak saat itu mereka bersahabat walau berbeda kelas. Hari demi hari bulan berganti bulan. Kepindahan Orangtua Hendrik membuat mereka terpaksa berpisah tidak tau kapan akan bertemu lagi.
" Tomboy Minggu depan aku akan pindah keluar negri, maaf aku tidak bisa membantumu dalam menyelesaikan tugas rumahmu, kamu harus giat belajar agar kamu bisa dapat nilai bagus, " ucap Hendrik sambil mengelus pucuk kepala Olivia.
" Yah aku ga da teman lagi donk, " sambil memanyunkan bibir kedepan tangannya menyilang di perut.
" Aku akan selalu ingat padamu dan akan selalu mendampingimu, ingat nanti jika aku sudah dewasa aku akan menjadi pemain piano yang handal seperti yang kamu inginkan, " ucap Hendrik karena Olivia ingin calon suaminya kelak adalah pemain piano yang handal.
" Baiklah sa gendut aku selalu akan menunggumu, " ucap Olivia sambil menjulurkan tangan janji kelingking
Janji anak kecil semasa kanak-kanak yang membuat Hendrik semangat menjadi pemain piano yang handal tetapi tidak dengan Olivia yang melupakan janji kecilnya
Flash back off
Terimakasih sudah mampir
Klik jempol yah dan tinggalkan jejak
Vote novel aku juga biar semangat up