Husband Of Choice

Husband Of Choice
Alexander Company


Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol dan komentar


Klik juga gambar ❤️


Happy reading 😘😘😘


Pagi hari di sebuah Gedung pencakar langit yang megah dan mewah bertuliskan Alexander Company dimana kantor Denis berada, masuklah sebuah mobil Maybach warna hitam pekat berhenti di depan Gedung itu.


Semua karyawan yang tadinya masih sibuk dengan aktifitasnya terdiam dan berdiri tegap. Seseorang lelaki tampan berwajah dingin dengan setelan baju abu abu turun dengan elegan keluar dari mobil Maybach tersebut, orang itu adalah Deniz Samuel Alexander.


Asistend Jo membukakan pintu mobil tersebut sambil membungkuk memberi salam pada Tuan nya beserta beberapa karyawan dan bodyguard nya.


Jo adalah asistand pribadi Deniz yang bekerja selama lima tahun mengikuti sepak terjang Deniz dari nol, nama lengkapnya Joko Susilo asal dari Jawa. Mereka bertemu di Harvard graduate school of Bisnis yang merupakan anak yang terpintar yang menggunakan jalur beasiswa. Dia bekerja paruh waktu sebelum bertemu dengan Deniz, pertemuan Deniz dan joko saat itu joko sedang sekarat karena perampokan sehingga Joko berhutang nyawa, dia bertekad selalu berada disampingnya tetap setia dan jujur.


"Pagi Tuan" ucap jo sopan.


"Selamat pagi Big Bos, " sapa barisan karyawan tersebut sambil membungkukkan badan mereka.


Big Bos adalah panggilan untuk President Direktur karena Denis enggan di panggil Preseident sehingga seluruh karyawannya harus memanggilnya dengan sebutan Big Bos.


Deniz dengan gagahnya berjalan dengan wajah yang dingin menuju lift pribadi tanpa menjawab asistand pribadinya, mereka memasuki lift tanpa bicara.


Setelah sampai di lantai tiga puluh lima dimana ruang kerja Deniz berada.


"Apa yang kamu temukan, bicaralah sedetail mungkin jangan sampai ada yang tertinggal, " ucap Deniz dengan tegas.


"Baik Tuan, pertama Olivia umur dua puluh tahun belajar di Universitas Putra Bangsa, hobi menyanyi mempunyai teman Rena dan Aliana. Mereka sering di juluki para Nyai yang terpopuler sekampus. Olivia mempunyai pacar Ariz Geraltdi Oskar, Dia anak pertama perusahaan Oscar ART sekampus dengan olivia hanya berbeda jurusan, lama berpacaran dua tahun dan tidak ada scandal sama sekali dan dijuluki pasangan terfavorit, " ucap jo panjang lebar


"Heh terfavorit menarik lanjut" ucap Deniz sambil menyeringai.


"Olivia mempunyai prestasi juara pertama Taekwondo se Provinsi dan juga salah satu anak terpintar sekampus, " ucap Jo memujinya.


"Dia pintar dan bisa berkelahi? hmmm.... menarik, " ucap Deniz sambil memegang dagu.


"Yang kedua hari ini jam sepuluh kita ada rapat untuk pembangunan pusat pembelanjaan di pinggiran kota dengan relasi Tuan Higasi dari Jepang, " ucap Jo memberikan jadwal dengan detail.


"Siapkan semua berkas yang harus kita refensikan jangan sampai kesalahan proyek ini harus ada ditangan kita, " ucap Deniz memerintah dengan tegas.


"Baik Tuan yang ketiga nanti makan malam ada jamuan peresmian villa seribu di hotel Shangrila sekian Tuan jadwal hari ini, " ucap Jo mengingatkan jadwal terakhirnya.


" Ok " jawab Deniz sambil menggerakkan telunjuknya tanda suruh pergi.


"Baik Tuan saya undur diri, " ucap jo sambil membungkukkan badannya.


"Hmmm," ucap Deniz sambil membuka laptop yang ada di meja menyiapkan presentasi buat rapat nanti.


Deniz tidak bisa konsentrasi sejak bertemu dengan Olivia, jantungnya berdetak tidak karuan, tidak seperti biasanya pikiranya hanya dipenuhi dengan bayang-bayang Olivia. "Ada apa denganku ini semua pikiranku hanya ada wajahnya rasa penasaranku sudah terjawab kenapa rasa ingin sekali bertemu dengannya, " ucap Deniz dalam hati sambil geleng-geleng mencoba konsentrasi kembali.


Selama ini Deniz berpacaran dengan artis terkenal hanya untuk popularitas aja, hanya mencari informasi di dunia bisnisnya. Selepas dari itu Deniz dengan mode cuek dan anti dengan para wanita semenjak ditinggalkan tunangannya Riska dua tahun lalu. Yang meninggalkan Deniz hanya karena Deniz miskin dengan alasan meniti karirnya di dunia melukis.


Rapat pun dimulai memakan waktu dua jam untuk menjelaskan proyek yang bernilai milyaran, mereka menggunakan bahasa Jepang saat berbincang.


"Sekian penjelasan dari saya Tuan Higasi-sama, " ucap Deniz dengan nada Tegas.


"Sama- sama Tuan Higasi-sama silahkan tanda tangan untuk persetujuan Anda, " Deniz sambil menyerahkan kertas kontrak kerjasama.


"Baiklah aku akan mempercayakan semua ini kepada mu teman, " ucap Higasi sambil senyum dan mendatangani kertas hitam di atas putih itu.


"Terimakasih teman, ayo kita makan siang bersama untuk merayakan kerja sama kita " Deniz sambil berjabat tangan


"Baiklah Denis-sama, " ucap Higasi.


Mereka pergi ke restoran SEDERHANA masakan Padang yang cukup terkenal di daerah Bintaro untuk makan siang, yang rekomendasi Higasi-sama karena dia baru pertama kali ke Indonesia dan ingin memakan Nasi Padang salah satu makanan yang enak dari Indonesia.


Sesampainya di restoran Deniz memesan sesuatu yang menurutnya unik di dengar yaitu Kalio cumi karena Deniz baru pertama kali juga memakan masakan Padang walau dia sudah lama di Indonesia.


Di tengah perbincangan tiba-tiba muka Deniz berubah merah padam, Jo kaget dengan sikap bosnya itu selama ini dia tidak pernah melihat Deniz seperti itu dengan sigap Jo langsung berdiri dan berbisik.


"Sebaiknya Tuan saya antar, " ucap jo pelan.


Deniz tau akan maksud asjo (asistand Jo) dan dia pun langsung berdiri. "Tuan Higasi-sama saya mohon maaf tidak bisa melanjutkan makan siangnya sebagai ganti nanti saya akan menemani jalan-jalan kemana pun Anda pergi, nanti saya hubungi saat aku punya waktu luang" ucap Deniz dengan terbata bata karena menahan sakit ditenggorakanya.


"Baik kawan, " ucap Higasi dengan penuh tanda tanya, dipikirannya tidak biasa Deniz pergi tanpa menyelesaikan makan. Mungkin dia ada urusan mendadak gumamnya.


Di parkiran asjo langsung membuka pintu mobil dan melaju secepat mungkin ke Rumah Sakit terdekat, asjo panik karena muka Deniz sudah keringat dingin dan mulai memucat, Dokter pribadi Deniz kaget mendapatkan telepon dari asjo kalau Deniz alerginya kambuh selama ini ia sudah tidak pernah lagi kambuh, kebetulan dokter pribadinya sedang praktek di Rumah Sakit Bakti Yudha tidak terlalu jauh dari Restoran tersebut.


Tetapi karena kurang beruntung di perjalanan sedang terjadi kecelakaan yang mengakibatkan kemacetan yang luar biasa. Adji semakin khawatir akan keadaan Big Bosnya yang semakin pucat,


"Boz bertahanlah aku akan berusaha menolongku percayalah, " ucap Jo dengan panik.


Jo berusaha membunyikan klaksonnya agar yang didepan cepat jalan, tanpa sadar Jo pun berteriak teriak.


"Pak tolong cepat jalan saya membawa pasien darurat, " ucap Jo lantang sambil membunyikan klaksonnya.


terimakasih sudah membaca


Jangan klik jempol dan komentar yah


karena dukungan kalian


buat semangat author


terimakasih 😘😘



terimakasih sudah membaca


Jangan klik jempol dan komentar yah


karena dukungan kalian


buat semangat author


terimakasih 😘😘😘