
*Te**rimakasih sudah membaca
Jangan luka like dan komentar yah😉😉😉
Mohon maaf KLO masih banyak typo
Salam sayang reader 😘😘😘😘*
Bersatunya bibir membuatku merasakan kehangatan yang selalu aku rindukan selama ini, tak sadar aku membalas ciumannya. Setelah begitu agak lama aku tersadar bahwa ini salah, aku tak seharusnya melakukan ini, aku langsung mendorong dada Ariz. Tapi dengan sigap tangan Aris memegang lekuk kepalaku hingga aku tidak bisa menghindar, tenaganya sangat kuat hingga aku tak berdaya selain pasrah.
"Hon bibirmu manis bikin candu jangan tinggalkan aku ya, aku tidak bisa bayangkan hidup tanpamu, aku hanya bisa berharap kamu mau jadi ibu dari anak-anakku, " ucap Ariz dengan wajah memohon.
"Maaf ka, ini permintaan terakhir Mama sebelum dia meninggal aku ga bisa berbuat apa-apa, " ucap Olivia dengan wajah sendu.
"Tapi papamu sudah berjanji sama aku kalau dia mau merestui ku kalau aku bisa membantu selama satu bulan ini, " ucap Ariz sambil memegang kedua tangan Olivia.
"Tapi kakak sebulan itu teralalu singkat, apa kakak sanggup, sudah lah ka, kakak bakal menemukan wanita yang lebih dari aku, kakak kan ganteng pintar kaya lagi. Idaman wanita banget kan, aku aja suka mati sama kakak tapi takdir berkata lain ka, " ucap Olivia dengan muka sendu sambil membuang kesembarang arah.
"Tak semudah itu aku berpaling darimu, tidak ada seperti dirimu hon, kau segalanya bagiku. Aku sangat mencintaimu aku mohon bertahanlah, " ucap Ariz meyakinkan Olivia sambil memegang tanganya.
"Ka mengertilah ini permintaan orangtuaku bukan kemauanku, aku juga tidak semudah itu jatuh cinta sama dia, dia pun belum tentu juga cinta sama aku. Salahkan takdir Ka tak bisa menyatukan kita, kamu tau kan aku mau jadi istri yang berbakti kepada suami ku kelak siapapun orangnya, aku tak mau menyakitinya, " ucap Olivia
"Karena itulah aku ga mau berpisah darimu, aku mau jadi suamimu percayalah aku akan membuatmu bahagia, cepat atau lambat pasti orang tuamu bakal merestui kita, " ucap Ariz dengan keyakinan yang belum tentu ada.
"Tapi ... " sebelum Olivia menyelesaikan perkataannya pintu ruangan sudah dibuka oleh seseorang yang tiba-tiba masuk.
Kleeekk ...
Olivia kaget dengan yang ada di depan pintu dengan tiba2 masuk nyelonong gitu aja.
"Wah guys kita ngeganggu nih, kayanya ada yang lagi berbunga-bunga tuh, " ucap Devano tiba-tiba nyelonong begitu saja.
"Sayang bercandanya garing, " timpal Rena sambil mencubit pinggang Devano.
"Aawww sakit beib, kamu senang sekali mencubit pinggang aku beib, " ucap Devano sambil menyentuh pinggangnya yang sakit karena di cubit sang pacar.
"Enak donk krenyes krenyes gimana gitu di tambah es teh botol nyess, " Aliana menyela sambil memperagakan tanganya mengelus tenggorokannya.
"Kalian kenapa kesini ganggu aja, " ucap Ariz sedikit kesal karena mengganggu mereka berdua.
"Takut nanti ada yang bunuh diri, jadi kita mau nguburin sekalian ya ga gaes, " ucap Reza
"Sialan gewe masih hidup woy siapa yang mau bunuh diri, " jawab Ariz kesal sambil lempar botol minum yang dibeli Olivia ke arah reza.
"Kemaren sih ada ya Dev, ga tau siapa yang ngerengek nangis-nangis Bombay gitu sampai abis lima botol wiskey tiga botol wine belom yang dipecahin kemaren, berapa botol Dev?" sindir Reza sambil duduk tanpa permisi.
"Kakak minum alkohol, " tanya Olivia sambil menyilangkan tangan didepan perut dengan tatapan tajam.
"Hehehehe ... sedikit hon, " ucap Ariz dengan gugup menjawab Olivia sambil tersenyum memperlihatkan gigi putihnya dan mengangkat tangannya membentuk huruf V.
"Kakak bilang dikit tapi bisa masuk rumah sakit lambung kakak itu ga kuat minum-minuman kaya gitu, lain kali lanjutin biar berakhir di TPU ga di Rumah Sakit lagi, jangan di ulangi lagi kalau masih sayang sama nyawa, " ucap Olivia memarahi Ariz yang membuat Olivia merasa bersalah karena penyebabnya adalah dia.
"Aku tuh masih sayangnya sama kamu, bukan nyawa lagi nyawaku cuma satu dan hanya untukmu, " goda Ariz sambil mencium punggung tangan Olivia.
"Hooh jangan lupa bayar aja lu, jangan sampai utang, ga suka gewe"ucap Reza sambil menoyor kepala Aliana.
"Sakit tau kepala di fitrahi nih, terus apa hubunganya dengan Lo bambuang, " Aliana ga mau ngalah.
"Adalah akukan calon imam mu, Iya deh maaf sekali lagi biar dapet senyuman, "goda Reza yang selama ini memendam rasa pada Aliana.
"Kode tuh Pepet terus jangan kasih kendor, " ucap Devano mendorong tubuh Reza agar Deket dengan tubuh Aliana.
"Mumpung jomblo tuh play girl kita, ya ga Nyai Rempongk, " ucap Rena sambil melirik Olivia.
"Apaan sih pasangan aneh ini, ada jasa Mak comblang gratis ya disini. Kirain Rmah Sakit ini hanya untuk orang sakit aja, ternyata disini juga ada biro jodoh juga, " timpal Aliana ga mau kalah.
"Kau ini pura pura tidak tahu atau ga peka sama sekali Nyai Receh, " ucap Olivia sambil geleng-geleng kepala
"Disini juga bukan Rumah Sakit biasa tapi rumah penuh dengan cinta, buktinya banyak bertebaran disini, ehm ehm ehm, " ucap Ariz sambil pura-pura batuk di depan Olivia.
"Apaan sih Ka Modus, " ucap olivia menepuk pundak Ariz.
"Modus hanya padamu ga papa kali ma calon istri mah, " goda Ariz sambil menyenderkan kepalanya di bahu Olivia.
Olivia hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya yang tak habis pikir dengan pemikiran manter nya itu.
"Hah ... serius bukanya kamu dijodohin sama orang itu ya Nyai rempongk, " ucap Rena keceplosan sambil menutup mulut yang menganga.
"Ka jangan becanda deh ga lucu tau, " ucap Olivia membenarkan ucapan yang Ariz katakan.
"Serius soalnya tadi ada yang nangis nagis gitu langsung peluk aku dari belakang, dan juga dia ngasih makanan buat makan siang, pake disuapin lagi, gimana ga makin cinta coba, " goda Ariz sambil merangkul pinggang olivia.
"Udah lah ka jangan terlalu banyak berharap tapi aku akan menunggumu selama sebulan ini, berjuanglah demi aku, " ucap Olivia menyemangati agar Ariz bisa membantu keluarganya dalam satu bulan ini.
"Bro gewe juga akan membantu loh dari belakang, " ucap Reza
"Gewe juga akan bantu loh dengan doa ... hahaha, " ucap Devano.
"Bagus itu tapi jangan cuma doa tapi usaha juga donk, " timpal Rena.
"Iyalah bebeb ku sayang, kitakan bersahabat sejak lama mana mungkin kita tidak membantu, " ucap Devano sambil merangkul Rena yang da disampingnya.
Setelah berbincang bincang akhirnya jam besuk selesai mereka langsung pulang kerumah masing-masing.
*T**erimakasih sudah membaca
Jangan luka like dan komentar yah😉😉😉
Mohon maaf KLO masih banyak typo
Salam sayang reader 😘😘😘😘*