Husband Of Choice

Husband Of Choice
Lupa Kamu


Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol


Tinggalkan komen dan klik ❤️


Dan vote juga yah🤗🤗🤗


Sore hari Riri memasak dan menyiapkan makan malam, karena sejak dari tadi Olivia hanya terdiam dan tidak memakan apapun yang diberikan. Setelah selesai Riri menghampiri Olivia yang sedari tadi termenung di balkon rumah.


"Oliv sayang makan yuk, jangan sampai kamu ga makan kamu sekarang sudah jadi istri Deniz, kamu juga ga bisa pikirin diri kamu sendiri kamu harus mikirin suami kamu, layani suami kamu," ucap Riri sambil mengusap usap kepala Olivia.


"Maaf mih Olivia lupa," ucap Olivia sambil tersenyum menunjukkan giginya.


"Yaudah sekarang makan Papi dan juga Deniz sudah ada di meja makan dari tadi nungguin kamu turun sayang, mami juga masakin kamu seafood kesukaan kamu," ajak Riri.


"Makasih mih maaf repotin mamih, harusnya Olivia yang masak buat mamih dan papih," ucap Olivia merasa bersalah.


"Ga papa sayang," ucap Riri.


Merekapun turun dan makan malam bersama.


Setelah selesai makan kedua orang tua Deniz berpamitan pulang ke rumahnya.


"Nak maaf yah Mami dan Papi harus pulang soalnya besok ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan, biar Deniz tidur disini menemanimu, dan juga bsk pagi biar mbok inem kesini membantu kamu ya nak," ucap Riri berpamitan.


"Iya mah makasih banyak untuk hari ini," ucap Olivia.


Mereka sengaja membiarkan Deniz tinggal bersama Olivia untuk menemaninya. Walau sudah nikah secara agama tapi tidak banyak yang tau hanya tetangga terdekat saja.


Setelah Olivia mengantar kedua mertuanya ke depan rumah untuk kepulangannya, Olivia langsung pergi ke kamarnya. Olivia sudah terbiasa mandi sebelum tidur itu langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai mandi dia cuek melenggang keluar dengan handuk yang melingkar di badannya yang hanya menutupi bagian tubuhnya saja sehingga terlihat bagian dada dan kaki jenjang putih mulus, tanpa dia sadari sepasang mata melihatnya dengan tatapan rakus.


Deniz yang melihat Olivia keluar kamar mandi hanya bisa menelan slavinanya, dan dia langsung pergi ke kamar mandi untuk menahannya, dia tidak mau memaksa kehendaknya.


Setelah tiga puluh menit Deniz sudah selesai dia lupa membawa ganti sehingga dia mencari baju yang berada di kamar Olivia.


"Hey apakah tidak ada baju ganti lagi ini terlalu jangkis buat aku," sambil mengerutkan dahi.


Olivia yang tersadar dari lamunannya melihat Deniz yang menggunakan bajunya yang kebesaran terlihat lucu dipakai oleh Deniz yang notabene tinggi atletis. Deniz yang memakai baju tidur gambar Stroberry dan little pink itu membuat Olivia tak bisa menahan tawa.


"Hahahaha ... kenapa kamu pakai baju aku? dan kenapa kamu disini?" Ucap Olivia sambil terbahak-bahak.


"Kenapa? masih bertanya, aku ini suamimu aku menginap disini mana ada baju ganti untukku, sedangkan kamu tidak menyiapkan baju ganti buat aku untuk tidur," ucap Deniz sambil menyilangkan tangan di depan dada.


Olivia lupa sekarang sudah menjadi istri Deniz karena pernikahan singkatnya. "Eh maaf ... maafkan aku, aku hanya belom terbiasa, sebentar aku akan ke kamar Papa dulu sementara kamu pakai baju tidur Papa mau yah?" Ucap Olivia membujuk Deniz.


"Yaudah cepatlah aku sudah tak tahan menggunakan baju seksi ini," ucap Deniz sambil menjatuhkan di sofa samping tempat tidur. Deniz merentangkan tangannya di atas sofa.


"Tapi kamu cocok pakai itu makin seksi," ucap spontan Olivia sambil berlari ke pintu tidak lupa dia menjulurkan lidahnya.


Deniz yang mendengar perkataan Olivia hanya tersenyum tipis membuat tertawa Olivia ada kesan tersendiri oleh Deniz, Deniz langsung membuka baju yang kesempitan itu membuang kesembarang.


Olivia sibuk mencari baju yang cocok di kamar almarhum Papanya tanpa disadari Deniz sudah terlelap di kamar Olivia karena sudah lelah seharian mengurus pemakaman mertuanya.


Olivia yang datang hanya bisa menggelengkan kepalanya gimana tidak dia sudah susah payah mencari baju yang cocok dia malah di pulau untuk bikin danau ups maksudnya tidur.


Pagi menjelang sang mentari sudah bersinar Olivia bangun pagi seperti biasa dia membuat sarapan. Tetapi kali ini berbeda Olivia membuat sarapan suami untuk pertama kali.


Deniz yang masih di alam mimpi di bangunkan dengan harumnya kopi yang di buat oleh Olivia di meja samping tempat tidurnya.


"Ka Deniz ... Ka ... Bangun sudah pagi," ucap Olivia membangunkan Deniz


"Ehm, sebentar mih 5 menit lagi," jawab Deniz


Olivia hanya bisa tersenyum mendengar jawaban Deniz, Deniz yang setengah sadar langsung bangun dan langsung kekamar mandi karena malu dia salah mengira kalau Olivia adalah maminya. Kalau orang tau CEO dingin itu mempunyai sifat kekanak-kanakan pasti gempar dunia bisnis.


"Ka tadi ada yang ngirimin baju ganti untuk nanti kita pergi ke KUA sudah aku siapkan, aku tunggu di bawah yah untuk sarapan," teriak Olivia.


"Iya terimakasih," jawab Deniz di dalam kamar mandi.


Setelah mandi kecanggungan mulai tercipta di meja makan. Deniz yang hanya diam membuat semakin canggung.


"Ka nanti jam sepuluh kita ke KUA apa kakak ga kerja hari ini?" tanya Olivia memecahkan kecanggungan ini.


"Hari ini aku ijin aku akan seharian bersamamu, apa kamu keberatan?" ucap Deniz


"Ga ka aku tidak keberatan," ucap Olivia sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Setelah jam sembilan Olivia dan Deniz bersiap untuk pergi ke KUA untuk mendaftarkan pernikahannya secara resmi.


Mereka di jemput oleh Asistand Jo dengan mobil pribadi Deniz.


"Selamat pagi Tuan," ucap Asistand Jo yang baru saja datang.


"Emm,"jawab Deniz.


"Pagi ka Jo," ucap Olivia


Deniz yang mendengar ucapan Olivia agak heran, sejak kapan Olivia akrab dengan sahabatnya dan juga merangkap sebagai asistennya.


"Sejak kapan kalian akrab," ucap Deniz dengan suara sedikit meninggi karena tidak suka kalau Olivia dekat dengan laki-laki lain walaupun itu sahabatnya sendiri.


"Aku tidak akrab dengannya aku malah sebel sama dia," ucap Olivia jujur tanpa ada yang ditutupinya.


"Sebel?" tanya Deniz.


"Iya aku masih belum perhitungan sama dia, awas saja kamu!" ancam Olivia kepada Jo.


"Kenapa?" tanya Deniz heran.


"Kamu tau ka pas kamu di rawat di Rumah Sakit terakhir kali, aku di tinggal sendirian untuk menjaga kakak, aku sebel jadinya sama orang ini," jawab Olivia sambil menunjukkan muka Asistand Jo dengan telunjuknya.


"Hahaha, yaudah ayo kita berangkat sebelum siang," ucap Deniz sambil tertawa.


Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol


Tinggalkan komen dan vote yah🤗🤗🤗