
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa like dan Komentar
Apalagi klik❤️ dukungan kalian
Bikin Author bahagia.
Setelah tiga puluh menit sampailah mereka di Rumah Sakit, Dokter Briyan yang sudah di telpon sebelum sampai ke rumah sakit menyuruh suster untuk menyambut kedantanganya agar segera di tangani. Dokter Briyan dan suster sudah bersiap di Lobby untuk segera menyambut Deniz dengan kursi roda agar dia bisa membantu Deniz berjalan.
Karena gengsinya tinggi Deniz dengan tergopoh gopoh Deniz berjalan sendiri ia tidak mau menggunakan kursi roda alhasil di depan pintu UGD.
Brukk.....
"Aaahh, " suara familiar ini yang membuat jantung Deniz berdetak dengan cepat sehingga dia refleks menangkap tubuhnya yang mau jatuh seperti memeluk, mata mereka beradu pandang sementara karena kaget bertemu kembali.
"Kamu, lepaskan tanganmu dari tubuhku" ucap seseorang sambil mendorong pelan.
"Ngapain kamu disini, " ucap Deniz tanpa melepaskan pelukanya
"Aku sedang main bola disini, udah tau Rumah Sakit pakai nanya, " jawab Olivia judes.
Pandangan Deniz sudah mulai buram sehingga dia pingsan dipelukan Olivia, karena Olivia bisa Taekwondo jadi bisa menahan tubuh Denis yang hampir jatuh ke lantai. Dokter dan asistand Jo langsung membantu Deniz ke ruangan UGD.Setelah di periksa dan dikasih Infusan vitamin dan anti biotik Deniz dipindahkan ke ruang VVIP.
Karena khawatir Olivia selalu mengikuti Deniz dan Asistand Jo dari belakang. setelah sepuluh menit pindah ke ruang VVIP.
"Gimana keadanya Bryan, " tanya Asistand Jo kepada dokter pribadi Deniz yang cemas akan keadaan Big Boznya.
"Gimana bisa Deniz seperti ni Jo kamu kan asistandnya, Deniz belum bisa makanan bersantan dulu, kamu kan tau dia alergi santan untung dia makan sedikit kalau banyak kau yang harus bertanggung jawab, " jawab Bryan dengan nada marah.
"Aku tidak tau kalau kalio cumi itu ada santannya aku kira balado cumi Bryan, " ucap Asistand Jo yang merasa bersalah karena telah lalai dalam bekerja untuk melindungi Big Bosnya.
"Huh, yasudah yang penting dia baik-baik saja sekarang, kamu tidak usah khawatir, mungkin sebentar lagi dia siuman, jangan lupa kalau dah siuman kasih air putih yang banyak, " ucap Bryan sambil membuang nafas keras, Bryan langsung melihat Olivia dengan tajam.
"Siapa wanita cantik ini yang sejak dari tadi mengikuti, dan Asistand Jo pun tidak melarang apa dia kekasihnya Deniz?" batin Briyan.
Asistand Jo melihat akan pandangan Bryan ke Olivia seakan mengerti dan bisa membaca pikiran Dokter Bryan.
"Wanita ini calon istrinya Bos jangan kau ganggu, kalau kamu ganggu berurusan dengan Big Bos, " ucap jo dengan Tegas penuh penekanan sambil senyum mengejek.
"Hey, aku belom menyetujui soal menikah dengan dia bisa-bisanya kau berkata aku calon istrinya emang aku mengenal kamu, "ucap Olivia dengan nada meninggi sambil menginjak kaki Jo.
"Aaauu, sakit tau ternyata ada yah cewek galak bener kaya kamu, " Jo sambil menahan sakit dikakinya yang di injak begitu keras.
"Hahahaha, rasain itu Jo baru kali ini lihat ada cewe berani sama lu, wah harus diabadikan nih, " ucap Bryan sambil tertawa terbahak-bahak sambil mengambil handphonenya di saku jasnya. Dan memfoto wajah kesakitan Jo.
"Oiya kita belum kenalan, kenalkan saya Dokter Bryan nama kamu siapa?" tanya Bryan sambil menjulurkan tanganya.
"Olivia Sandra Dewi panggil saja Olivia, " jawab Olivia sambil membalas jabat tangan.
"Dan ini Joko Asistand Deniz, panggil aja Jo" ucap Bryan sambil merangkul pundak Asistand Jo, Jo begitu cuek dan tidak memperkenalkan diri.
"Karena Nona ada disini aku mau mengurus sesuatu di Kantor, kau harus jagain Big Bos disini, " ucap jo sambil berjalan keluar bersama dokter Bryan.
"Hey, kenapa harus aku sih kak Jo aku harus pulang, ini hampir malam nanti Aku dicariin papaku, " teriak Olivia kepada Jo yang tak terima ditinggal sendiri diruangan VVIP hanya berdua sambil mendengus kesal
"Nona nanti saya yang urus tolong jaga Big Bos kami, " ucap jo dengan senyum mengejek sambil memegang gagang pintu yang hendak keluar.
"Iya Nona Olivia hati-hati menjaga Big Boss kami dia suka gigit, hahaha " ucap Bryan dengan tertawa terbahak-bahak.
" Ya ya ya " ucap Olivia dengan muka tak bersahabat sambil menggedruk kaki kanannya karena saking kesalnya ia langsung melihat Deniz yang sedang berbaring di tempat tidur pasien yang sudah terpasang dengan infus antibiotik.
"Apa separah ini alerginya sampai di infus seperti itu, saat dia tidur damai sekali mukanya semakin ganteng, kenapa pikiran aku ini harus dihilangkan, aku harus ngapain ini sambil berfikir, denger lagu ja di Joox biar tau lagu apa yang lagi trend hari ini, " ucap Olivia dalam hati langsung duduk di sofa dekat ranjang pasien
Lagu : Aisyah istri Rasulullah
*Mulia indah cantik berseri
Dia Aisyah Putri Abu Bakar
Istri Rasulullah
Sungguh sweet Nabi mencintaimu
Hingga Nabi minum dibekas bibirmu
Bila marah Nabikan bermanja
Mencubit hidungnya
Aisyah
Romantisnya cintamu dengan Nabi
Dengan Baginda kau pernah main lari-lari
Selalu bersama hingga ujung Nyawa
Kau disamping Rosululloh
Aisyah
Sungguh manis oh Sirah kasih cintamu
Bukan persis Novel mula benci jadi rindu
Kau istri tercinta ya Aisyah Humairah
Rasul sayang kasih Rasul cintamu
***
Sungguh sweet Nabi mencintaimu
Bila lelah Nabi baring dijilbabmu
Seketika kau pula bermanja
Mengulas rambutnya
Dinyanyikan oleh Syakir*
Olivia mendengarkan lagu di aplikasi Hpnya sambil menyanyi dengan suara indahnya tanpa disadari ada sepasang mata yang sedang mengawasi dan mendengar suaranya.
Sudah berjam jam Olivia mendengarkan lagu, ia mulai merasa mengantuk dan akhirnya terlelap di sofa sebelah ranjang pasien, sehingga mata Denis leluasa melihat wajah Olivia dengan intens.
Deniz bangun dan menghampiri Olivia yang sedang tertidur, " manis juga nih cewek kalau sedang tidur seperti ini " sambil menyibakkan rambutnya yg menutup muka tanpa sadar dia mencium kening Olivia sambil tersenyum tipis
Deniz menelpon Papa Rama agar diperbolehkan nginep di Rumah Sakit untuk menemaninya. Dan juga menelpon asistandnya kalo dia mau menginap, menyiapkan baju Olivia untuk berganti pakaian disini dan makan malam.
Tak terasa sudah malam, Olivia bangun sambil merentangkan tangan keatas karena sudah lama ia tertidur dan dia melihat jam ditangannya " astaga sudah malam jam sepuluh malam " ucap Olivia kaget
Olivia melihat Deniz ia heran kapan Deniz ganti baju pasien dan sejak kapan dia bangun. Deniz yang duduk di ranjang pasien sambil memangku laptop kerjanya mengerjakan pekerjaan yang tertunda karena dia tinggalkan tadi pagi
Terimakasih sudah mampir
Jangan lupa yah klik jempol dan komentar
Apalagi klik ❤️ author jadi bahagia.
visual Joko 😍😍😍