Husband Of Choice

Husband Of Choice
Keluarga Besar Alexander


Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol


Tinggalkan komentar


Klik ❤️ juga yah apalagi Vote ❤️❤️❤️


Happy reading😘😘😘


Setelah menghabiskan waktu sekitar empat puluh lima menit mereka pun sudah sampai di depan sebuah gerbang yang tinggi dan besar, saat mobil Deniz membunyikan klaksonnya pintu gerbang pun terbuka.


Setelah pintu gerbang terbuka Deniz langsung melajukan mobilnya ke dalam halaman besar kediaman keluarga Alexander, saat itu pula Olivia sangat kagum dengan apa yang dilihatnya, sebuah rumah yang sangat besar, luas, dan megah. Didepan rumahnya terdapat air mancur yang menghiasi pemandangan yang tampak elegan dari depan.



"Pipo ini rumah kediaman utama keluarga Alexander?" tanya Olivia yang tidak percaya apa yang dilihatnya saat turun dari mobil.


"Iya, ada apa? apa kamu mau ingin rumah rumah seperti ini? tanya Deniz.


"Hmm, Pipo aku jadi bertambah minder, bagaimana kalau keluarga besarmu tidak menerimaku?" tanya Olivia.


"Momo kamu jangan khawatir, semua akan baik-baik saja, orang tua aku saja menerimamu apa adanya, apa lagi mereka," ucap Deniz menenangkan Olivia.


Olivia dan Deniz langsung masuk ke dalam rumah, dan saat Deniz dan Olivia masuk ternyata di sana sudah banyak orang.


"Pipo apa mereka semua keluargamu?" tanya Olivia heran melihat banyak orang seperti tengah berada di dalam pesta.


"Iya, tapi ga semua kebanyakan sahabat Papi dan Mami, sekarang kita sapa dulu Papi dan Mami," ucap Deniz sambil memeluk pinggang nya.


"Mami, Papi," ucap Deniz sambil mencium punggung tangan kedua orang paruh baya yang terlihat begitu masih berkarisma dan tampan apalagi Maminya yang terlihat masih muda dan cantik.


Mereka yang mendengar suara Anak pertamanya memanggil langsung menengok ke arah Deniz.


Riri tersenyum saat melihat Deniz tengah berdiri didepanya sambil memeluk seorang wanita cantik yang tak lain Olivia menantu kesayangannya.


"Deniz sayang, akhirnya kamu sampai juga nak," ucap Riri sambil memeluk anak kesayangannya.


"Iya mah, maaf aku sedikit terlambat," ucap Deniz sambil membalas pelukan Riri.


"Wah wah lihat ini menantuku sangat cantik," ucap Helmy. Olivia hanya membalas tersenyum dan mencium punggung tangan kedua mertuanya. Kemudian Riri langsung memeluk Olivia, begitu pun Olivia membalas pelukan Riri.


"Malam mih maaf baru datang," ucap Olivia sambil tersenyum.


"Iya tidak apa apa sayang," ucap Riri.


"Ayo Deniz kamu juga harus menemui kakek dan Nenek mu," ucap Helmy.


"Iya Papih," ucap Deniz.


Deniz dan Helmy mengikuti Riri dan Olivia yang sudah berjalan duluan, Riri pun memperkenalkan Olivia pada Orang tuanya dan mertuanya yang tak lain adalah Kakek dan Nenek Deniz.


"Pah, Mah coba lihat siapa yang Riri bawa," ucap Riri sambil menggandeng tangan Olivia.


"Oh ini ternyata cucu menantuku, kemarilah duduk sebelah sini," ucap Farah ibu dari Helmy.


Olivia yang dipanggil menjawab dengan anggukan dan tersenyum langsung mencium kedua tangan sepasang orang tua tersebut, lalu Olivia pun langsung duduk di antara Farah dan Lisa.


"Oiya ini Olivia, ini adalah Kakek dari Helmy bernama Julius Alexander, dan yang satu lagi Kakek dari Mami Deniz bernama Adam Malik, yang ini nenek dari Mami panggil saja nenek Lisa, dan yang ini nenek Farah ibu dari Papih Helmy," ucap Riri memperkenalkan dan Olivia hanya mengangguk dan mencium punggung tangan mereka.


"Ada lagi Adik kandung Deniz namanya Kevin Alexander, tapi dia tidak bisa datang kesini hari ini karena ada hal yang mendesak, Dia ada di London mengurusi bisnis di sana mungkin beberapa hari lagi kamu akan bertemu denganya sayang," ucap Riri sendu karena merindukan si bontot atau anak keduanya.


"Iya Mih," jawab Olivia.


Mereka pun ber bincang-bincang mengenal satu sama yang lainya.


Setelah memperkenalkan Olivia kepada orang tuanya, Riri langsung menuju anak tangga, dan menaiki beberapa anak tangga. Sekiranya terlihat semua para tamu, Riri membunyikan gelas dengan sendok untuk mencari perhatian.


"Perhatian semua, saya ucapkan terimakasih pada kalian yang telah datang meluangkan waktu untuk menghadiri pesta kecil ini, saya mengundang saudara-saudara semua untuk memperkenalkan menantu baru keluarga Alexander, resepsi pernikahannya akan diselenggarakan bulan depan, Olivia kesini Nak," ucap Riri yang meminta Olivia untuk berdiri disampingnya, akhirnya Olivia berjalan mendekat pada Riri.


Olivia berdiri tepat disamping Riri, dan Olivia pun tersenyum manis pada semua orang yang jadi di malam ini.


"Perkenalkan ini menantu baru keluarga Alexander namanya Olivia Sandra Dewi, terimakasih atas perhatianya," ucap Riri.


Olivia merasa sangat bahagia bahwa kini Olivia memiliki keluarga baru yang begitu menyayanginya dengan sepenuh hati.


Olivia pun ikut berbaur dengan di acara itu bersama Riri dan juga Deniz. Olivia menjadi pusat perhatian di pesta itu karena terlihat cantik dan anggun.


Setelah para tamu pulang satu persatu sehingga tinggal Keluarga besar Alexander, Olivia ikut berkumpul bersama Deniz dan keluarganya untuk berbincang sebelum mereka pergi istirahat.


"Kakek harap kamu bahagia setelah menikah dengan Deniz dan Kakek harap Deniz pun selalu berusaha untuk membahagiakan kamu," ucap Kakek.


"Olivia sangat bahagia kek menikah dengan Deniz, ia sangat baik menerima Olivia apa adanya, menerima segala kekurangan yang Olive miliki, terlebih lagi kalian mau menerima Olive, sungguh membuat hati Olive senang dan merasa bahwa Olive sangat beruntung bisa bertemu dan menjadi bagian dari keluarga ini," ucap Olivia


"Tentu saja kami menerima kamu sayang, siapa yang tidak menerima seorang wanita cantik, baik, dan pintar seperti mu," ucap nenek.


"Benar Olivia, semua yang berada disini menerima kamu, tidak ada yang tidak menerima kamu," ucap Helmy.


Olivia yang mendengar ucapan mereka menjadi terharu, karena kini Olivia sudah menjadi bagian keluarga Alexander yang menerimanya dan bahkan menganggap sebagai anak mereka sendiri.


"Besok bangun lah lebih awal, karena Kakek dan Nenek mau mengajak kalian pergi ke rumah yang sudah Kakek siapkan untuk kalian sebagai hadiah pernikahan kalian, ya walau resepsinya diadakan bulan depan tapi kalian sudah resmi menikah apalagi sudah diakui negara sekarang," ucap Kakek.


"Baik kek sekali lagi Olivia mengucapkan banyak terimakasih," ucap Olivia.


"Iya, ya sudah karena malam semakin larut sebaiknya kita pergi untuk beristirahat," ucap Helmy.


Setelah itu semua orang telah kembali ke kamar masing-masing. Riri dan Helmy sebenarnya tidak tinggal namun karena sudah larut mereka memutuskan untuk menginap yang sudah disiapkan oleh pembantu.


Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol


Tinggalkan komentar


Klik ❤️ juga yah apalagi Vote ❤️❤️❤️