Husband Of Choice

Husband Of Choice
Artemis Fowl


Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol dan komentar


Klik juga ❤️


Happy reading


Olivia menghampiri Deniz. "Emm,Tuan karena ini sudah malam dan Anda sudah bangun boleh saya pulang?" Tanya Olivia tanpa ragu mengucapkan kalimat tersebut sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Deniz melihat Olivia dengan muka dingin dan datar. "Ini sudah tengah malam menginaplah, di meja sudah aku siapkan baju ganti dan makan malam buat kamu, " ucap Deniz tanpa ekspresi langsung kembali fokus ke laptopnya.


"What, saya bisa pulang sendiri naik taksi dan tidak baikkan kalau seorang gadis tidur berdua satu ruangan yang bukan muhrimnya, " ucap Olivia sambil tersenyum terpaksa.


"Aku bilang kamu tidur disini ga ada kata penolakan sekarang kamu makan dan mandi sana kau kan calon istriku, aku lagi sakit bukanya sebagai calon istri kamu harus merawatku, " ucap Deniz meninggi dan penuh penekanan, tapi itu hanya topeng agar mendapat perhatian Olivia.


"Iya tapi kenapa harus teriak sih baru jadi calon suami saja sudah bentak-bentak kaya gini hadeh, apalagi kalau sudah jadi suami, " ucap Olivia pelan sambil mengambil pakaian ganti sebelom kekamar mandi.


Deniz hanya tersenyum mendengar ocehan Olivia. Setelah mandi Olivia langsung menuju meja dan memakan makanan yang sudah disiapkan lalu Olivia memainkan Handphone kembali.


Olivia mendapatkan bunyi pemberitahuan baterai lowbat, Dia bingung mau ngapain lagi. Deniz tidak berbicara sepatah kata lagi karena fokus dengan pekerjaan, Olivia mencoba memejamkan matanya biar cepat tidur tapi hasilnya nihil dan hanya membalikkan badan berulang kali.


Deniz yang melihat kelakuan Olivia memicingkan matanya heran dengan tingkah Olivia.


"Olive apa yang kamu lakukan?" tanya Deniz.


Olivia mendengar suara Deniz langsung duduk dan menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Emmm, aku ga bisa tidur handphone aku lowbat aku bosan aku mencoba tidur tapi ga bisa Tuan, " jawab Olivia sopan


"Tuan? emang aku majikan kamu, panggil aku kakak atau yang lain, " ucap Deniz


"Baiklah kakak Deniz, " jawab Olivia sambil menunduk kepalanya menahan malu.


"Kalau kamu bosan kamu bisa nonton Televisi, gunakan saja fasilitas yang ada disini, " ucap Deniz sambil mengetik.


"Ka Deniz tapi aku ga terlalu suka acara Televisi karena itu ulangan dan bersambung, tapi aku lebih suka nonton film genre action kakak, " ucap Olivia gugup.


"What, baiklah kamu mau nonton apa?" tanya Denis menuruti kemauan Olivia tanpa basa basi.


"Benarkah disini bisa nonton film, aku mau melihat Artemis fowl aku belom sempat nonton saat itu karena kesibukanku, apa bisa?" tanya Olivia kegirangan yang selama ini ingin sekali nonton film itu.


Artemis Fowl adalah Young Adult Fantasi yang ditulis oleh Wong Colfer. Ceritanya mengenai seorang penjahat cerdas yang berusaha ngumpulin uang dari berbagai tindakan kriminal.


"Sebentar aku tanyakan asistand aku dulu biar Dia kirim via email, nanti kita nonton di laptop, " jawab Deniz meyakinkan Olivia


"Baiklah Ka aku tunggu, " Olivia kegirangan


Tiga puluh menit berlalu akhirnya selesai di download


Olivia ragu karena dia disuruh duduk bersama di atas ranjang dan hanya berdua.


"Ka emang ga bisa ya nontonnya di kirim ke Televisi saja biar kelihatan besar gitu, " jawab Olivia terbata-bata karena dia tidak mau seranjang dengan Deniz walau dia calon istrinya.


"Tidak bisa Olive, " Deniz sengaja bilang begitu agar bisa bersama padahal fasilitas VVIP itu sudah canggih dan dirancang sedemikian rupa agar pasien nyaman akan fasilitasnya.


"Ka apa boleh jujur sama kakak, tapi janji jangan marah kaya tadi, "ucap Olivia sambil mendekat samping ranjang pasien


"Jujur apa, " jawab Denis


"Ka sebenarnya aku punya pacar dan sudah janji mau menikah tapi Papa aku tidak merestuinya, dan akhirnya Papa jodohkan kita. Aku masih mencintai pacar aku Ka, apa perjodohan ini bisa dibatalkan Ka, " ucap Olivia ragu tapi dia harus jujur agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Perasaan Deniz seperti petir di siang bolong tapi Deniz menutupinya dengan senyuman, dia senang karena Olivia jujur tentang perasaanya sehingga Deniz semakin suka sama Olivia.


"Nanti kita bahas lagi dengan kedua orang tua kita, bila kamu ga mencintai aku anggap aja aku ini sebagai kakak kamu sekarang apa kamu tidak mau menonton film ini, " ucap Deniz tenang walau hatinya sangat sakit menyayat hati sambil menunjuk laptop mengalihkan pembicaraan.


"Benarkah kakak ga marah sama aku, " ucap Olivia kegirangan


"Iya sini duduk kita nonton berdua aku jadi penasaran filmnya seperti apa?, " ucap Deniz sambil menepuk ranjang pasien agar mau duduk disebelahnya


Laptop MacBook pro 16 inci itu di letakkan di Mayo stand akhirnya mereka menonton film hingga pagi menjelang. Entah siapa duluan yang tidur sehingga Olivia tidak sadar tidur di ranjang Deniz.


Pagi harinya Asistand Jo datang untuk menjemput bosnya untuk bekerja, karena sudah diberitahu Dokter Bryan kalau dia sudah bisa pulang pagi hari. Sebenernya malam sudah bisa pulang karena Olivia menemani jadi ditunda.


Klek ...


Asistand Jo kaget melihat pemandangan yang jarang Ia lihat, melihat Big Bos tidur dengan nyenyak. Biasanya Deniz hanya tidur tiga jam saja untuk istirahat, agar bisa mencapai tujuannya. Hanya kebahagiaan yang selama ini big bos belum rasakan kembali sejak wanita ***** itu meninggalkanya.


Tidak lupa Asistand Jo mengabadikan momen yang jarang terjadi dan mungkin belum pernah Jo lihat. Karena selama ini Jo tahu sifat dingin Deniz terhadap semua wanita-wanita yang berada disampingnya.


Click click click


"Hmmm, pasti Nyonya dan Tuan besar sangat bahagia jika tahu foto ini, " ucap Jo dalam hati sambil menyeringai


"Sudah jam delapan, aku harus ulang jadwal big boz lagi, demi kebahagiaan big bos aku rela melakukan apapun semoga Tuan bahagia, " ucap Joko sambil mengantongi Handphone di saku


Jo pergi dari ruangan yang penuh dengan udara cinta, sesak yang dia rasakan karena jiwa jomblonya meronta ronta. Tidak lupa dia menghampiri Dokter Bryan agar tidak menggangunya selama Big Bos tertidur begitu pula suster. Agar Big Bos merasakan kenyamanan lebih lama.


Terimakasih sudah mampir


Jangan lupa klik jempol dan komentar yah


Apalagi klik ❤️ Author bahagia sekali