Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Bab 53


...~Happy Reading~...


Malam harinya, Khalifa merasa tubuh nya terasa begitu lelah. Meskipun ia hanya duduk akan tetapi nyatanya mampu membuat perut nya terasa sangat tidak nyaman.


Berulang Kali, wanita itu duduk dengan begitu gelisah, rasanya ia sangat ingin meluruhkan tubuh nya dan merasakan usapan lembut di pinggang nya.


Entah mengapa, pikiran seperti itu muncul dalam benak Khalifa. Terlebih saat ia melihat bagaimana laki laki yang masih berstatus suami nya itu begitu khusyu menunaikan ibadah sholat, membuat Khalifa sangat ingin ikut dan memeluk laki laki tersebut.


Rasanya, Khalifa ingin berlari menghampiri dan langsung memeluk laki laki itu, bermanja manja dan berbagi kasih sayang. Khalifa menggelengkan kepala nya cepat, ia tidak mau memikirkan hal yang tidak mungkin ia lakukan, berusaha sadar akan tetapi semakin sulit, karena keinginan itu terus mendorong nya.


Tapi, Khalifa tidak mungkin melakukan itu. Dirinya Sudah memaafkan Hilal, hatinya sudah luluh melihat ketulusan Hilal, akan tetapi.


Entah mengapa ia masih ingin marah pada laki laki itu, ia masih ingin diam. Memang aneh, tapi itulah yang ia rasakan saat ini.


Pucuk di cinta ulam pun tiba. Entah dorongan atau bisikan darimana, seolah mengerti dan bisa membaca pikiran Khalifa, tiba tiba Hilal kembali memeluk Khalifa dari belakang lagi, membuat wanita yang terduduk Sambil menggenggam tangan Acá itu sedikit terkejut.


“Mas!” Khalifa berusaha melepaskan pelukan itu, walau sebenarnya hatinya tidak rela, karena ia juga sangat ingin memeluk bukan di peluk.


“Biarkan seperti ini dulu, sebentar saja,’’ pinta Hilal semakin mengeratkan pelukan nya sambil mengendus aroma harum pada tubuh istrinya yang sudah lama ia rindukan.


Setelah beberapa saat, Hilal melepaskan pelukan istrinya. Tapi, laki laki juga juga langsung mengangkat tubuh Khalifa dan merebahkan nya di atas sofa. Setelah sebelumnya ia memastikan bahwa putri nya sudah benar terlelap dalam mimpi nya.


Khalifa tidak menolak sama sekali, karena dalam hatinya ia memang sangat ingin di perlakukan seperti itu. Jadilah ia hanya diam dan pasrah saat kini tubuh nya sudah berada di sofa dengan berbantal paha suami nya.


“Sayang, tolong berikan aku jawaban.” Khalifa membuka matanya, sedikit mendongak untuk bisa menatap wajah laki laki nya, “Foto itu hanya rekayasa. Aku sama sekali tidak pernah melakukan hal sejauh itu Sayang.”


“Dan soal foto Kirana, aku sama sekali tidak bermaksud menyakiti kamu, sungguh. Hanya saja, kemarin aku panik karena Aca demam seperti itu, maafin aku. Maafin aku,” imbuh Hilal.


Khalifa masih bergeming, namun air matanya meluncur mulai membasahi sisi kerudung nya. Dengan sangat hati hati, Hilal menghapus air mata itu dan semakin lekat menatap wajah istrinya, “Tolong berikan aku kesempatan. Insyaallah aku pasti akan berusaha sekuat yang aku bisa untuk memperbaiki semuanya, aku mohon.”


“Sayang, tolong bicara! Jangan diamkan aku seperti ini, hatiku sakit,” Hilal menunjuk dada nya sendiri membuat Khalifa seketika langsung mengerutkan dahi, terlebih kala melihat mata Hilal yang sudah sangat merah seperti menahan tangis.


Menarik napas cukup Panjang, kini Khalifa bangkit secara perlahan dan mengubah posisi menjadi duduk bersandar. Menatap lekat pada wajah Hilal hingga keduanya kini saling bertatapan.


“Kasih aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita. Aku gak sanggup kaya gini, aku gak bisa!” Hilal menggelengkan kepala nya, “Bukan Cuma Aca yang butuh kamu, tapi aku juga sangat sangat sangat dan sangatttt butuh kamu untuk menemani dan mendampingi ku setiap saat. Aku mohon sayang, maafin aku.”


“Kamu tahu lagu yang sedang viral di sosial media, yang begini, ‘Ya kalau sa salah, tolong di ubah, bukannya ko langsung berubah. Jadi tolong ubah dan kasih tahu aku Ketika aku melakukan kesalahan. Jangan berubah mendiamkan ku atau menunggu aku untuk peka. Karena laki laki itu sangat sulit untuk peka, aku mohon sayang, berikan aku kesempatan.”


Khalifa semakin tak bisa berkata kata. Wanita itu menatap wajah suaminya dengan tatapan yang sulit di artikan. Benarkah itu suaminya? Gus Hilal? Anak seorang kiyai Abdul yang dulu terkenal lembut dan kalem. Tapi …


Apa yang baru saja Khalifa lihat? Kenapa laki laki itu merengek seolah akan bersaing dengan anak nya sendiri, benar benar persis seperti Ketika Acá yang sedang membujuk nya ketika habis melakukan kesalahan. Dan satu lagi, sejak kapan suaminya bermain sosial media sampai hafal lagu seperti itu, yang mana Khalifa sendiri tidak pernah tahu lagu seperti itu.


“Kamu sehat kan Mas?” Spontan Khalifa langsung meletakkan punggung tangan nya di dahi sang suami untuk memastikan bahwa suami nya benar dalam kondisi yang sehat wal afiat.


...~To be continue …....