Bunda Untuk Nasha

Bunda Untuk Nasha
Bab 51


...~Happy Reading~...


Setelah mendengar nasehat dari ibu nya, kini sekitar pukul sembilan malam Khalifa Bersama orang tuanya mengunjungi rumah sakit untuk bertemu Aca. Dan benar saja, seperti yang ia takutkan, Khalifa melihat di luar rumah sakit ada Milla dan juga Arman yang tengah sedikit berdebat.


Umma Chila hendak menegur, akan tetapi abi Mike segera menggelengkan kepala nya dan fokus dengan tujuan utama mereka yakni menjenguk Aca. Abi Mike dengan begitu tegak dan berwajah dingin nya, terus menggandeng tangan anak dan istrinya untuk masuk ke rumah sakit dan melewati Arman serta Milla begitu saja.


‘Jangan hiraukan!’ bisik Abi Mike kepada Khalifa.


Ia pun menganggukkan kepala nya pelan, mencoba mendengar dan mengikuti apa yang di katakan oleh ayah nya. Hingga, tiba tiba ketika Khalifa tiba di ruangan yang ia duga adalah kamar Acá, tubuh nya langsung mematung.


Jika tadi di bawah ada Milla dan juga Arman. KIni ketika tiba tiba di ruangan itu, ia melihat wanita lain yang tengah menemani Acá, Melly. Kenapa? Pikir Khalifa. Kenapa harus wanita itu, apakah tidka ada orang lain yang bisa menenangkan Acá sampai harus orang lain.


Khalifa cemburu? Jelas, hatinya sangat sakit hingga membuat dada nya terasa sesak. Semudah itu ia merasa cemburu, apakah dirinya jahat? Pikir Khalifa sambil mengepalkan tangan nya erat.


"Assalamualaikum ...” ucap umma Chila membuat kesibukan Aca dan juga Melly di atas brankar itu teralihkan.


“Walaikumsalam … “ Melly hendak bangkit untuk menghampiri tamu yang masuk, akan tetapi tangan nya di tahan oleh Acá, gadis kecil itu terdiam di tempat nya masih dengan menggenggam tab di tangan.


Sementara itu, Khalifa masih terdiam di ambang pintu, perasaan nya sudah semakin kacau. Ia tidak berani untuk bersuara sedikit pun, bahkan kini ekspresi wajah nya sangat sulit di gambarkan.


“Acá, bagaimana keadaan kamu Sayang? Maaf ya Oma baru datang, tadi Oma di Masjid, jadi gak tahu kalau Acá sakit,” umma Chila mengusap lembut kepala Acá, membuat gadis kecil itu semakin terdiam namun tatapan matanya tak luput dari menatap ibu sambung nya.


“Ah itu Umma, gus Hilal sedang pulang untuk mengambil baju Aca sekalian mengantarkan Kiyai Abdul dan nyai Nila. Tadi juga ada kak Mila sama gus Arman, tapi—”


“Mereka ada di bawah!” potong umma Chila dengan lembut yang mana hal itu langsung di balas anggukkan kepala oleh Melly.


“Emmtt, ning Khalifa mau duduk disini?” Melly menawarkan untuk bangkit, akan tetapi Khalifa menggelengkan kepala nya dengan begitu lemah.


Sementara itu, Aca yang sejak tadi terdiam kini semakin terdiam ketika melihat ibu nya tidak mau duduk menemui nya. Sama hal nya dengan Khalifa yang sakit hati melihat kedekatan Aca dengan Melly. Begitu pun dengan Aca yang juga merasa sakit hati lantaran ibu nya tidak mau mendekati nya.


“Acá, tante keluar dulu ya? Tante mau—“


“Iya Sayang, biar tante Melly keluar sebentar ya. Acá disini sama bunda, sama Opa dan Oma,” potong umma Chila dengan cepat, “Sudah Mel, tidak apa kalau mau pulang. Jangan khawatir, kami sudah ada disini kok. Terimakasih ya sudah mau menemani Acá,” imbuh umma Chila panjang lebar masih dengan senyuman lembut yang menghiasi wajah nya.


Umma Chila sangat tahu bagaimana perasaan anak nya, jadi, daripada berlarut yang mana nanti akan terjadi kesalahpahaman yang semakin panjang antara Khalifa dengan Acá. Jadi lebih baik ia menyuruh Melly untuk pergi, agar Khalifa dan Acá bisa saling bicara.


Jangan kira umma Chila mengusir Melly, karena gadis itu sendiri yang mengatakan kepada Acá bahwa ia akan pergi. Dan umma Chila hanya membantu mengiyakan saja, jadi dirinya tidak akan di salahkan bukan?


...~To be continue …...