
...~Happy Reading~...
“Terimakasih, cup!” Hilal mengecup kening Khalifa dengan begitu lembut lalu memeluk nya dengan begitu erat.
Usai melakukan pergulatan yang sangat panas, kini keduanya sama sama terbaring lemas di atas tempat tidur. Beberapa menit kemudian suara adzan mulai terdengar, namun tak membuat keduanya segera bangkit dari tempat tidur nya.
Puas! Satu kata yang seharusnya Hilal ucapkan, mengingat rasa yang di berikan oleh Khalifa jauh lebih sempurna dari sebelumnya. Bukan bermaksud membandingkan, Hilal tidak sejahat itu. Tapi memang seperti itu fakta nya.
Jika sebelumnya Khalifa bersedih karena merasa tidak akan bisa memberikan apa yang sudah di berikan Kirana pada Hilal. Justru gadis itu salah, karena pada kenyataan nya, Kirana lah yang tidak bisa memberikan apa yang Khalifa berikan.
Bukan hanya kasih sayang dan cinta yang begitu tulus, akan tetapi mahkota yang seharusnya di berikan kepada sang suami. Justru Kirana sudah lebih dulu memberikan kepada mantan kekasih nya.
Walau pun paksaan, akan tetapi memang itu yang tidak akan pernah bisa di berikan Kirana kepada Hilal. Namun, meskipun begitu, kini Kirana sudah memberikan malaikat kecil yang begitu menggemaskan dalam hidup Hilal.
“Guss ... “ Khalifa mendongakkan kepala nya.
“Bisakah kamu mengganti nama panggilan untuk ku?” tanya Hilal menarik napas nya cukup dalam, “Kita sudah sepakat untuk membuka lembaran baru, Khalifa.”
“Apakah sekarang, aku sudah menjadi istri mu?” tanya Khalifa dengan wajah polos nya.
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, kamu istri ku, kenapa—“
“Karena dulu, gus Hilal mengatakan bahwa Khalifa adalah adik Gus, bukan istri!” jawab Khalifa dengan cepat memotong perkataan Hilal.
Seolah ingat dengan kesalahan nya, Hilal kembali memeluk Khalifa, “Maaf. Dulu, aku takut mengambil keputusan, aku takut mengecewakan kamu. Dan aku takut, merusak kamu.”
“Merusak bagaimana?” tanya Khalifa mengerutkan dahi.
“Jika aku menyentuh mu, dan kamu tidak ikhlas. Aku takut akan membuat kamu trauma, dan mungkin itu nanti akan berdampak besar seperti Kirana.” Jawab Hilal pelan hampir tak terdengar di perkataan akhir, namun Khalifa cukup jelas mendengar nya.
Hingga saat ini, Khalifa belum tahu mengapa dulu Hilal menikah dengan Kirana. Juga masa lalu KIrana yang mengalami trauma besar akibat pemerkosaan mantan kekasih nya, Khalifa tidak mengetahui nya.
Khalifa hanya tahu bahwa dulu Hilal dan Kirana menjalani ta'aruf, dan menikah. Mengingat bahwa selama menikah pun Kirana juga sangat jarang keluar, begitu pun dirinya yang juga sudah di sibukkan dengan sekolah.
Hingga saat Hilal memutuskan untuk membawa Kirana ke Jakarta, membuat Khalifa semakin tidak memikirkan nya apalagi ingin tahu. Tapi, kini Khalifa terdiam kala mendengar perkataan dari suami nya.
Khalifa bahkan merasa tubuh nya seperti terbelah menjadi dua, akan tetapi semakin lama rasa nya tidak se menakutkan itu. Benarkah Kirana mengalami trauma hanya karena perlakuan Hilal.
‘Apa mungkin karena dulu masih pertama. Dan gus Hilal terlalu kasar sampai membuat ning Kirana trauma? Dan sekarang setelah bersama ku, dia melakukan dengan sangat hati hati.’
Glek!
Khalifa menelan saliva nya kasar, ‘Hati hati pun rasanya sangat menyakitkan, lantas bagaimana dulu yang kasar? Astagfirullah,’
Khalifa hanyut dalam lamunan nya sendiri, membuat Hilal yang sejak tadi melihat istri kecil nya terus menggelengkan kepala nya langsung mengerutkan dahi nya.
“Kamu kenapa?” tanya Hilal membuyarkan lamunan Khalifa.
“Hah! A—aku .. “
Tk ... tok ... tok ..
“Ayaahhh, Bunda, ayo colat subuh! Aca sendilian ini, Ayah kok kunci pintu na! Ayaaahhh!” teriak Aca di balik pintu dengan cukup kencang membuat sepasang pengantin lama yang baru saja merasakan rasa baru langsung terkejut dan seera bangkit.
“Auuwhh!” Khalifa memekik kesakitan saat hendak bangkit, tubuh nya kembali terjatuh dengan tangan yang terus mencengkram erat sisi tempat tidur nya.
“Astagfirullah, Khalifa, kamu gapapa?”
“Sakittt , hiks hiks.” Khalifa menangis kembali sambil melirik area bawah nya yang kini hanya terbalut selimut, membuat Hilal semakin bingung.
Di satu sisi anak nya terus mereog di luar kamar. Tapi di sisi lain, istrinya juga sedang menangis kesakitan akibat ulah nya.
...~To be continue ......
...🤣🤣🤣🤣🤣...
...Cieee yang udah nunggu, TAPIIII di anu 🙈🙈🙈🤣🤣🤣🤣...