
...~Happy Reading~...
“Telus Aca na halus gimana tante? Aca udah nakal sama Bunda, kemalin Aca gak mau temu sama Bunda. Tapi na, sekalang Aca mau sama Bunda, hiks hiks hiks.”
“Aca mau pulang? Tante akan anterin Aca ya?” Untuk sesaat, gadis kecil itu terdiam. Sejenak menghentikan tangisan nya seolah sedang berfikir, namun beberapa detik kemudian ia langsung menganggukkan kepala nya.
“Alhamdullilah ... “ ucap Hasna bersyukur, sudah satu mingguan ini ia selalu berusaha membujuk dan meyakinkan kepada Aca tentang kesalahpahaman antara dirinya dan juga Khalifa, dimana di tengah mereka terdapat sebuah kompor meleduk yang sudah meledakkan dan mengacaukan keluarga kecil itu.
Tapi kini, Hasna sangat bersyukur karena pada akhirnya Aca mau menerima kesalahan nya dan mau kembali pulang ke Pondok.
“Tapi na nanti beli makan untuk Bunda ya tante. Bunda suka matalbak keju, nanti Aca mau beliin untuk Bunda, bial bunda gak malah lagi sama Aca.” Hasna tersenyum dan menganggukkan kepala nya.
“Tapi ... “ Tiba tiba gadis kecil itu kembali murung, membuat Hasna mengerutkan dahi nya sedikit bingung.
“Ada apa Sayang?”
“Aca na gak punya duit Tante. Duit na aca ada di lumah sama Ayah. Nanti gimana beli nya,” ucap nya sambil memanyunkan bibir, membuat Hasna langsung terkekeh geli melihat nya.
“Ah Aca punya ide!” Seolah mendapatkan ide yang sangat cemerlang, ia segera bangkit dan segera menemui kakak sepupu nya bertujuan untuk meminjam tabungan nya untuk membelikan martabak kesukaan sang ibu.
Hingga tanpa sadar, ia melupakan dimana sedari tadi kaki nya berada, dan akhirinya tanpa di duga dan di sangka tiba tiba ...
“Huaaaaaaa!” Aca terjatuh dan kepala nya sukses terbentur pinggiran pintu hingga membuat darah seketika langsung mengucur begitu deras nya sampai membasahi wajah nya.
“Astagfirullah Aca!” pekik Hasna terkejut dan langsung berlari menghampiri Aca, “Mas Ali! Mas bantuin Aca!”
Dengan berderai air mata, Hasna segera menggendong Aca yang kini tengah menangis bercampur darah, ia mencari keberadaan suami nya yang ternyata baru selesai mandi. Panik, seketika itu seisi rumah Hasna di buat panik akibat jatuh nya Aca yang terpleset dan terpentuk pinggiran pintu yang cukup tajam.
“Astafirullah, kamu gimana sih Ma, ya Allah kita ke rumah sakit!” ucap Ali ikut anik dan sempat menyalahkan istrinya yang begitu lalai dalam menjaga Aca.
Hasna tidak marah saat di salahkan, karena memang itu adalah kesalahan nya. Baru saja ia bernafas lega karena Aca sudah mau di ajak pulang, tapi kini datang lagi musibah yang membuat Aca harus kembali ke rumah sakit.
Di sepanjang jalan, Hasna berusaha menghubungi nomor Hilal dan juga Khalifa, namun tidak ada satu pun yang mengangkat nya. Hingga akhirinya Hasna memutuskan untuk menghubungi sang ayah.
Bersyukur ayah nya segera mengangkat dan Hasna pun langsung menceritakan semua kronologi nya dan kini dirinya sedang menuju rumah sakit. Kiyai Abdul yang baru saja hendak berangkat ke masjid langsung terkejut dan mengurungkan niat nya.
Ia berlari mencari keberadaan anak bungsu nya yang ternyata juga baru selesai mandi. Dan tanpa pikir panjang lagi, kiyai Abdul dan Hilal segera menuju rumah sakit berdua, karena saat ini ummi Nila sedang tidak ada di rumah. Jadilah kiyai Abdul tidak ingin membuat istrinya panik sebelum ia memastikan sendiri bagaimana keadaan cucu nya.
“Hati hati Hilal, jangan sampai kita ke rumah sakit bukan untuk menjenguk Aca namun malah menjadi pasien di sana!” ucap abah Abdul memberikan peringatan kepada anak nya agar lebih berhati hati. Karena pasal nya, kini Hilal mengemudi dengan sangat cepat dan bisa di katakan sedikit ugal ugalan hingga membuat kiyai Abdul harus berpegangan pada handle.
...~To be continue .......